
"Kamu bilang mau memperbaiki hubunganmu sama Nyonya dan Den Robin, Sa. Kenapa jadi begini lagi?" tanya Bi Sum setelah Elsa menceritakan apa yang terjadi.
"Aku bingung harus bagaimana, Bi. Aku tidak tahu bagaimana cara mendapatkan bukti kalau aku bukan simpanan Pak Andrew," kata Elsa lesu "Setiap kali melihat mereka aku jadi kesal, jadi bawaannya ingin aku kerjain." lanjutnya yang membuat Bi Sum geleng-geleng kepala.
"Aku yakin Den Robin tidak akan menyakiti adikmu, Sa. Dia sebenarnya orang baik, cuma ya karena kekurangan kasih sayang orang tua, terus melihat ayahnya begitu, makanya terkadang dia tidak bisa mengontrol emosi," tutur Bi Sum berharap Elsa bisa sedikit tenang, karena setelah mendapatkan ancaman seperti itu, Elsa terlihat sangat cemas.
"Aku takut, Bi. Elnaz sudah banyak menderita karena keegoisan aku, aku tidak mau Elnaz kena masalah lagi. Dia sedang hamil sekarang," kata Elsa lirih.
"Semoga saja itu hanya gertakan Den Robin, dia tidak akan jahat sama orang yang tidak salah kok, Bibi kenal Den Robin sejak kecil, Sa. Jadi kamu jangan khawatir, ya." Bi Sum mengusap pundak Elsa dengan lembut.
"Semoga saja, Bi" gumam Elsa penuh harap.
"Tunggu, kamar Robin tidak pernah di kunci 'kan?" tanya Elsa kemudian.
"Tidak pernah, setelah Den Robin pergi kamarnya akan di bersihkan jadi tidak di kunci," jawab Bi Sum.
"Ikut yuk, Bi." Elsa langsung menarik tangan Bi Sum dan membawanya ke kamar Robin.
Elsa memperhatikan setiap sudut kamar Robin yang di dominasi warna hitam putih "Se-maskulin itu dia," gumam Elsa.
"Kita mau ngapain disini, Sa?" tanya Bi Sum bingung.
"Entahlah, cari bukti, cari id card-ku, cari apa saja yang bisa membuatku keluar dari masalah ini," kata Elsa sembari membuka laci satu persatu namun Elsa tidak menemukan apapun.
"Sialan, dimana dia menyimpan barang-barangku?"
.........
"Itu bukannya Hannah dan Jimmy?" gumam Robin yang saat ini sedang menyetir, ia melihat Jimmy dan Hannah di pinggir jalan dan keduanya tampak bersitegang. Melihat Jimmy membuat Robin kembali teringat dengan Elsa, Robin pun menepikan mobilnya didekat Jimmy dan Hannah.
"Anak kamu itu kangen sama kamu, Jim!" seru Hannah "Kamu tidak bisa pulang apa? Huh?" teriak Hannah.
"Kamu itu pasti masih berhubungan sama Elsa 'kan?" tuduh Hannah "Makanya kamu itu tidak pernah pulang, lupa sama istri dan anak kamu!" serunya.
"Kamu sendiri yang pergi dari rumah, Han!" balas Jimmy kemudian ia menoleh ke kanan-kiri "Sebaiknya kita bicarakan ini di mobil, malu di liatin orang!" desis Jimmy dan ia hendak menarik tangan Hannah namun Hannah menepisnya.
"Hannah!!!" geram Jimmy.
"Apa?" teriak Hannah "Lihat saja ya, Jim. Akan aku hancurkan selingkuhan mu itu!" desis Hannah yang membuat Jimmy menghela nafas berat.
"Aku sudah tidak ada hubungan dengan Elsa, Han!" seru Jimmy "Dia sudah memblokir contact aku, kita sudah putus saat dia tahu aku sudah menikah. Jadi jangan bawa-bawa dia lagi, Hannah!" seru Jimmy namun sepertinya Hannah tetap tidak percaya
Sementara itu, Robin yang baru saja keluar dari mobil mendengar apa yang di katakan oleh Jimmy dan Robin sangat terkejut, karena itu artinya Elsa pun tak mau jadi wanita simpanan.