After Darkness

After Darkness
Episode 46



"Aku baik baik aja, Ma. Cuma ponsel ku rusak," kata Elsa yang saat ini sedang berbicara di telfon dengan kedua orang tuanya.


"Kata Elnaz, kamu ada telfon dia kemarin?" tanya sang Mama dari seberang telfon.


"Iya, Ma. Papa Mama jangan khawatir ya, aku sama Elnaz sudah baikan," kata Elsa sambil tersenyum.


"Terus bagaimana pekerjaan kamu di sana, Sa? Kamu betah? Tempat tinggal mu aman 'kan?"


"Iya, Ma. Semuanya aman, aku juga betah di sini."


"Nanti Mama kesana ya, Sa. Kalau Papa ada waktu libur,"


Elsa langsung terdiam dan ia pun merasa cemas, Elsa memijit pelipisnya dan menarik nafas dalam dalam.


"Sa, kenapa diam? Kamu kan masih di Surabaya juga, jadi Mama ingin sesekali menjenguk kamu, Sa," kata Bu Isna yang membuat Elsa merasa bingung, tak tahu harus menjawab apa.


"Elsa!"


"I_iya, Ma. Nanti saja ya, em karena sekarang itu aku banyak sekali pekerjaan, kan namanya juga baru kerja, Ma," jawab Elsa.


"Kamu belum kasih tahu kamu tinggal dimana, Sa. Terus kamu kerja di perusahaan apa, di bagian apa, alamat kantornya dimana." Elsa semakin merasa bingung harus menjawab apa, kantor apa? perusahaan apa? Ia menjadi Pembantu sekarang.


"Sa, kamu sehat 'kan? Dari tadi kamu diam terus, apa kamu ada masalah?"


"Tidak ada, Ma. Cuma aku sedang sangat sibuk saja," ujar Elsa dengan suara lirih.


"Ya sudah kalau kamu sibuk, Nak. Nanti telfon kalau kamu ada waktu saja, ya."


"Hem, maaf ya, Ma. Aku janji nanti akan bawa Mama ke tempat kerja ku, biar Mama tidak cemas lagi," kata Elsa berharap Mamanya percaya.


"Iya, Nak. Yang penting kamu jaga kesehatan dan yang paling penting jaga pergaulan kamu, Mama tidak mau kamu salah memilih teman lagi,"


"Iya, Ma."


Saat Elsa sibuk memikirkan hal itu, tiba tiba Bi Sum masuk ke kamarnya yang membuat Elsa terkejut.


"Ada apa, Bi?" tanya Elsa.


"Sa, mau ikut ke supermarket?" tawar Bi Sum.


"Malas ah, Bi." Elsa menjawab sambil menarik guling dan memeluknya "Memangnya Nyonya besar mu itu sudah selesai makan?"


"Sudah, Ati sudah mengurus Nyonya," jawab Bi Sum.


"Kok tumben, biasanya teriak teriak panggil aku," gumam Elsa.


"Ya sudah, ayo ikut. Biar kamu juga tidak sumpek di rumah terus," seru Bi Sum dan seketika Elsa langsung duduk tegak.


"Ayo, Bi!" ajak Elsa semangat.


Tentu saja Elsa sangat semangat, ia berharap bisa membuat fikiran nya lebih tenang, sekalian belanja untuk dirinya sendiri.


...


"Kita mau belanja apa saja?" kata Elsa yang mengekori Bi Sum memasuki supermarket.


"Banyak, ayam, daging, telur dan lainnya. Kalau kamu mau apa, ambil saja, Sa," ucap Bi Sum dan Elsa hanya mengangguk.


"Bi, beli nugget dong. Di rumah tidak ada nugget, jadi kalau kita lapar mendadak, tidak makan telur terus, bisa alergi lama lama, Bi." seru Elsa yang membuat Bi Sum terkekeh.


"Iya, ambil saja." jawab Bi Sum yang membuat Elsa merasa senang.


Namun saat ia hendak mengambil nugget, tiba tiba seseorang menarik rambutnya dan menampar wajah Elsa dengan sangat keras.