After Darkness

After Darkness
Episode 95



"Aku fikir kamu mati!" Seru Robin yang membuat kedua mata Elsa yang tadinya masih mengantuk langsung melotot sempurna.


"Kalau aku mati, anakmu juga mati!" Desis Elsa tajam sembari melangkah menuruni tangga.


"Ya habisnya kamu tidur berjam-jam," ujar Robin yang juga melangkah menuruni tangga.


"Aku capek," jawab Elsa dan Robin enggan membalasnya lagi.


"Aku sudah masak, kamu harus makan yang banyak dan sehat, itu penting untuk pertumbuhan calon bayiku," ujarnya lagi namun Elsa hanya memutar bola matanya.


Keduanya pun berjalan menuju dapur, dan seperti biasa, Elsa akan langsung mual saat ia mencium aroma makanan.


"Aku tidak mau makanan itu, aku mau roti," ucap Elsa setengah merengek.


"Roti tidak ada gizinya, Els. Ini aku masak sendiri lho, makanan sehat untuk ibu hamil," tukas Robin yang membuat mood Elsa semakin rusak.


"Aku tidak bisa makan itu, aku mual. Mencium aromanya saja sudah membuatku ingin muntah."


"Jangan mengada-ngada deh, Els. Mana ada mencium aroma makanan saja malah ingin muntah," balas Robin


"Astaga, kamu tidak percaya? Ini juga biasa di alami ibu hamil muda, pokoknya aku mau roti! Titik!" Tegas Elsa.


"Pokoknya aku mau kamu makan makanan ini!" Tegas Robin yang membuat Elsa menggeram, namun belum sempat ia membalas ucapan Robin, Elsa sudah sangat mual, ia berlari ke wastafel dan akhirnya muntah disana.


"Astaga, kenapa kamu muntah disana?" Pekik Robin kesal dan tentu Elsa kini semakin kesal. Ia terus memuntahkan cairan bening dari mulutnya, membuat dadanya sampai terasa sakit, wajahnya sudah sangat memerah dan ia benar-benar merasa tak bertenaga.


Setelah tak ada lagi yang bisa di muntahkan, Elsa mencuci mulutnya kemudian ia membersihkan wastafel. Sementara Robin hanya memandangi Elsa sambil meringis.


"Lihat! Aku beneran muntah, kan?" Tanya Elsa kemudian.


"Iya, dari tadi aku juga bilang begitu," jawab Elsa ketus sembari berjalan melewati Robin.


"Ya sudah, aku pergi beli sebentar," ucap Robin akhirnya.


"Dari tadi kek..." gerutu Elsa yang kini berjalan menuju sofa di ruang tengah. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya yang terasa sangat lemas itu ke sofa dan Elsa langsung memejamkan mata. Sementara Robin langsung menyambar kunci mobilnya untuk pergi membeli roti.


...


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya Robin pulang dengan membawa berbagai macam roti untuk Elsa. Namun saat masuk apartment, Robin mendapati Elsa masih tiduran di sofa dan Elsa masih memejamkan mata.


Robin memandangi wajah Elsa yang sedikit berubah, lebih tepatnya, lebih pucat. Robin yang takut Elsa sakit, akhirnya meletakkan punggung tangannya di kening Elsa untuk memeriksa suhu tubuh Elsa, namun hal itu membuat Elsa terkejut dan langsung menepis tangan Robin dengan kasar.


Elsa langsung membuka matanya lebar-lebar dan ia beranjak duduk.


"Maaf, aku tadi cuma ingin memeriksa keadaanmu, kamu terlihat pucat," cicit Robin.


"Ya iyalah pucat, aku lapar, belum makan dari tadi siang. Kamu pergi beli roti saja lama sekali, kamu mau aku dan anak kamu ini mati kelaparan?"


"Jaga bicaramu, aku tidak akan membiarkan kalian kekurangan," jawab Robin kemudian ia meletakkan kresek yang berisi roti itu di meja. "Ini, aku tidak tahu kamu mau roti apa, jadi aku beli saja semua macam roti. Kamu harus makan yang banyak, biar bayiku sehat."


"Bayiku ... bayiku, heran aku sama kamu, sebegitu inginnya memiliki bayi ini."


"Bayi itu ada karena aku, jadi aku harus bertanggung jawab."


"Heh, baru kali ini ada laki-laki yang ngebet mau tanggung jawab sama wanita yang sudah di hamili, kebanyakan pria biasanya lari dari tanggung jawab, kamu malah lari mengejar tanggung jawab. Memang ajaib kamu ini." entah kenapa, Robin justru tersenyum geli mendengar ocehan Elsa yang kini mulai menikmati rotinya.