
Rara mengangguk lalu menggerakkan tangannya, seketika itu juga akar akar muncul dari Tanah dan melilit kaki Patriak dan Pemilik Restoran itu membuat keduanya tiba tiba tak dapat bergerak.
Bug..
Mereka berdua jatuh berlutut saat akar itu menarik keduanya, keduanya berusaha melepaskan diri dari akar tersebut namun semakin lama Mereka semakin lemah hingga akhirnya Mereka menyadari sesuatu.
Qi Mereka diserap oleh Akar itu!
Mereka berdua tampak terkejut lalu menatap ketakutan ke arah Gadis kecil di depan Mereka yang kini tengah tersenyum polos ke arah Mereka berdua membuat keduanya bergidik ngeri.
Feng yang melihat itu hanya tersenyum kecil, Orang Orang yang masih di dalam Restoran itu juga terkejut melihat itu.
Seorang Gadis kecil yang tampak polos dengan mudahnya membuat 2 Orang pada Tingkatan Bumi dan Emas jatuh berlutut.
Monster!
Hanya satu kata itu yang cocok, Mereka mungkin awalnya menganggap Rara adalah Gadis Kecil yang nampak polos, tapi setelahnya Mereka terkejut saat mengetahui kekuatannya.
Disisi lain Feng telah mengubah raut wajahya kembali menjadi dingin sambil menatap Pria tua tadi, Feng berlahan berjalan ke arah Pria tua itu.
Pria tua itu berusaha bangkit namun Feng langsung memberi Aura kematian membuatnya langsung kembali jatuh.
Feng menarik atas rambut Pria tua itu keatas hingga membuatnya berdiri.
"Ra, buat tiang dan tali," ucap Feng, Rara mengangguk patuh lalu membuat tiang dan tali dari Element Kayunya.
Feng langsung menancapkan tiang itu di Tanah dan membuatnya sedikit bengkok.
Ia lalu mengambil tali dan mengikatnya ke ujung tiang yang bengkok tersebut lalu diujung satu lagi membuat simpul yang biasa digunakan untuk menggantung Orang.
Feng kemudian memasang simpul itu ke kepala Pria Tua itu dan melepaskannya membuat Pria Tua itu tampak tengah tergantung 1 centi dari Tanah sekarang.
Orang Orang disana merinding melihat itu, Mereka menelan ludah dengan badan gemetar ketakutan melihat hal tersebut.
Feng tak menghiraukan semua Orang disana dan malah maju hingga berhadapan dengan Pria Tua itu.
Pria Tua itu sendiri sudah pasrah pada takdirnya, Ia benar benar menyesal karna telah membuat Pemuda didepannya tersinggung.
Ia diam diam bersumpah dalam hati, jika ada kehidupan selanjutnya dan Ia kembali bertemu dengan Pemuda didepannya makan Ia akan bersumpah menjadi Anjingnya.
Feng tersenyum psikopat lalu memegang mulut Pria Tua itu lalu perlahan menariknya melebar, Orang orang disana membulatkan matanya melihat itu.
Sreeet...
Feng tanpa belas kasih menarik sudut sudut mulut Pria tersebut melebar terus sampai kini mulutnya sudah sobek memanjang dan itu sukses mengundang teriakan ngeri Orang orang disana.
Beberapa berteriak ngeri, beberapa langsung muntah bahkan beberapa juga sudah langsung pingsan, hanya sedikit yang masih bertahan walau harus menutup matanya dengan nafas tak beraturan melihat hal tersebut.
Tes..
Tes..
Tes..
Darah menetes dariulut Pria Tua tersebut, Pria Tua tersebut menggeram kesakitan dibuatnya.
Feng tersenyum psikopat pada Pria tersebut lalu membuka mulutnya.
"Inilah balasan karna menyebut nama Orang tuaku dengan mulut kotormu itu!" ucap Feng menyeringai.
Tak sampai disitu, Feng langsung memasukkan tangannya dan menarik lidah Pria Tua tersebut, Feng terus menariknya tanpa menghiraukan Pria Tua yang kini tengah meronta kesakitan dibuatnya.
Tass...
Lidah itu terputus dari dalam mulut Pria tersebut, Pria Tua tersebut menggeram sangat kesakitan dibuatnya.
Klik!
Feng menjentikkan jarinya dan...
Jlebb
Sebuah Tanah runcing muncul membuat tubuh Pria Tua itu tertacap dari bawah ke atas dan seketika itu Pria Tua itu langsung mati.
Feng berjalan menuju keluar Restoran lalu melemparkan sekantong uang ke Pemilik Restoran yang kini tengah terduduk lemas apalagi saat melihat betapa kejamnya Feng saat menyiksa.
"Ra, Ayo Kita pergi, oh di kantung itu ada 2000 Koin emas untuk mengganti yang rusak dan urus Mayat Orang itu," ucap Feng dengan dingin lalu berjalan keluar Restoran diikuti Rara.
Setelah Feng pergi, demua Orang didalam Restoran itu yang masih sadar langsung terjatuh lemah.
"S-s-iapa D-ia?" tanya Patriak Sekte Matahari Utara dengan tubuh bergetar ketakutan, disebelahnya Pemilik Restoran yang sudah menenangkan dirinya langsung membuka Kantong yang diberikan Feng tadi dan terkejut melihat bahwa kantong itu benar benar berisi 2000 Koin emas.
"Siapapun Dia, Kita jangan sampai menyinggungnya lagi," sahut Pemilik Restoran itu diangguki yang lainnya.
...- - -...
Feng dan Rara kini tengah melesat keluar Kota dengan cepat, bukan karna takut namun Feng benar benar sudah muak dengan Kota ini, bahkan belum 1 Hari, Ia belum dapat mencari ketenangan dan slalu saja masalah muncul.
"System, Aku mau membeli 2 Topeng polos dengan warna hitam putih."
[Ding! Membeli Topeng : -100 Point]
Feng kemudian memunculkan 2 Topeng dari tangannya kemudian memberikannya satu ke Rara.
"Pakailah," ucap Feng, Rara meengangguk lalu memakai topeng tersebut.
Feng juga memakai Topengnya dan Mereka kembali melesat hingga tak lama kemudian Mereka sudah berada di Hutan luar Kota Api Utara.
Belum berhenti, Feng dan Rara masih terus melesat hingga sudah cukup jauh dari Kota Api Utara.
Setelah cukup jauh, Mereka berhenti lalu berjalan seperti biasa.
Feng menghela nafas sedangkan Rara masih riang seperti biasanya, Mereka masih terus berjalan sesekali Feng menjahili Rara ataupun sebaliknya.
Matahari sudah tepat diatas membuat Feng dan Rara memutuskan istirahat, namun sebelum itu Mereka mecari Sungai terlebih dahulu dan tak lama menemukan Sungainya.
Byurr..
Rara dengan cepat langsung menceburkan dirinya ke Sungai dengan riang lalu bermain di air.
"Feng Gege, ayo turun airnya segar lho," ajak Rara sambil menciprat cipratkan airnya ke Feng.
Feng tertawa lalu ikut menceburkan dirinya dan balas menciprat cipratkan air ke Rara hingga akhirnya Mereka perang air.
Sekitar 1 Jam Mereka bermain di air sebelum akhirnya Feng memutuskan untuk mengajak Rara naik untuk makan, Rara dengan senang hati langsung naik duluan dan mengganti pakaiannya didepan Feng membuat Feng memejamkan matanya dengan pipi sedikit merah karna malu.
"Feng Gege, Ayo! Katanya mau makan!" teriak Rara, Feng yang mendengar itu langsung membuka matanya dan tersenyum mengangguk ke arah Rara lalu perlahan berjalan menuju pinggir Sungai.
Namun saat akan naik, Feng merasakan bulu kuduknya merinding dan tiba tiba Ia merasa sebuah tangan menjalar memegang kakinya dan itu sukses membuatnya tambah ketakutan.
Glek..
Feng berdoa semoga jika Itu Hantu, maka Hantunya bukan Hantu Lokal yang Ia sering tonton di Bumi.
Feng menolehkan wajahnya untuk melihat siapa yang memegang kakinya dan...
...- - -...