
Robin pergi bersama Joanna untuk mencari hadiah ulang tahun untuk Mama nya, dan Robin memang tidak tahu harus membelikan apa apalagi sudah lama sekali ia tidak pernah merayakan ulang tahun sang Mama. Saat ini keduanya sedang berada dalam mobil dengan Robin yang menyetir sendiri.
"Kira kira mau beli apa ya?" tanya Robin bingung pada Joanna.
"Bagaiamana kalau satu set perhiasan?" saran Joanna dengan antusias. Yah, wanita mana yang tidak suka satu set perhiasan?
"Itu bukan sesuatu yang spesial, Mama sudah punya banyak perhiasan" jawab Robin.
"Bagaiamana kalau sepatu? Semua wanita suka sepatu mahal" ujar Joanna sambil tersenyum lebar. Sebagai wanita, ia pun memang sangat menyukai wanita mahal.
"Mama belum bisa jalan, membelikan dia sepatu itu sama saja menyindir dia" jawab Robin sedih yang membuat Joanna langsung merasa salah tingkah.
"Terus apa dong, Pak?" tanya Joanna merengek.
"Katanya kamu bisa bantuin, karena kalian sama sama wanita. Tapi saran mu dari tadi lebih ke materi, Mama tidak akan terkesan dengan hal seperti itu" kata Robin yang membuat Joanna cengengesan karena apa yang dikatakan memang benar, Joanna akan sangat senang dengan hadiah berupa materi seperti itu.
Robin terus melajukan mobilnya hingga pandangan nya tertuju pada toko bunga, Robin pun segera pergi kesana.
"Mau beli bunga, Pak?" tanya Joanna.
"Iya, yang bisa di tanam" kata Robin.
"Buat apa? Mau buat kebun bunga?" tanya Joanna penasaran dan Robin hanya menggumam.
..........
"Stop, Pak..." seru Elsa pada sopir taksi saat ia melewati restaurant dan sopir taksi pun langsung menghentikan laju mobil nya.
"Kenapa berhenti, Sa?" tanya Bi Sum "Ini sudah mau siang loh"
"Sa, ini sebenarnya restaurant nya Tuan" kata Bi Sum yang langsung membuat langkah Elsa terhenti.
"Maksudnya? Ini restaurant punya Oak Andrew?" tanya Elsa dan Bi Sum langsung mengangguk.
"Oh begitu, aku memang dengar dia punya restaurant tapi aku tidak pernah tahu. Jadi ini restaurant nya" kata Elsa sembari memperhatikan restaurant didepan nya itu "Bagus juga, semoga saja makanannya enak"
"Kita beneran mau makan disini? Nanti di cariin Nyonya, Sa" kata Bi Sum setengah berbisik.
"Kita belum sarapan lho, Bi. Dari pada kita mati kelaparan di tengah jalan" kata Elsa santai dan ucapannya itu terdengar oleh Rion, sang manager restaurant.
Rion baru saja sampai di restaurant dan ia berjalan santai di belakang Elsa, saat mendengar ucapan Elsa tadi, Rion langsung tersenyum geli dan penasaran pada wanita di depannya ini. Ia pun melangkah mendahului Elsa dan menyapa nya
"Halo, selamat..." Ucapan Rion terhenti saat ia melihat wajah Elsa yang sangat tak asing.
"Elsa Karina?" tanya Rion.
"Kamu siapa?" tanya Elsa dingin yang membuat Rion terkekeh.
"Oh, perkenalkan..." Rion mengulurkan tangannya pada Elsa namun Elsa tak langsung menyambutnya, ia hanya melirik tangan Rion sekilas membuat Rion merasa salah tingkah dan langsung menarik tangannya kembali.
"Saya Rion, Elsa. Manager restaurant ini" ujar Rion kemudian.
"Oh begitu, kamu bisa siapkan menu terbaik di restaurant ini? Aku sangat lapar, dan aku bosan dengan masakan rumah Bi Sum" ujar Elsa yang membuat Bi Sum meringis, begitu juga dengan Rion.
"Ya Tuhan, dia sangat arogan"