
"Anterin ya, Sa,"kata Bi Sum yang membuat Elsa lagi-lagi langsung cemberut.
"Malas ah, Bi." Elsa mengaduk kopi itu dengan kesal yang membuat Bi Sum terkekeh.
"Ayolah, sebentar saja." bujuk Bi Sum dan karena kasihan melihat Bi Sum yang sudah tua harus naik turun tangga apalagi Bi Sum masih harus memasak, Elsa pun dengan terpaksa membawa kopi itu ke kamar Robin.
Sesampainya di depan kamar Robin, Elsa memanggil Robin karena pintunya sedikit terbuka dan tak lupa Elsa mengetuk pintu.
Sementara di dalam, Robin langsung beranjak dari tempatnya dengan tatapan yang seakan ingin memusnahkan apa yang di pandangnya saat ia mendengar suara Elsa. Robin bukan hanya tahu apa yang Elsa lakukan di rumah ini namun Robin juga mendengar apa yang di bicarakan Elsa dan Bi Sum.
Robin membuka pintu kemudian ia menarik Elsa ke dalam dan Robin langsung mendorong tubuh Elsa ke daun pintu hingga pintu tertutup dengan kasar, membuat Elsa tersentak kaget, bahkan gelas kopi yang pegang sampai terjatuh.
"A-ada apa?" tanya Elsa gugup saat ia menangkap sorot mata Robin yang tampak menyeramkan.
"Apa yang kamu lakukan, huh?" teriak Robin tepat di depan wajah Elsa yang kembali membuat Elsa terlonjak kaget, untuk pertama kalinya Elsa tak bisa menyembunyikan ketakutannya karena Robin terlihat sangat marah, Elsa hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.
"Elsa!" geram Robin dan ia mencengkram kedua pundak Elsa bahkan meremasnya dengan kuat membuat Elsa meringis.
"Rob," lirih Elsa namun Robin semakin menekan tubuh Elsa ke pintu.
"Kenapa kamu selalu membangkang, Els?" geram Robin dan ia mendesakan tubuhnya ke tubuh Elsa "Kenapa kamu selalu melawanku? Kenapa kamu ikut campur urusanku?" desis Robin dengan raut wajah yang tampak frustasi, membuat Elsa kebingungan sebenarnya apa yang terjadi dengan Robin.
Elsa menatap mata Robin dengan nanar, hal itu berhasil membuat jantung Robin berdebar kencang dan seketika Robin teringat dengan ucapan dr. Marisa, apakah yang dia katakan benar? Robin sebenarnya telah menaruh perhatian pada Elsa sejak pertama kali melihatnya?
"Sialan!" geram Robin kemudian ia melangkah mundur beberapa langkah namun sorot matanya masih sama
"Keluar!" desisnya kemudian dan tentu saja Elsa langsung berbalik badan hendak keluar, namun baru saja Elsa memegang gagang pintu, tiba-tiba Robin mendekapnya dari belakang membuat Elsa terkejut bahkan berteriak histeris namun dengan cepat Robin membekap mulut Elsa.
Segala fikiran buruk langsung berkecamuk dalam benak Elsa, rasa takut pun melingkupi hatinya ketika Robin menyeretnya dan melemparnya ke ranjang miliknya.
"Agh, Robin..." pekik Elsa dan kini air mata pun tak sanggup lagi ia bendung. Elsa beringsut mundur di atas ranjang itu namun Robin menarik kakinya kemudian ia mengungkung tubuh Elsa yang ternyata jauh lebih mungil dari tubuhnya. Elsa mencoba mendorong tubuh Robin agar menjauh dari tubuhnya namun Robin mengunci kedua tangan Elsa di atas kepala Elsa.
Elsa pun mencoba menendang Robin yang kini menindih tubuh Elsa namun Robin juga mengunci kaki Elsa dengan kakinya, membuat Elsa tak berdaya di bawah tubuh Robin yang hanya memakai handuk itu.
"Robin, please..." mohon Elsa seolah ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara Robin, ia tidak tahu apa yang ia rasakan dan apa yang ia fikirkan saat ini, namun yang pasti ia merasa frustasi.
"Kenapa kamu begitu sulit di taklukan, Els?" lirih Robin dengan suara yang rendah, sementara Elsa mulai terisak dan air mata mengalir deras hingga membasahi seprei berwarna putih di bawahnya.
"Ku mohon, jangan menangis!" lirih Robin lagi dan ia mengecup sudut mata Elsa yang secara spontan membuat Elsa langsung memejamkan mata sementara bibirnya masih terisak. Rasa takut, cemas, bingung, semuanya bercampur menjadi satu.
"Ku bilang jangan menangis, Els!" kini Robin berkata lebih tegas namun Elsa yang masih memejamkan mata tak bisa menghentikan isak tangisnya, bibirnya masih bergetar.
"Aku bilang berhenti menangis, Elsa!" tegas Robin dengan suara lantang yang justru membuat Elsa semakin terkejutl, tangisnya pun semakin pecah dan secara spontan Robin langsung membungkam bibir Elsa dengan kasar.