After Darkness

After Darkness
Episode 106



"Aku tidak ingin apapun dari putra kecilmu itu, Nyonya Anita yang terhormat!" Elsa menggeram tertahan. "Tidak hartanya, tidak anaknya! Dia yang bersikeras ingin aku melahirkan anak ini sementara aku sangat ingin membunuhnya karena aku tidak sudi mengandung anak dari pria yang memperkosaku!"


Seperti di sambar petir di siang bolong ,itulah yang Bu Anita rasakan saat Elsa mengungkapkan pemerkosaan yang di lakukan Robin terhadapnya, bahkan Joanna pun hanya bisa menganga lebar, kedua wanita itu menatap Elsa dengan mata yang melotot sempurna dan tentu keduanya tak percaya dengan tuduhan Elsa.


"Jaga bicaramu, Elsa!" Seru Bu Anita dengan suara lantang. "Jangan coba-coba merusak nama baik putraku! Atau aku akan membuatmu membusuk di penjara!" Elsa tersenyum sinis mendengar apa yang di katakan oleh Bu Anita dengan percaya dirinya itu, ia menatap Bu Anita seolah mengejeknya.


"Silakan tanya pada putramu itu dan juga tanya pada Bi Eni apa yang terjadi padaku di rumahmu!" Tantang Elsa dengan lantangnya yang membuat Bu Anita semakin berang, karena ia sangat yakin putranya bukanlah pria seperti yang di tuduhkan Elsa.


"Bagaimana bisa kamu memfitnah pak Robin?" Sambung Joanna yang juga terlihat marah."Tidak mungkin pak Robin memperkosa wanita, kamu gila, ya !" Hardiknya dengan berang, bahkan tatapannya begitu tajam seolah ingin memangsa Elsa .


"Jangan coba-coba merusak nama baik putraku atau aku benar-benar akan membuatmu membusuk di penjara!"


"Silakan, Nyonya Anita yang terhormat!" Tantang Elsa. "Tapi aku bisa melaporkan putramu karena dia telah melecehkanku!" Desis Elsa tajam, ia menarik napas panjang, berusaha mengontrol emosinya yang sempat memuncak.


"Aku rasa aku tidak punya kewajiban untuk membuat kalian percaya," tukas Elsa kemudian dengan santainya yang membuat Bu Anita tersenyum kecut, tak menyangka Elsa masih sama arogannya bahkan di saat seperti ini. "Jadi ,silakan kalian pergi dari sini!" usirnya kemudian Elsa menutup pintu apartementnya dengan keras yang membuat Joanna dan Bu Anita terlonjak.


Dada Bu Anita bergemuruh hebat, darahnya mendidih, tangannya mengepal kuat dan tatapannya menyiratkan sorot kebencian dan permusuhan pada Elsa.


"Bu Anita, tidak usah mendengarkan ocehan wanita tadi, dia pasti cuma memfitnah pak Robin. Tidak mungkin pak Robin melakukan hal serendah itu, aku yakin dia cuma menjebak pak Robin dan mengincar hartanya saja. Aku mengenal banyak wanita seperti itu di luar sana," tutur Joanna panjang lebar yang tentu saja semakin menyulut amarah Bu Anita.


"Sebaiknya kita pulang ya, Bu." Bu Anita tak menjawabnya, ia masih menatap pintu yang tertutup rapat di depannya ini, rahangnya mengeras, alisnya menyatu


.........


"Dasar bodoh!"


.........


"Aku rasa lari dari masalah bukan solusi, yang ada kamu hanya akan menambah masalah, apalagi kalau sampai mama kamu mendatangi Elsa." Untuk yang kesekian kalinya, Robin menyesap batang rokok yang ia selipkan di jarinya.


Saat ini, ia berada di kos-an teman kuliahnya, karena Robin butuh waktu untuk menyendiri.


"Aku hanya butuh sedikit waktu, Brian," ucap Robin dan sekali lagi ia menyesap rokoknya.


"Kamu cinta kan sama Elsa?" Robin langsung mendongak saat mendengar pertanyaan Brian, saat Brian menatap Robin, Brian terkekeh. "Tidak usah menjawab dengan bibirmu, karena matamu sudah menjawabnya dengan jelas."


"Entahlah, aku tidak mengerti."


"Apa lagi yang perlu kamu mengerti, Rob? Mana ada pria yang kekeh mau tanggung jawab pada wanita yang di hamili kecuali dia mencintai wanita itu, akui perasaan kamu dan perjuangkan itu."


"Dia membenciku..."


"Garis batas antara cinta dan benci itu hanya setipis dan sekecil benang."


Tbc....