After Darkness

After Darkness
Episode 124



Keesokan paginya, Robin bersiap pergi ke apartment pagi-pagi sekali karena semalaman ita terus memikirkan Elsa, apakah wanita itu sudah makan atau tidak, apakah dia selalu di apartement atau pergi keluar tanpa izin Robin seperti biasa, apakah Elsa terbangun di tengah malam karena lapar dan apa yang dia makan.


"Kamu mau pulang sepagi ini, Rob?" Tanya Bu Anita namun ia tidak terlihat keberatan seperti dulu, ia sudah terbiasa dengan kepergian Robin demi Elsa.


"Iya, Ma. Aku takut Elsa tidak sarapan dengan benar, biasanya dia itu enteng dan tidak memperhatikan asupan gizinya," jawab Robin sembari memasang jaketnya.


"Ya ingatkan dia lah, Rob. Kalau jadi ibu itu tidak boleh egois, harus ingat kalau ada anak dalam rahimnya yang perlu di jaga," tukasnya dengan ketus yang membuat Robin tersenyum samar, karena meskipun nada bicara mamanya selalu ketus, namun ucapannya itu menandakan ia perduli pada Elsa.


"Iya, Ma. Aku sudah ingatkan dia, namanya juga masih wanita muda," ucapnya yang membuat ibunya itu mendelik.


"Dia sudah tua, Rob. Sudah di atas 25 tahun, sudah akan punya anak juga, seharusnya sudah sadar diri, bukannya seenaknya begitu."


"Iya, Ma. Mama doakan saja semoga Elsa sadar diri," balas Robin yang membuat mamanya tertawa hambar.


"Untuk apa Mama mendoakan wanita itu?" sinisnya namun Robin tak lagi kesal atau sakit hati, ia pun sudah terbiasa dengan kesinisan ibunya itu.


"Okey," jawab Robin santai kemudian ia mengacup pipi sang Mama sebelum pergi dari rumah.


"Dasar aneh, belum juga menjadi suami, tapi sudah bersikap seperti suami," gerutu bu Anita. "Jangan-jangan dia beneran di pelet sama Elsa?"


.........


Elsa membuka kulkas dan mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya yang sudah sangat kelaparan, sebenarnya isi kulkasnya sangat lengkap, buah, daging, sayur, telur, namun Elsa sangat malas untuk mengolah makanan mentah. Alhasil, ia hanya mengambil buah kiwi dan pir untuk menu sarapan kemudian Elsa mencuci buah itu, saat serius mencuci, tiba-tiba....


"Elsa...!"


"Ah!"


Elsa terlonjak kaget saat mendengar suara Robin yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


"Kamu cuma sarapan buah itu?" Tanya Robin sembari mendekati Elsa.


"Hem," jawab Elsa, ia mengelus dadanya yang berdebar karena masih terkejut.


"Kamu tidak mau sarapan yang lain?" Tanya Robin dengan lembut. "Di kulkas kan bahan lengkap." lanjutnya.


"Oke," jawab Robin akhirnya yang membuat senyum langsung mengembang lebar di bibir Elsa.


"Terima kasih, biar aku ambilkan ikannya," tukas Elsa dengan girang yang membuat Robin semakin melongo, apalagi setelah sekian lama mereka menjaga jarak.


"Apa dia salah minum obat?" Tanya Robin dalam hati, namun ia senang dengan sikap Elsa yang sekarang.


"Masih beku, tunggu sebentar lagi," kata Robin setelah Elsa memberikan ikan salmon itu padanya.


"Tapi aku sudah lapar," rengek Elsa memasang wajah memelasnya.


"Biar aku potongkan buahmu dulu," kata Robin masih dengan lembut, lagi-lagi wajah Elsa langsung berbinar.


Elsa berdiri di samping Robin, memperhatikan Robin yang mengupas buah pir kemudian memotongnya.


"Kenapa berdiri di situ? Tunggu saja di meja sana," tukas Robin dengan tenang namun Elsa justru merasa kesal.


"Kamu ngusir aku?" Tanyanya yang membuat pupil mata Robin langsung melebar, tak habis fikir dengan tuduhan tak beralasan itu.


"Bukan begitu, Els. Aku hanya kasihan kalau kamu berdiri terus, tapi kalau kamu mau berdiri di sampingku terus sih tidak apa-apa juga," ucap Robin yang tampaknya salah lagi di mata Elsa


"Siapa juga yang mau berdiri di samping kamu?" Ketus nya kemudian ia pergi dari samping Robin, membuat Robin benar-benar melongo seperti orang bodoh.


"Dia benar-benar salah makan sepertinya."


Tbc...


Hai akak akak pembaca...


Sambil menunggu Elsa, mampir dulu di cerita SkySal yang pasti engga kalah gumushnya ini. Mulai hari ini akan up setiap hari!