After Darkness

After Darkness
Episode 27



"Sudah aku bayar..." seru Elsa yang tiba tiba datang sambil mencomot kue nya dan memakannya sambil tersenyum.


"Els, berani sekali kamu...!" geram Robin dan ia hendak merebut kue itu namun Elsa segera melangkah mundur.


"Eits, siapa yang bayar siapa yang punya" kata Elsa kemudian sekali lagi ia mencomot kue itu dan memasukkan nya ke dalam mulut nya sambil menatap Robin dengan intens, membuat Robin semakin marah.


"Elsa..." geram hendak merebut kue itu kembali namun Elsa dengan cepat berlari menuruni tangga sambil tertawa puas. Tak lupa ia terus mencomot kue itu tidak perduli dengan mulutnya yang belepotan bahkan sampai ke pipi nya.


"Kuenya enak sekali ternyata, hmm nyam nyam" teriak nya di sela tawa renyahnya itu.


"Elsa, berhenti kamu! Awas saja kau ya!" seru Robin yang mengejar Elsa.


Sementara Elsa berlari ke dapur dan dengan cepat mengambil pisau daging. saat Robin sampai juga di dapur, Elsa langsung menodongkan pisau itu.


Yah, itu adalah cara baru Elsa mengancam Robin karena terakhir kali Robin tidak bergerak saat Elsa menodongnya dengan pisau. Tentu saja, karena Robin tahu itu berbahaya.


"Elsa, kamu mau jadi kriminal, huh?" seru Robin sembari menatap ngeri pisau daging yang di pegang Elsa.


"Tidak, aku hanya mau memotong kue" kata Elsa sambil tersenyum licik kemudian ia meletakkan kue nya di meja dan langsung memotongnya menjadi dua bagian dengan pisau itu seolah memotong daging, membuat Robin langsung terperangah.


"Elsa!" teriak nya marah.


"Oops, ke potong" kata Elsa ber-akting kaget kemudian ia kembali melemparkan senyum puas nya.


PLakk


Satu tamparan yang sangat keras mendarat di pipi putih Elsa yang belepotan dengan kue sampai membuat pipi Elsa memerah, perih dan sakit. Elsa langsung mengeras kan rahangnya dan menatap tajam Robin sembari memegang pipinya.


Sementara Robin, ia pun tampak terkejut dengan apa yang sudah ia lakukan namun itu hanya sepersekian detik. Di detik selanjutnya ia kembali menampilkan wajah arogan nya.


"Pria macam apa yang menampar wanita hanya gara gara kue?" desis Elsa kemudian ia mengambil kue itu dan melempar nya ke lantai dengan emosi yang menggebu, tentu membuat Robin semakin marah.


Kue itu ia pesan khusus untuk Mama nya, setelah sekian lama ini pertama kalinya ia bisa memberikan kejutan ulang tahun karena sejak Robin tinggal di kontrakan, ia tidak pernah memberikan kejutan apapun untuk Mama nya.


"Kamu benar benar kurang ajar, Els!" seru Robin dan kembali ia mencengkram pipi Elsa, membuat Elsa meringis sakit


"Kamu tidak bisa menghargai orang, huh? Aku pesan kue itu khusus buat Mama, kamu tidak di ajari cara menghargai orang sama Mama mu, heh?" seru nya dengan emosi yang begitu menggebu.


Elsa menyingkirkan tangan Robin dan mendorong dada Robin dengan kuat sampai Robin melangkah mundur sehingga kaos yang Robin kenakan terkena kue dari tangan Elsa.


"Kamu lupa, siapa yang bayar kue itu, huh? Aku..." teriak Elsa di depan wajah Robin "Kamu mau buat kejutan buat Mama mu? Modal dong!" lanjutnya yang membuat Robin terperangah. Ia sudah membuka mulut nya untuk meneriaki Elsa namun dengan cepat Elsa berlari keluar dari dapur, mencari aman.


"Sialan" geram Robin sembari memperhatikan tangan dan kaosnya yang kini sudah ternoda "Kenapa dia nakal sekali, awas saja pembalasan ku nanti!"


Tbc...