After Darkness

After Darkness
Episode 36



Elsa menikmati menu yang di sajikan pelayan dengan sangat lahap, sementara Bi Sum hanya diam dan tampak merasa gelisah.


"Di makan, Bi. Aku yang bayar, tenang saja" kata Elsa yang melihat Bi Sum belum menyentuh makanannya.


"Di bungkus saja, Sa. Nanti kalau kelamaan bisa di marahi Nyonya" kata Bi Sum cemas.


"Masak orang makan bisa di marahi sih, Bi. Nyonya mu itu manusia apa monster" tukas Elsa lagi yang membuat Bi Sum melongo.


"Astaga, Sa. Omongan mu itu, Nak" ucap Bi Sum setengah berbisik.


"Ya sudah, makan neh. Masak iya mau di bungkus, malu-maluin saja" gerutu Elsa dan mau tak mau Bi Sum pun menikmati makanan di depannya "Enak, kan?" tanya Elsa sambil tersenyum manis dan Bi Sum pun mengangguk.


Rion diam-diam memperhatikan gerak gerak Elsa sejak Elsa masuk ke restaurant itu, ia memang tidak mengenal Elsa namun ia tahu siapa Elsa. Rion tidak tahu seperti apa karakter Elsa, namun dari percakapan singkatnya tadi, Rion menduga Elsa adalah wanita yang arogan. Namun saat Elsa tersenyum seperti ini, Elsa sangat cantik dan manis.


"Wanita secantik itu kenapa harus berhenti menjadi model? Padahal sedikit lagi dia bisa berada di puncak karir nya" gumam Rion dan tanpa sadar ia tersenyum membayangkan kecantikan Elsa.


"Pak...," Rion tersentak saat tiba tiba seorang pelayan memanggilnya


"Iya, kenapa?" tanya Rion.


"Pak Anjas sudah datang, Pak. Dia sudah ada di ruang VIP" kata pelayan itu dan Rion pun mengangguk mengerti. Sebelum pergi, Rion masih menatap Elsa seolah ia merasa sayang untuk melewatkan pemandangan baru di restaurant nya itu.


"Oh ya, aku akan bayarkan wanita itu. Bilang saja Rion sudah membayarnya" kata Rion kemudian dan pelayan itu pun mengangguk.


Sementara Elsa, kini ia merasa sangat kenyang setelah menghabiskan dua porsi makanan. Sesuatu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya, namun sekarang Elsa benar-benar merasa lapar dan ia sangat merindukan masakan lezat seperti ini.


"Kenyang..." kata Elsa sembari mengusap perutnya yang terasa sangat penuh bahkan terlihat mulai buncit.


"Iya, Sa. Enak ya" kata Bi Sum.


"Bill-nya dong, Mas" kata Elsa.


"Untuk semua menu yang di sajikan di meja ini semuanya sudah di bayar, Bu. Sama Pak Rion" kata pelayan itu yang membuat Elsa tercengang.


"Sama siapa?" tanya Elsa ingin memastikan.


"Sama Pak Rion" jawab pelayan itu lagi.


"Pak Rion siapa?" tanya Elsa lagi.


"Mungkin pria yang tadi kita temui itu, Sa. Kan namanya Rion" kata Bi Sum.


"Oh ya, aku lupa" kata Elsa yang memang tidak mengingat nama itu "Katanya dia manager, apa itu benar?" tanya Elsa pada pelayan itu.


"Benar, Bu. Pak Rion manager di restaurant ini"


"Terus dalam rangka apa dia membayarkan makanan ku?" tanya Elsa lagi.


"Maaf, Bu. Soal itu saya tidak tahu" jawabnya sementara Elsa hanya tersenyum sinis, ia merogoh beberapa lembar uang dari dompetnya.


"Berapa totalnya? Aku mau bayar sendiri" tegas Elsa.


"Sa, kan sudah di bayar. Kenapa kamu mau bayar lagi? Sayang lho, Sa" kata Bi Sum yang membuat Elsa mendengus.


"Dia membayar makanan ku dalam rangka modus alias modal dusta, dan bilangin sama bos mu itu aku bukan korban yang tepat!"