After Darkness

After Darkness
Episode 125



"Kamu... Mau bekerja hari ini?" Tanya Elsa sembari menikmati salmon panggang buatan Robin dengan sangat lahap.


"Hem," jawab Robin tanpa menatap Elsa dan sekarang ia pun kini sedang menikmati menu sarapannya itu.


"Cuek amat jawabannya, nggak suka ya aku tanya-tanya?" Tanya Elsa ketus yang membuat Robin langsung mendongak, Elsa sudah terlihat cemberut dan menatap Robin penuh permusuhan yang membuat Robin melongo.


"Pagi ini kamu sensitif banget, kenapa?" Tanya Robin akhirnya yang justru membuat Elsa terlihat semakin kesal.


"Kamu kok nuduh aku sensitif? Aku kan cuma tanya, kalau tidak suka di tanya ya bilang aja," sungutnya yang membuat Robin semakin bingung. Ia meletakkan sendok garpunya di piring kemudian meneguk air putih untuk menenangkan diri sebelum ia ikutian emosi.


Robin berfikir Elsa masih marah padanya, makanya mencari-cari kesalahannya."Kalau begitu, sebaiknya aku pergi saja dari pada bertengkar lagi." fikir Robin.


"Aku tidak bermaksud begitu, Els," jawab Robin akhirnya. "Em ya sudah, aku ke kantor sekarang ya." lanjutnya yang justru membuat mood Elsa semakin rusak.


"Kamu kenapa sih, kayak nggak betah banget di rumah. Di hari libur aja kamu sibuk, kalau nggak sibuk bekerja, sibuk ke kerumah mamakmu, kamu nggak suka satu rumah kamu?" sungut Elsa yang membuat Robin lagi-lagi hanya bisa melongo seperti orang bodoh, bahkan ia hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah dan menatap Elsa dengan memelas.


" Tuhan, apalagi salahku?" batinnya berteriak lesu


"Els, kamu sebenernya kenapa sih?" Robin bertanya dengan setengah menggeram, kesal juga menghadapi Elsa yang mood nya tidak karuan ini.


"Kok kamu bentak aku?" Elsa berkata dengan lantang namun suaranya bergetar, bahkan matanya memerah dan berkaca-kaca, seolah ia menahan tangis dan tentu hal itu membuat hati Robin tercubit.


"Els, aku tidak bermaksud membentakmu," ujar Robin dan ia memang merasa tidak membentak Elsa.


"Ya udah, kalau kamu mau bekerja, pergi aja sana! Tidak usah pulang sekalian!" Bentak Elsa kemudian ia membawa piringnya ke kamar, Elsa bahkan membanting pintunya dengan keras yang membuat Robin terlonjak.


"Astaga, apa dia kerusakan?" Gumam Robin kesal, ia menatap sisa ikan salmonnya yang sebenarnya sangat enak namun sekarang ia sudah tidak selera makan.


Robin pun membereskan meja makan dengan kesal, dan tak lama kemudian terdengar suara dering ponselnya yang membuatnya tambah kesal lagi. Robin menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa si penelpon


"Halo? Apa?" Ketusnya.


"Rob, ada apa?" Robin langsung melotot terkejut saat mendengar suara sang mama.


"Iya, ini Mama, kenapa sih? Kamu sibuk?"


"Nggak, cuma lagi mau nyuci piring," jawab Robin lesu.


"Kamu tidak ke kantor? Sudah siang loh,"


"Hari ini aku tidak ke kantor sepertinya, Ma. Elsa marah-marah tidak jelas, aku takut dia melakukan sesuatu yang aneh," jawab Robin sembari meletakkan ponselnya di dekat wastefel setelah ia mengaktifkan loudspeaker nya. Kemudian Robin pun mulai mencuci piring.


"Astaga, Rob. Kamu itu anak orang kaya, tapi kamu nyuci piring? Si Elsa kemana? Kurang ajar sekali dia nyuruh kamu nyuci piring."


"Ma, dia tidak menyuruh, ini mau aku sendiri. Dan tadi sudah aku bilang, Elsa itu marah-marah tidak jelas dari tadi." gerutu Robin.


"Oh, mungkin itu cuma karena hormon kehamilannya kali, Rob. Orang hamil biasanya gitu, sensitif, mood nya naik turun, jadi kamu maklumi saja, kamu jangan ikut emosi, sabar saja."


"Kok Mama malah belain Elsa?" Tanya Robin kesal.


"Ya bukan belain, ngapain Mama belain wanita itu. Mama cuma kasih tahu kamu kalau orang hamil biasanya begitu. Lagian ya, ngapain sih kamu cuci piring? Seperti tidak mampu menggaji pembantu saja, biar nanti Mama kirim Ati kesana, biar mengurus rumah."


"Oke lah, ide bagus."


Tbc...


*Hayo...


Siapa yang masih jadi pembaca ghaib? Jangan gitu dong, 🙄


Kasih like, comment, gift dan vote.


Btw, mampir juga kesini. Dan semua novel on going SkySal itu pasti up setiap hari, hanya demi dirimu. 😘*