
Saat sarapan, Bu Anita terus menatap Robin dengan tajam, seolah ia kesal pada anaknya itu. Apalagi saat ia bertanya dimana Elsa, Robin menjawab Elsa sedang membersihkan kamarnya padahal Bu Anita sudah tahu, Elsa pasti masih tidur.
Pagi ini Robin yang memandikan dan mengurus anaknya karena Robin tahu Elsa pasti sangat lelah, setelah itu barulah Elsa menyusui Baby Arjun sampai anak itu tidur kembali.
"Oh ya, Arfan dan Elnaz dimana?" Tanya Bu Anita kemudian.
"Mereka di rumah Arfan," jawab Bu Isna. "Oh ya, Rob. Sebaiknya kamu panggil Elsa, ya. Biar sarapan bersama," tukasnya yang membuat Robin justru cengengesan.
"Biar nanti aku bawa makanan ke kamar saja, Ma," jawab Robin dan Bu Isna menganggu saja.
Setelah Robin selesai makan bersama mertuanya, ia pun kini membawakan makanan Elsa ke kamar dan Bu Anita mengekori Robin dari belakang.
"Ada apa, Ma?" Tanya Robin.
"Ada yang mau Mama bicarakan sama kalian berdua," jawab Bu Anita.
Di kamar, Elsa masih menyusui anaknya sementara ia sendiri kembali tertidur. "Astaga, anak ini," gumam Bu Anita.
"Namanya juga ibu-ibu, Ma. Dulu Mama juga pasti begitu, 'kan?" Ucap Robin sambil terkekeh, ia pun membangunkan istrinya itu supaya makan.
"Mama, ada apa?" Tanya Elsa sembari mengucek matanya yang terasa berat kemudian ia membenarkan pakaiannya, menutup kembali buah dadanya yang menggantung nakal itu.
"Mama cuma mau bilang, kalau suara horor kalian tadi malam terdengar jelas sampai ke kamar sebelah, gila kalian, ya?!" Tukas Bu Anita dengan kekesalan yang sudah berada di ubun-ubun.
Robin dan Elsa yang mendengar itu langsung melotot, saling pandang, dan wajah mereka langsung memerah. "Mama yakin, Elnaz dan Arfan juga pasti mendengar suara kalian itu." lanjutnya yang membuat Robin dan Elsa semakin salah tingkah.
Kamar Elsa memang berada tepat di samping kamar Elnaz, dan kamar tamu juga berada di sisi kamar Elsa yang lain.
"Lain kali ingat tempat, ya! Ini tuh bukan kamar kalian yang di Jakarta, yang kedap suara! Mau kalian mengeluarkan suara horor sekeras apapun, tidak akan terdengar."
"Jangan bilang siapa-siapa ya, Ma." rayu Elsa yang membuat ibu mertuanya itu mendelik.
"Mungkin orang tuamu juga mendengarnya," tukas Bu Anita yang membuat Elsa dan Robin langsung terdiam.
"Semoga tidak!" keduanya menggumam secara bersamaan, karena akan sangat memalukan jika sampai semua orang mendengar suara horor meraka tadi malam.
Saat Bu Anita keluar dari kamar, Elsa langsung menggerutu dan menyalahkan Robin. Namun jawaban Robin atas gerutuan Elsa benar-benar membuat Elsa tak habis fikir.
"Sebenarnya aku bangga sih, bisa membuat kamu menjerit nikmat seperti tadi malam. Artinya aku benar-benar sangat pandai memuaskanmu, Sayang."
Elsa menatap Robin dengan tajam, seolah ingin memakan suaminya itu, sementara Robin justru terkekeh dan kembali berkata."Pantas saja waktu itu sekali tembak langsung jadi ya."
"Dasar bocah tengil!" geram Elsa
"Bocah yang berhasil membuatmu menjerit sampai semua orang mendengarnya, Sayang," goda Robin yang membuat Elsa tersipu karena itu memang benar.
Hari ini sebenarnya Bu Anita ingin jalan-jalan, karena sudah lama sekali ia tak datang ke kota itu. Namun karena apa yang terjadi tadi malam antara Robin dan Elsa, Bu Anita yakin menantunya itu tidak akan bisa jalan-jalan.
Alhasil, ia dan besannya jalan-jalan berdua saja. Bu Isna juga memperkenalkan Bu Anita dengan tetangga yang berpapasan dengan meraka, dan para tetangganya itu menyambut perkenalan itu dengan ramah, apalagi ketika meraka melihat penampilan Bu Anita yang benar-benar menampilkan bahwa ia orang kaya dan berkelas.
Tbc...
Hai, Sky mau promo lagi. Siapa tahu belum ada yang mampir ke kisah kontroversi ini. Apalagi kalau bukan Beautiful Affair yang di bintangi Daniel Agra, Ananiya Alira, dan Ryan Reiner.