
“ELSA!!!!” Elsa tersentak mendengar teriakan Bu Anita yang baru saja keluar dari kamar mandi dan ia pun langsung berdiri tegak kemudian menoleh
“Kamu mau mencoba menggoda suami ku di kamar ku sendiri, huh?” teriak Bu Anita penuh amarah yang membuat Elsa langsung melotot terkejut atas tuduhan tak beralasan itu.
“Apa?” Elsa berkata lirih bahkan suara nya hampir tidak terdengar oleh diri nya sendiri "Tadi kamu bilang apa? Aku menggoda suami mu?" ia sungguh tak menyangka dengan tuduhan Bu Anita yang menurut nya sangat tidak masuk akal.
“Kamu itu benar benar wanita murahan ya” hardik Bu Anita lagi yang membuat Elsa semakin tercengang, kedua alis nya terangkat namun kemudian Elsa tertawa lirih saat mengerti bahwa sang Nyonya saat ini sedang di landa cemburu.
“Nyonya Anita yang terhormat, aku Cuma kasihan sama suami tercinta Nyonya ini yang sejak tadi mangap mangap seperti ingin mengatakan sesuatu” lawan nya yang tentu saja membuat Bu Anita semakin emosi
“Masih menjawab omongan ku, huh? Masih mau mengelak? Murahan tetap saja murahan! +” seru nya lagi yang membuat Elsa mulai terpancing emosi nya namun ia tetap berusaha tenang, Elsa mengepalkan tangannya kuat kuat namun bibirnya berseringai.
“Nyonya, semurah apapun aku. Aku tidak akan menjual diri ku pada pria yang tidak membeli diri ku dengan harga yang pantas. Menurut mu apa aku mau menggoda pria tua yang berbaring tak berdaya di ranjang?” Elsa berkata dengan sangat tenang meskipun dada nya bergemuruh, bibir nya bahkan masih tersenyum sinis. Sementara Bu Anita yang mendengar ucapan Elsa tentu semakin membuat emosi nya memuncak.
“Keluar kamu dari kamar ku!” seru nya kemudian dengan emosi yang sudah ada di ubun ubun.
“Ugh, dengan senang hati, Nyonya” kata Elsa tersenyum puas kemudian Elsa pun segera melangkah santai bahkan terkesan anggun saat meninggalkan kamar Bu Anita.
Dan sebelum menutup pintu, Elsa kembali melirik obat yang ada diatas nakas di sisi Pak Andrew. Entah kenapa, Elsa merasa curiga dengan obat itu namun Elsa mencoba mengabaikan nya. Elsa pun segera menutup pintu nya dan saat berbalik...
“Ahh...” Elsa terperanjat saat Bi Sum tiba tiba sudah ada di belakang nya.
“Kenapa?” tanya Elsa ketus. Sementara Bi Sum tadi sempat menguping pembicaraan Elsa dan Nyonya nya, Bi Sum juga tak habis fikir dengan cemburu buta sang Nyonya pada Elsa.
“Tidak apa apa, tadi nya aku kesini mau mengantar air hangat untuk Nyonya” kata Bi Sum yang memang memegang segelas air.
“Oh, ya sudah. Kasih saja, aku mah sudah di usir dari kamar nya” kata Elsa santai dan ia bergegas ke kamar nya sendiri.
Elsa duduk termenung di kamar nya sembari memikirkan kondisi Pak Andrew, Elsa tidak tahu banyak tentang mantan bos nya itu namun Elsa merasa sangat yakin Pak Andrew itu masih sehat dan juga sebotol obat yang entah mengapa menarik perhatian Elsa.
“Memang aneh sih, terus kenapa tiba tiba Robin jadi penguasa? Kenapa tiba-tiba dia mengambil alih semua usaha ayah nya? Aku dengar dia tidak mau ikut campur usaha ayah nya” gumam Elsa.
“Dia juga masih terlalu muda untuk berkuasa, kuliah nya saja belum lulus. Apa jangan jangan?”
Tbc...