After Darkness

After Darkness
Episode 144



Bu Anita terus menggerutu di sepanjang perjalanan pulang setelah acara makan malam bersama Vany dan Mayra, sementara Robin bersikap biasa saja seolah tak berdosa padahal dia telah menghancurkan rencana makan malam yang indah itu.


Bagaiamana tidak hancur? Mayra sudah sangat menyambut perjodohan mereka dengan riang gembira namun Robin justru mengaku ia telah memiliki Elsa dan saat ini Elsa sedang mengandung anak mereka.


Bagai di sambar petir di siang bolong, itu lah yang di rasakan Mayra dan Vany.


"Maaf, aku tidak mungkin memulai hubungan dengan wanita lain sementara aku sudah memiliki wanitaku sendiri dan saat ini dia sedang mengandung anakku."


Bu Anita masih ingat dengan sangat jelas ekspresi wajah Vany dan Mayra saat Robin mengucapkan hal itu dengan begitu entengnya, Robin bahkan tidak memperdulikan tatapan tajam sang mama dan tidak juga memberinya kesempatan untuk menyela ucapan Robin.


"Kamu itu benar-benar gila ya, Rob. Kurangnya Mayra apa coba? Kamu malah menolak dia mentah-mentah cuma demi wanita itu?" Robin menghela napas panjang mendengar apa yang di katakan mamanya untuk yang kesekian kalinya itu.


"Wanita itu siapa sih, Ma? Elsa? Apa yang salah dengan Elsa? Aku hanya berkata dengan jujur pada mereka," sungut Robin yang juga sudah mulai kesal. "Dan mama itu kenapa main jodoh-jodohin aku begitu saja? Tanpa izin aku, Mama fikir ini zaman Siti Nurbaya?"


"Mama cuma mau kamu dapat pasangan yang baik, Rob. Mama tidak mau kamu salah memilih yang akan membawamu pada perceraian seperti Mama dan papamu," lirih Bu Anita dengan suara yang bergetar, dulu pernikahannya juga di dasari cinta dan itu membuatnya lupa untuk menyadari sifat asli pasangannya.


Sementara Robin hanya bisa tersenyum tipis, ia menggenggam tangan mamanya itu dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih di setir dan Robin mengerti apa yang sebenarnya di maksud sang mama.


"Ma..." Robin berkata dengan lembut. "Aku mengerti, tapi bukan berarti Mama bisa menyamakan aku seperti Mama atau pun Papa."


"Memangnya hubungan kamu sama Elsa sudah sejauh apa, Rob?" Tanya Bu Anita kemudian dengan penasaran.


"Hubungan kami jauh lebih baik dari sebelumnya, Ma," jawab Robin dengan jujur. "Bahkan aku ingin menikahinya."


"Robin...." Bu Anita mendesis tajam, merasa tak percaya dengan apa yang Robin ucapkan.


"Selama ini, Elsa tidak salah apapun sama kita, Ma. Justru kita yang salah sama dia, kita salah faham dan kita sudah membuat dia menderita, tapi Elsa tidak balas dendam meskipun ribuan kali dia menggertak kita dan mengatakan akan balas dendam, tapi buktinya? Sampai sekarang dia tidak pernah menyakiti kita."


.........


Elsa menggoyang-goyangkan kakinya yang selonjoran di atas sofa, sesekali ia berdecak kesal karena Robin tak juga pulang padahal sudah hampir jam 10 malam dan Elsa kelaparan meskipun di rumah banyak makanan, Elsa hanya ingin memakan makanan yang di bawa Robin apalagi tadi Robin memberi tahu kalau dia membawa seafood.


Tak lama kemudian yang di tunggu pun datang dan Elsa langsung menyambutnya dengan tatapan tajam dan bibir yang mengerucut.


"Kenapa cemberut? Seperti istri yang memergoki suaminya selingkuh saja," goda Robin karena ia tahu alasan Elsa merajuk.


"Yang membuat wanita merajuk bukan hanya karena memergoki suaminya selingkuh tapi bisa juga karena kelaparan. Aku lapar, tahu?" Sungut Elsa.


"Di rumah banyak makanan," balas Robin.


"Tapi aku mau seafood," ujar Elsa lagi. "Panasin gih, aku mau pipis dulu!"


"Huh?"


Tbc...