
"Els, bagaimana kalau kita menikah saja?"
Kedua bola mata Elsa langsung membulat sempurna mendengar apa yang di tanyakan Robin, ia menoleh dan hal itu membuat wajahnya begitu dekat dengan wajah Robin.
Keduanya terdiam dengan tatapan yang begitu sulit di artikan, dan untuk pertama kalinya, keduanya saling menatap tanpa tatapan permusuhan dan kebencian.
"Aku mohon, Els..." lirih Robin memelas. "Karena tidak mungkin selamanya kita bisa menyembunyikan kehamilan kamu." lanjutnya.
"Aku tidak mau," jawab Elsa lirih yang membuat hati Robin terkesiap. "Lagi pula, kamu hanya menginginkan bayi ini, sementara aku sama sekali tidak menginginkannya. Jadi pernikahan? Untuk apa?"
Robin tak menjawab Elsa, ia hanya menatap ibu dari calon bayinya itu dengan nanar. "Setelah aku melahirkan anak ini, aku akan pergi dari hidup kamu, dari hidup kalian semua." setelah mengucapkan hal itu, Elsa langsung beranjak dari tempat duduknya dan ia kembali ke kamarnya, sementara Robin hanya bisa terdiam mematung di tempatnya sambil tersenyum tipis.
"Seharusnya aku tidak perlu bertanya, dia tidak mungkin mau menikah denganku, bodoh sekali!"
.........
"Elsa sudah telfon?" Tanya Pak Malik yang baru saja pulang setelah seharian bekerja.
"Sudah, Mas. Ada apa?" Tanya Bu Isna sembari menutup jendela karena hari sudah petang.
"Tidak apa-apa, aku cuma khawatir dengan keadaan Elsa. Waktu dia berangkat, kondisinya masih tidak sehat, apa dia juga sudah mulai bekerja?" Tanya Pak Malik lagi.
"Sudah," jawab Bu Isna singkat.
"Tadi aku telfon Elnaz, aku kasih tahu kalau Elsa bekerja di Jakarta, dan Elnaz ternyata tidak tahu apa-apa," tukas Pak Malik kemudian.
"Ya mungkin Elsa belum cerita, hubungan mereka masih kaku, Mas."
.........
Bu Anita mencoba menghubungi Robin beberapa kali, namun ia tidak mendapatkan jawaban. Ia juga mengirimkan pesan singkat namun juga tau ada balasan. Bu Anita pun menghubungi Joanna untuk menanyakan keberadaan Robin.
"Pak Robin hari ini tidak ke kantor, Bu. Semua jadwal dia hari ini juga di cancel," ucap Joanna yang membuat Bu Anita menghela napas panjang.
"Menurutmu dia kemana, Jo? Soalnya akhir-akhir ini dia memang sering menghilang, kalau pulang juga malam," tukas Bu Anita.
"Mungkin dia menginap di apartementnya, Bu," jawab Joanna.
"Di apartement apa?" Tanya Bu Anita karena ia memang tidak tahu kalau Robin membeli apartement.
"Di apartement barunya, Bu. Beberapa hari yang lalu, pak Robin juga meminta saya membuat surat kontrak kerja untuk Elsa Karina."
"Apa? Elsa Karina? Kirim alamat apartementnya, Jo!"
...... ...
Pertanyaan Robin tentang pernikahan membuat Elsa kembali merasa kesal pada pria itu, karena ia benar-benar tidak akan mau menikah dengan pria yang telah membuat hidup Elsa seperti di neraka.
"Aku benar-benar tidak habis fikir, bagaimana bisa dia dengan berani mengajakku menikah?" Geram Elsa. "Aku bahkan tidak menginginkan bayi ini, jika bisa, aku akan membunuhnya saja."
...... ...
Robin yang baru memeriksa ponselnya terkejut melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari mamanya dan juga beberapa pesan singkat yang menanyakan keberadaan Robin.
Baru saja Robin hendak menghubungi mamanya, terdengar suara bel pintu dari luar. Robin mengernyit, berfikir siapa yang datang di jam segini.
Tbc...