
"Aku tidak mau tahu, kamu harus pecat wanita ular itu, sejak pertama kali ketemu dia aku sudah bisa merasakan aura mistis dia," tukas Elsa yang saat ini sedang menyusui Baby Arjun.
Mereka masih dalam perjalanan pulang setelah makan malam dan selama dalam perjalanan, Elsa terus mengoceh tentang ketidak suka'annya pada Joanna.
"Aura mistis? Kamu fikir dia setan?" Tanya Bu Anita sambil terkekeh. Ia duduk di belakang, sementara Elsa duduk di depan, di samping Robin.
"Setan masih jauh lebih baik, Ma. Setidaknya setan tidak berpura-pura baik dan tidak berpura-pura menolong, dia menyesatkan terang-terangan dan nyata," jawab Elsa sambil menoleh pada ibu mertuanya itu.
Robin dan Bu Anita yang mendengar ucapan Elsa yang terbilang bar-bar itu tentu langsung tertawa.
"Tapi tidak profesional juga memecat orang hanya karena masalah pribadi, Sa. Apalagi kinerja Joanna itu sangat baik selama ini, dia banyak membantu Robin," tukas Bu Anita.
"Kok Mama malah belain dia?" Elsa bertanya dengan ketus.
"Bukan belain, tapi dunia bisnis memang seperti ini. Urusan pribadi itu tidak penting dan tidak bisa di campur adukan, tapi kalau memang kamu merasa sangat khawatir jika suamimu dekat dengan Joanna. Biar nanti Mama bicara sama papanya Robin dan meminta supaya Joanna menjadi sekretaris dia saja. Dengan begitu kamu bisa tenang, tidak perlu cemburu apalagi takut pada Joanna."
Elsa tersenyum senang mendengar jawab ibu mertuanya itu, sementara Robin hanya geleng-geleng kepala.
Lihatlah! Mamanya perduli pada perasaan Elsa walaupun terkadang mereka seperti Tom and Jerry.
Sesampainya di rumah, Elsa memaksa Baby Arjun melepaskan mulutnya dari sumber kehidupannya itu karena ia terus menyedot tanpa henti.
"Mungkin dia haus," kata Robin sembari mengelus kening putranya itu yang berkerut.
"Iya, kalau malam suka begini," jawab Elsa. Keduanya pun turun dari mobil setelah Elsa merapikan pakaiannya. Begitu pun dengan Bu Anita, ia membawakan tas Elsa yang berisi beberapa barang Baby Arjun bahkan Bu Anita membawakan tas itu ke kamar Elsa.
.........
Keesokan harinya, Bu Anita menghubungi pak Andrew dan mengajaknya bertemu. Tentu saja pak Andrew senang walaupun ia tahu alasan mantan istrinya itu mengajak bertemu hanya intuk membicarakan pekerjaan.
Bu Anita menyampaikan keluhan Elsa tentang Joanna, dan Bu Anita meminta mantan suaminya itu mencarikan solusi untuk masalah itu.
"Aku hanya tidak ingin sampai ada ketegangan dalam rumah tangga mereka, biasanya kalau wanita sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan wanita lain, itu bisa memicu masalah." Bu Anita berkata dengan suara lirih.
Awalnya ia juga seperti itu, merasa tidak nyaman dengan semua rekan kerja wanita mantan suaminya dan itu adalah penyiksaan batin yang luar biasa untuknya hingga akhirnya sang suami benar-benar berpaling.
"Baiklah, aku akan mengurusnya, jangan khawatir," tukas Pak Andrew meyakinkan. "Kebahagiaan Robin dan Elsa adalah yang terpenting sekarang, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu mereka." lanjutnya.
Bu Anita melirik arlojinya, kemudian ia tersenyum tipis dan berkata. "Kalau begitu aku pulang dulu."
"Apa kau tidak merencanakan bulan madu untuk Robin dan Elsa?" Tanya Pak Andrew sebelum Bu Anita pergi.
"Aku sudah menawarkan itu pada mereka, tapi mereka tidak mau. Katanya masih ingin fokus mengurus si kecil," jawab Bu Anita. Pak Andrew pun hanya mengangguk mengerti.
.........
Sementara di rumah, Elsa sedang membereskan lemarinya, ia mengeluarkan pakaian yang sudah tak terpakai lagi dan berniat akan menyumbangkannya untuk orang yang membutuhkan.
Di atas ranjang, Robin menemani baby Arjun, mengajaknya bercanda bahkan sesekali mengajukan pertanyaan dan ia pun menjawabnya sendiri.
"Sayang, ini apa sih?" Robin mendongak saat mendengar pertanyaan Elsa dan matanya membulat sempurna saat ia melihat Elsa yang mencoba membuka tas yang sengaja Robin simpan, tas yang berisi pakaian Elsa.
"Aaa ... barang," jawab Robin dan ia segera melompat dari ranjang kemudian merebut tas itu dari tangan Elsa.
"Barang apa? Mencurigakan!" Elsa menyipitkan matanya pada Robin, sementara Robin hanya cengengesan.
"Coba sini! Aku mau lihat!" Elsa merebut tas itu dengan paksa, Robin mencoba menghentikannya namun Elsa sudah berhasil merebutnya.
Elsa membuka tas itu dan ia menganga melihat apa yang ada di dalam sana.
*Tbc...
Hem, gimana reaksi Elsa kalau tahu Robin masih menyimpan bajunya yang robek itu, ya?
Okay, sambil menunggu jawabannya. Yuk, mampir ke kisah Ananiya Alira, Daniel Agra dan Ryan Reiner*.