The System

The System
Keberangkatan



Kini Kota Kekaisaran Bulan kembali dikejutkan dengan pertarungan antara Tetua Sekte Naga Langit dan Orang orang Keluarga Bangsawan.


Patriak Ping dan Kepala Keluarga Bangsawan pun juga marah, awalnya Mereka mengira bahwa Orang orang Mereka dibunuh oleh Feng namun saat Mereka mengecek sendiri ternyata memang benar bahwa Orang Mereka saling bertarung.


Rumor baru kembali tersebar, ada yang mengatakan bahwa antar Sekte Naga Langit dan Keluarga Bangsawan ada dendam, ada juga yang mengatakan bahwa Sekte Naga Langit dan Keluarga Bangsawan bertarung karna memperebutkan Feng dan berakhir Mereka yang mati.


Seluruh Orang mengetahui hal tersebut termasuk Feng yang kini tengah duduk disebuah meja besar bersama Rara dipangkuannya, dan seluruh Anggota Pasukan Reinkarnasi.


"Aku menyuruh Kalian berkumpul disini karna ada sesuatu hal yang akan ku tugaskan," ucap Feng.


"Siap Kaisar!" jawab seluruhnya kompak.


"Pertama, cari tau dan pantau terus Keluarga Ji, kedua, Kalian tau bukan bahwa Aku akan pergi nanti saat matahari terbenam ke Daratan Hitam," ucap Feng, seluruh Anggota mengangguk tau.


"Menurut perkiraanku Aku akan kembali lagi sekitar sebulan lagi, maka dari itu dalam waktu sebulan Kalian semua sudah harus wajib sampai Tingkat Emas," ucap Feng tegas, seluruh Anggotanya terdiam beberapa saat kemudian mengangguk.


"Baik Tuan!" ucap Mereka kompak.


"Ketiga, Aku ingin saat Aku kembali, Kalian mengumpulkan seluruh B_jingan penuh nafsu di Kota ini di satu tempat," ucap Feng tersenyum licik.


Para Anggotanya menatap Kaisar Mereka bingung.


"Maaf Kaisar, untuk apa mengumpulkan Mereka?" tanya salah satu anggota.


Feng tersenyum licik lalu berkata dengan nada lirih namun penuh kekejaman.


"Untuk balas dendam!"


Semua Orang menahan nafasnya ketika Feng berucap seperti itu, dapat dengan jelas terdapat Aura kebencian dan dendam di setiap ucapan Feng.


"Baiklah, sekarang mari Kita diskusikan apa yang harus dibutuhkan untuk Kalian," ucap Feng mengubah ekspresinya.


Feng dan Pasukan Reinkarnasi akhirnya mulai berdiskusi tentang apa yang kurang dan apa saran agar Mereka lebih kuat.


Ber jam jam Mereka berdiskusi, bahkan Rara di pangkuan Feng sudah menguap ngantuk dan tertidur karna bosan.


Feng hanya tersenyum mengelus rambut Rara sambil melanjutkan diskusinya.


Saat matahari akan terbenam baru Feng dan Pasukannya menyelesaikan diskusi karna Feng akan segera berangkat.


"Ingat apa yang Ku perintahkan," ucap Feng.


"Siap Kaisar!" teriak Mereka semangat membuat Rara yang tengah tertidur langsung melonjak kaget.


Sunyi~


Seluruh Pasukan Kekaisaran menelan ludahnya gugup saat Istri Kaisar Mereka kini tengah menatap Mereka dengan mengerikan.


"A-ampun Permaisuri," ucap Mereka takut.


"Hmph... Pokoknya Kalian harus dihukum!" ucap Rara menggembungkan pipinya, Feng yang melihat itu hanya tersenyum tak berniat ikut campur.


"A-apa i-tu Permaisuri?" tanya Mereka takut akan hukuman yang diberikan Rara.


"Ra, kasih hukumannya nanti aja pulang dari Daratan Hitam, Kita harus berangkat sekarang," ucap Feng lembut sambil mengelus kepala Rara.


Rara mengangguk dengan wajah imutnya pada Feng namun saat Ia menoleh ke arah Pasukan Reinkarnasi Ia kembali merubahnya ke wajah marah.


"Awas nanti, Rara kasih hukuman yang berat!" sinis Rara kemudian berjalan keluar ruangan.


Bam!


Feng menggelengkan kepalanya tak berdaya lalu menatap Pasukannya dengan tatapan kasihan.


"Sabar, palingan hukumannya paling berat hanya Kalian disuruh memasak untuknya," ucap Feng kemudian berlalu keluar Ruangan.


Seluruh ruangan kembali senyap mencerna apa yang dikatakan Feng tadi, dan segera setelah itu Mereka langsung terduduk lemas.


Bukan tanpa alasan, pasalnya Rara pernah suatu kali menyuruh satu diantara Mereka memasak dan hasilnya sungguh di luar kata enak bagi Rara.


Hingga pada akhirnya, Anggota yang disuruh memasak itu di Siksa oleh Rara, bukan dengan fisik namun dengan ocehannya.


Jika itu hanya sekedar ocehan biasa mungkin tak tersiksa itu, namun ocehan Rara adalah luar bisa hingga bisa menghabiskan 3 jam untuk kesalahannya tersebut.


"Mati Kita! Permaisuri menyuruh Kita memasak," lesu salah satu Anggota, yang lainnya mengangguk lemah.


"Kalau begitu, sekarang Kita menyebar dan cari seluruh buku masak di Kota," saran lainnya, seluruh Pasukan mengangguk setuju kemudian langsung pergi menyebar untuk mengumpulkan buku masak.


...- - -...


Feng dan Rara kini tengah berjalan menuju tempat berkumpul untuk keberangkatan.


Sampai disana Mereka berkumpul sambil menunggu Old Xi dan yang lainnya, saat itu Wang Yi datang dan langsung menghampiri Feng.


"Saudara Feng, terima kasih banyak," ucapnya membungkuk berulang kalu didepan Feng.


Feng tersenyum kemudian memegang bahu Wang Yi.


"Tak apa, intinya setelah Kita kembali dari Daratan Hitam Kau harus kembali menemui Wanita yang pernah Kau nodai dan menikahlah dengan Mereka," jawab Feng, Wang Yi mengangguk paham.


Sebelum kembali ke Penginapan, Feng dan Rara memang bertemu terlebih dahulu dengan Wang Yi dan menyuruh Wang Yi untuk pergi ke seluruh Rumah Wanita yang Ia pernah nodai dan meminta maaf serta ganti rugi, Feng juga menyuruh Wang Yi menyampaikan bahwa nanti setelah Mereka kembalu dari Daratan Hitam, Wang Yi akan melamar seluruh Wanita itu.


Namun untuk pernikahan, Wang Yi meminta waktu untuk membangun usaha dan bertambah kuat terlebih dahulu.


Setiap Rumah yang didatangi Wang Yi pun memiliki berbagai macam reaksi, ada yang terharu, marah, biasa aja dan reaksi lainnya.


Bahkan Wang Yi juga berkata bahwa ada Wanita yang sudah melahirkan Anaknya dan hal itu membuat Wang Yi sangat menyesal dan berjanji akan secepatnya menikahinya.


Feng yang mendengar cerita Wang Yi hanya balas tersenyum sambil memberikan beberapa saran dan saran Feng slalu Wang Yi dengarkan dan patuhi dengan taat.


Bagi Wang Yi, Feng adalah Pahlawan serta panutannya, Ia pun awalnya tak setuju saat Feng menyuruhnya memanggil Feng dengan Saudara.


Namun Feng terus menyuruhnya agar kecanggungan di antara Mereka hilang dan Wang Yi menyetujuinya.


Wang Yi juga meminta maaf pada Rara atas hinaan yang pernah Ia katakan dan Rara dengan polos memaafkannya.


Akhirnya sambil menunggu Old Xi, Wang Yi, Feng dan Rara bercanda sambil tertawa dan bercerita cerita.


Feng juga sempat menanyai alasan mengapa Ayahnya mengusirnya secara tiba tiba tanpa penjelasan, namun Wang Yi mengangkat bahunya juga tak mengerti alasannya.


Tak lama setelah itu akhirnya Old Xi datang bersama dengan beberapa rekannya serta Elang Raksasa yang pernah Mereka naiki saat ujian kedua.


"Baiklah, semua silahkan naik ke Elang Raksasa dan Kita akan langsung berangkat menuju Daratan Hitam," umum Old Xi.


Seluruh Orang mengangguk kemudian dengan patuh naik ke atas Elang masing masing termasuk Feng, Rara dan Wang Yi.


Setelah seluruh naik, akhirnya Elang mulai terbang dan perjalanan menuju Daratan Hitam dimulai.


...- - -...