
Bukan Elsa namanya jika ia tak jadi bersenang-senang hanya karena masalah sepele dengan istri mantan pacarnya. Setelah pertengkaran kecil yang cukup menarik perhatian itu, Elsa kembali melanjutkan acara berbelanja nya bersama Bi Sum seolah tak ada masalah apapun. Lebih tepatnya, Elsa berusaha bersikap baik-baik saja karena ia sudah lelah berada dalam fase 'tidak baik-baik saja'.
Sementara Hannah, wanita itu justru merasa malu sendiri dan ia langsung keluar dari pusat berbelanjaan itu dengan membawa amarahnya yang kian memuncak.
"Bi, aku mau beli ini, ya?" Elsa menunjukan cemilan yang ia ambil dari rak dan Bi Sum hanya mengangguk pelan, Elsa melanjutkan belanjaannya dan ia juga mencari cemilan untuk Bu Anita. Elsa mencari cemilan yang rendah kalori. Tentu ini adalah sebagian kecil dari usahanya untuk mengambil hati wanita itu.
Sementara Bi Sum, ia sungguh merasa aneh melihat Elsa yang tetap baik-baik saja setelah di permalukan bahkan di tampar di tempat umum.
"Bi, katanya mau beli daging juga?" Elsa bertanya tanpa menoleh pada Bi Sum.
"Eh, iya, Sa," kata Bi Sum.
"Kenapa? Malu soal tadi?" tanya Elsa tiba tiba yang tentu saja membuat pupil mata Bi Sum langsung melebar, tak menyangka dengan pertanyaan Elsa.
"Sa, memangnya pipi kamu tidak sakit?" tanya Bi Sum, Elsa pun menghadap Bi Sum dan memperlihatkan pipi kirinya.
"Masih merah, Sa," kata Bi Sum sambil meringis.
"Gila ya, dia namparnya keras lho, Bi. Sampai pening kepala ku," ujar Elsa sambil meringis, yang entah kenapa bukannya membuat Bi Sum kasihan, Bi Sum justru tersenyum geli.
"Kenapa malah senyum, Bi?" tanya Elsa menatap heran wanita paruh baya didepannya ini.
"Tidak apa-apa, baru kali ini kamu mengakui kalau kamu sakit." Elsa mendelik mendengar ucapan Bi Sum, namun ia juga tak tersinggung. Karena Elsa sendiri merasa nyaman dengan Bi Sum yang membuat ia tak sungkan mengakui perasaannya maupun mengungkapkan keluhannya.
"Ternyata kamu tidak se-arogan yang terlihat di luar ya, Sa."
Tanpa Elsa sadari, sejak tadi ada Rion yang memperhatikan Elsa diam-diam. Rion bahkan melihat dan mendengar pertengkaran Elsa dan Hannah.
Rion sangat terkejut karena ternyata Elsa pernah punya skandal dengan suami orang namun setelah mendengar pengakuan Elsa tadi, Rion justru merasa sangat kagum pada Elsa.
"Jadi dia juga korban, tidak heran sih. Memangnya siapa yang tidak tertarik dengan wanita yang menantang seperti dia," gumam Rion.
Niatnya datang kesini untuk berbelanja isi dapurnya, karena Rion tinggal sendirian di sebuah apartemen yang tidak jauh dari restaurant. Setiap dua minggu sekali Rion akan berbelanja, Rion tidak menyangka akan bertemu Elsa disini dan menjadi penonton drama wanita.
"Dia tipe orang yang sulit di tebak," gumam Rion saat ia memperhatikan Elsa yang sedang memilih daging bersama Bi Sum.
Elsa berbelanja lebih banyak dari Bi Sum biasanya, Elsa juga tak asal memilih barang, ia memastikan semua yang ia beli itu kualitasnya bagus.
Setelah itu, mereka pun mengantri untuk membayar belanjaan mereka di kasir. Sementara Rion, ia sengaja me ngantri di belakang Elsa, ingin tahu apakah Elsa akan menyadari keberadaannya atau tidak. Namun setelah menunggu beberapa saat, Elsa malah sibuk bermain ponsel hingga akhirnya sampai giliran Elsa untuk membayar. Kesempatan ini tak di sia-sia kan oleh Rion, ia segera berpura-pura ingin menyela.
"Ehem ehem, permisi. Boleh aku bayar duluan?
.........
...Mampir di novel SkySal yang terbaru, yuk. ...
...Judulnya - Varian Castanov - Revenge, Love, Trust....
...Dari judulnya, pasti ada konflik yang tak biasa dan pasti seru 'kan? ...