After Darkness

After Darkness
Episode 128 - Hanya Untukmu Yg Dewasa



Elsa mengerang lirih saat Robin mencumbu lehernya dengan begitu intens, meninggalkan jejak basah yang memberikan glenyar aneh di perutnya.


Elsa menarik rambut Robin, menjambaknya penuh gairah sebelum akhirnya ia menekan Robin ke lehernya sementara Elsa mendongak, memberikan akses lebih pada Robin untuk meng-ekspor lehernya yang jenjang itu.


Elsa melenguh saat Robin menghisap kulit lehernya yang sensitif, darahnya berdesir, seperti ada gulungan ombak di perutnya, bahkan pusat dirinya pun berdenyut, seperti menginginkan sesuatu disana, bahkan tanpa sadar, ia mengangkat pinggulnya hingga menyentuh bukit gairah Robin yang mengeras di dalam celananya.


Robin mengerang saat merasakan gesekan itu, miliknya berkedut, menggeliat, dan sakit, seolah meminta di bebaskan dari sarangnya namun Robin tidak mau terburu-buru, ia ingin menikmati setiap detik percintaannya ini.


Ciuman Robin turun, berhenti di belahan buah yang menggantung indah di dada Elsa, yang masih setengahterbungkus kain mungil, Robin memainkan lidahnya disana, memberikan kecupan basah yang membuat Elsa kembali mengerang lirih, dan sekali lagi Robin menghisap kulit mulus itu, yang sudah pasti meninggalkan tanda kepemilikan disana.


Napas Robin begitu berat, apalagi saat ia mengangkat wajahnya dan menatap Elsa yang menampilkan ekspresi bak wanita yang haus belaian.


Robin menyingkirkan benda terakhir yang menutup bagian atas tubuh wanita yang kini berada di bawah kungkungannya itu. Wajah Elsa merona, dan ia menutup dadanya itu dengan tangannya namun Robin langsung menyingkirkan tangan Elsa dengan lembut.


"Apa lagi yang perlu kamu tutup, Els? Aku sudah melihat semuanya, bahkan sudah ada janinku di sini...." tangan panas Robin membelai perut bawah Elsa yang langsung membuat Elsa terkesiap dan meremang, Robin mengelusnya dengan lembut, dan perlahan elusan itu turun, menyelinap nakal di balik kain segitiga yang menutupi bagian bawah Elsa.


"Acchhh...." Elsa memekik saat merasakan jari Robin menyentuh titik sensitif itu yang telah basah dan panas, seolah siap dan memang menunggu pemiliknya untuk masuk.


Robin mensejajarkan wajahnya dengan wajah Elsa yang tersipu, Robin mencium bibir wanitanya itu sementara jarinya bekerja dengan sangat baik di bawah sana. Menggoda dengan sangat lincah, memutar, menekan dan terus bergerak berirama, membuat Elsa melayang dan menggila.


Pinggul Elsa bergerak tidak karuan, merasakan sensasi geli yang menggelitik di pusat dirinya, namun ia tak ingin kehilangan sensasi itu, Elsa menyukainya, dan ia ingin lebih dari ini.


Merasa terganggu dengan kain mungil yang menutupi keindahan tersembunyi Elsa, Robin pun merobek benda itu dengan tidak sabar kemudian ia melemparnya asal. Setelah itu, ia kembali membawa jarinya memasuki lembah hangat nan basah itu.


"Oh, My girl...." desah Robin dengan napas yang memburu di sela ciumannya, ia semakin mempercepat pergerakan jarinya di bawah sana yang membuat Elsa semakin belingsatan, kepalanya terlempar ke belakang hingga ciumannya terlepas, punggungnya melengkung, ototnya menegang dan jari Robin seolah terhisap ke dalam.


Ia menambahkan dua jarinya sekaligus, yang membuat Elsa menjerit dan Robin tersenyum puas melihat kenikmatan yang di tunjukan oleh Elsa. Hingga beberapa detik kemudian Elsa menjerit dengan seluruh tubuh yang menegang sebelum akhirnya Elsa terkapar lemas di ranjang dengan napas yang memburu, dadanya bergerak naik turun dengan cepat dan tubuhnya mengkilap karena keringat.


Robin berseringai puas sembari menatap Elsa dengan begitu intens.


"Hey...." Robin menyingkirkan helaian rambut yang lengket di sekitar wajah Elsa dengan lembut dan Elsa hanya bisa tersenyum lemah. "Bolehkah aku memasukimu? Aku tidak tahan!" Robin merengek dengan suara yang begitu serak. Elsa tersenyum malu-malu, ia membelai pipi Robin, mengecup sudut bibir pria itu dengan lembut kemudian berbisik dengan sensual.


"Masuki aku, Papa...."


Robin tersenyum sumringah, saat ia hendak membuka celananya, tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu...


"Robin....!"


"Aku lapar....!" "


"Robin, bangun!!!"


"Anakmu lapar, woy!!!"


Tbc....


🤭🤭🤭