After Darkness

After Darkness
Episode 117



Setelah mendengar penjelasan Robin, Bu Anita kembali berfikir dengan kepala dingin dan mencoba menyingkirkan egonya.


Seorang anak....


Memang siapa yang mau kehilangan seorang anak? Jika ia begitu takut kehilangan Robin, maka Elsa pun pasti takut kehilangan anaknya.


Sementara Robin, ia sudah meminta izin pada Mamanya akan tinggal di apartement bersama Elsa, karena Robin takut terjadi sesuatu pada Elsa, dengan berat hati Mamanya itu mengizinkan.


Dan saat kembali ke apartment, Robin di kejutkan dengan Elsa yang sedang menuruni tangga sambil membawa tas yang cukup besar.


"Elsa...." seru Robin dengan panik karena ia berfikir Elsa akan pergi dari apartement. "Kamu mau kemana, Els? Kamu mau pergi?" Tanya Robin sambil berlari menaiki tangga. Gurat di wajahnya menunjukan kemarahan dan kecemasan yang menyatu.


"Pergi apanya? Bantuin nih, bawain...." Elsa meletakkan tasnya itu di tangga.


"Di bawa kemana? Isinya apa? Kamu mau kemana? Kamu lagi hamil, tidak seharusnya kamu mengangkut barang begini." Elsa memutar bola matanya, jengah dengan celotehan Robin.


"Maka dari itu, aku minta kamu bawain ini," sungut Elsa. "Lagian aku cuma mau bertukar kamar sama kamu, itu saja." cicitnya yang membuat Robin langsung mengerutkan keningnya dalam.


"Tukar kamar? Maksudnya?" Tanyanya dengan kening yang semakin mengkerut dalam.


"Hufff, masak itu saja tidak mengerti," sungut Elsa lagi. "Mulai sekarang, aku di kamar kamu, kamu di kamar aku, faham?" Tanyanya.


"Tapi kenapa?" Tanya Robin yang membuat Elsa kesal.


Kenapa?


Alasannya sederhana, di kamar Robin, Elsa bisa mencium aroma Robin yang entah mengapa sangat ia sukai, namun tidak mungkin ia memberi tahu alasan itu.


"Kenapa? ya karena ... karena aku sedang hamil, jadi tidak baik kalau naik turun tangga atau anakmu akan terus terguncang," jawabnya asal, Robin terdiam sejenak, ia menelisik wajah Elsa yang entah mengapa semakin hari terlihat semakin cantik, memancarkan aura yang tak biasa.


"Baiklah," jawabnya pasrah, ia pun membawakan tas Elsa. "Biar aku bersihkan kamarku dulu, hari ini tidak ada cleaning services yang datang, kan?"


"Tidak usah, aku sudah membersihkan kamarmu," kata Elsa yang membuat Robin terkejut. Ia langsung menoleh dan melemparkan tatapan tajamnya pada Elsa.


"Kamu bersih-bersih? Kamu bekerja? Bukannya Dokter Ika sudah memintamu untuk istirahat? Jangan melakukan pekerjaan yang berat? Bagaimana kalau kandungan kamu kenapa-kenapa?" Cecar Robin yang membuat Elsa meringis.


"Aku bosan, seharian tidak melakukan aktivitas apapun. Lagian aku cuma bersih-bersih, tidak mengangkat benda berat, aku juga merasa baik-baik saja. Jangan berlebihan deh," tukasnya kesal kemudian ia melangkah cepat, mendahului Robin masuk ke kamar Robin.


"Kalau kamu bosan, kamu telfon saja aku, aku bisa membawamu jalan-jalan atau apa begitu, asal jangan bekerja," balas Robin. Saat ia masuk ke kamarnya, Robin mengernyit karena Elsa tidak mengganti sepreinya.


"Kamu beneran sudah membersihkan kamar ini?" Tanya Robin dan Elsa mengangguk malas, ia langsung naik ke atas ranjang dan duduk bersila sambil memainkan ponselnya. "Tapi kenapa sepreinya tidak di ganti dengan seprei baru?" Tanyanya yang membuat Elsa langsung mendongak, ia menatap Robin sekilas namun kemudian ia mengalihkan tatapannya ke arah yang lain. Elsa menggaruk tengkuknya, memutar otaknya mencari alasan yang bagus.


"Emm, itu kan tadi ... tadi aku sudah capek," jawabnya asal.


"Oh, ya sudah. Biar aku yang ganti sekarang," kata Robin.


"Jangan...." pekik Elsa secara spontan yang membuat Robin mengernyit.


"Jangan?" Tanyanya yang membuat Elsa gelagapan.


"Em, itu. Jangan, maksudku ... emm aku mau istirahat. Jadi kamu jangan ganggu, keluar sana!" usirnya yang membuat Robin melongo, merasa aneh dengan tingkah Elsa.


"Keluar! Aku butuh istirahat!"


Tbc....