After Darkness

After Darkness
Episode 74



"Aku, menemui dia?" tanya Elsa sambil menunjuk Jimmy yang sudah sangat dekat dengannya "Najis!" desis Elsa kemudian tanpa di suruh, ia masuk ke dalam mobil Robin dan menutup pintunya dengan kasar. Membuat Robin dan Jimmy sama-sama melongo.


Jimmy dan Robin saling melempar tatapan tak sukanya, ada perasaan cemburu yang menggelitik dalam hati Robin saat memikirkan Elsa memang menemui Jimmy, namun setelah apa yang di katakan Elsa dan kini Elsa bahkan dengan suka rela masuk ke mobilnya membuat Robin merasa lega dan percaya bahwa Elsa tak mungkin menemui Jimmy.


Sementara itu, Elsa sendiri tidak tahu kenapa ia memilih Robin dari pada harus bertemu dengan Jimmy, hati Elsa yang menuntunnya.


"Tidak, aku memilih Robin karena aku mau pulang kerumah ku sendiri," gumam Elsa menolak kata hatinya, karena Robin tak kunjung masuk ke mobil, Elsa pun menekan klakson beberapa kali membuat Robin dan Jimmy sampai terlonjak.


"Calon istriku sudah tidak sabar rupanya," kata Robin dengan tenangnya pada Jimmy yang membuat Jimmy semakin kesal, Robin melemparkan senyum miringnya sebelum akhirnya Robin segera masuk ke dalam mobil.


"Tidak sabar mau pulang, Sayang?" tanya Robin sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Elsa, membuat Elsa langsung menatap tajam padanya apalagi dengan kata 'sayang' yang terdengar begitu menggelikan di telinga Elsa. Robin hanya terkekeh kemudian ia melajukan mobilnya, meninggalkan Jimmy yang hanya bisa menggeram kesal di tempatnya.


"Gila, apa Elsa bodoh mau menikahi anak bau kencur seperti Robin?"


...... ...


Sepanjang perjalanan, Elsa dan Robin sama-sama diam, Elsa membuang pandangannya keluar, fikirannya kembali berkecamuk dan ia merutuki kebodohannya yang ikut kembali bersama Robin, padahal susah payah ia melarikan diri dari rumah bocah tengil itu.


"Apa rencanamu?" tanya Elsa kemudian yang tentu saja tidak akan percaya pada kebaikan Robin.


"Menikahimu kalau kamu hamil," jawab Robin dengan santainya yang membuat Elsa langsung menganga lebar, kedua matanya melotot sempurna.


"Aku? Hamil anak kamu? Lebih baik aku tidak punya anak dari pada melahirkan anak monster seperti kamu," desis Elsa tajam dan sepertinya itu kembali memancing emosi Robin itu terlihat dari tatapan Robin yang berubah tajam, rahangnya pun mengeras, Elsa yang menyadari hal itu langsung merasa cemas, ia duduk gelisah di kursinya dan Elsa menakutkan jari-jemarinya.


"Bodohnya kamu, Elsa. Bocah tengil ini temperament, labil, habis aku." batin Elsa berteriak cemas namun tak ada yang terjadi, Robin tetap menyetir walaupun raut wajahnya masih tampak begitu tegang.


Sesampainya di rumah, Elsa langsung melompat turun dari mobil dan ia melangkah cepat untuk menghindari Robin, Robin membiarkannya saja karena ia sudah merasa tak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan Elsa.


"Astaga, Elsa!" seru Bi Sum yang melihat Elsa kembali ke rumah itu "Kenapa kamu pulang lagi, Sa?" tanya Bi Sum bingung.


"Entahlah, Bi. Aku bingung," jawab Elsa seperti orang linglung, membuat Bi Sum semakin bingung hingga Bi Sum melihat Robin yang juga baru pulang.


"Aku tidak memaksanya, dia sendiri yang masuk ke dalam mobil ku," kata Robin yang membuat Bi Sum tambah bingung lagi. Robin pun segera bergegas ke kamarnya sendiri, begitu juga dengan Elsa yang kembali ke kamarnya.