The System

The System
Menuju Alam Dewa



"Feng Gege..."


Feng berbalik dan menemukan Rara yang berjalan tertatih tatih datang menghampirinya. Rara sesekali menguap dan mengucek matanya tanda baru bangun tidur. Feng tersenyum kecil melihat Rara lalu segera mengambil sebuah kursi dan duduk kemudian mendudukan Rara di pangkuannya sambil memeluknya dari belakang.


"Ni, minum dulu," ucap Feng menyodorkan minuman hangan yang Ia buat tadi, Rara mengangguk mulai menyeruput minuman hangat itu sedikit demi sedikit sambil kembali mengembalikan kesadarannya.


"Enak," gumam Rara tak lagi menyeruput minuman hangat itu, namun langsung meminumnya hingga tandas.


"Ra, punya System gak?" tanya Feng langsung. Rara yang di beri pertanyaan seperti itu terdiam bingung memiringkan tangannya menatap Feng.


Namun sedetik kemudian Ia sadar dan mengangguk kencang.


"System," Panggil Rara dan layar hologram itu muncul di hadapannya, layar hologram berwarna pink yang berisi status Rara. Febg bahkan dapat melihatnya.


Feng terdiam terkejut melihatnya, Apakah ini karna ikatan cintanya dengan Rara sehingga Ia bisa memiliki System yang sama seperti yang dimiliki Feng? Entahlah, Feng tak tau dan biarlah takdir nanti yang menjawabnya, setidaknya yang memiliki System yang sama dengannya kini adalah Rara, Istri sekakigus Orang yang paling Ia cinta dan percayai di Dunia ini dan itu tak menjadi persoalan.


"Oh ya, besok Kita ke Alam Dewa lagi ya?"


Rara sedikit terkejut mendengar ucapan Feng itu dan menatapnya meyakinkan. Feng yang di tatap Rara hanya tersenyum mengangguk. Mereka sudah terlalu lama di Alam Iblis dan tak ada lagi yang perlu Mereka cari di Alam ini Feng rasa. Maka Feng sudah memikirkannya baik baik bahwa Mereka akan pergi ke Alam Dewa besok dan menyelesaikan petualangan terakhir Mereka di 3 Alam Dunia ini.


Setelah melihat keyakinan di mata Feng, Rara ikut mengangguk yakin dan memeluk Feng erat.


"Rara akan ikut kemanapun Feng Gege pergi," gumam Rara di pelukan Feng, Feng tersenyum mengelus rambut Rara.


Perkataan Rara, meski sederhana namun mengandung arti yang sangat dalam baginya.


...- - -...


"... Jadi hari ini Kami memutuskan untuk pergi ke Alam Dewa!"


Seluruh Iblis terdiam mendengar penjelasan dan pernyataan Feng bahwa Ia dan Rara akan segera berangkat ke alam Dewa. Satu persatu wajah para Iblis itu tampak murung akan berita kepergian yang disampaikan Feng tersebut. Para Iblis merasa bahwa setelah ribuan tahun sepeninggal Kaisar Iblis, Mereka tak pernah hidup sebahagia dan semakmur ini berkat Feng dan Rara. Lalu kini Mereka akan pergi? Hal itu tentu saja membuat jutaan Iblis itu sedih.


"Kaisar, sebelum Kau pergi, terimalah ini," ucap Raja Iblis mendadak di tengah keheningan panjang akibat kesedihan itu.


Feng mengangkat sebelah alisnya menatap Raja Iblis itu bingung, apa yang akan diberikan Raja Iblis itu padanya?


Raja Iblis kemudian menggores ujung jarinya dan 2 tetes darah nya mengalir dan terbang menuju arah Feng dan Rara. Feng dan Rara tentu saja terkejut saat darah itu memasuki tubuh Mereka namun keterkejutan Mereka bertambah saat sebuah notifikasi dan system muncul di hadapan Mereka.


[Ding! Selamat Tuan mendapat warisan Dewa Iblis (terkunci)]


Tak hanya Raja iblis, bahkan seluruh Mentrinya kemudian diikuti seluruh jutaan Iblis ikut meneteskan 2 darahnya dan memberikannya pada Feng dan Rara.


[Ding! Dibutuhkan satu darah Kaisar Iblis lagi untuk membuka warisan Dewa Iblis]


Feng dan Rara saling berpandangan kemudian tersenyum. Mereka manatap seluruh Iblis itu terharu atas pengorbanan Mereka.


Feng tersenyum, pengorbanan ini tentu saja harus dibalas. Meski tak serupa san seberharga yang diberikan para Iblis ini, namun setidaknya dapat sangat bermanfaan bagi Mereka.


"System, berikan Aku satu barang yang paling berharga untuk latihan para Iblis."


[Ding! Tuan dapat mencoba Tangga Iblis Kuno]


[Tangga Iblis Kuno : Sebuah tangga yang terdiri dari 999 anak tangga yang dibuat oleh Dewa Iblis dahulu. Setiap tangganya memiliki tekanan dan berbagai macam latihan yang sangat cocok untuk Iblis]


Feng tersenyum tipis melihat keterangan System itu dan mengangguk.


"Baiklah, beli Tangga Iblis Kuno."


[Ding! Selamat, Tuan memiliki Tangga Iblis Kuno : -999 Juta Poin]


Feng langsung tersedak melihat keterangan poin yang dihabiskan untuk membeli Tangga Iblis Kuno tersebut. Ia tak menyangka akan sebegitu mahalnya, untuk saja Ia kini memiliki poin Unlimited namun tetap saja hal itu sedikit membuat hatinya sakit. Tapi tak apa, itu setimpal dengan fungsinya.


"Baiklah, Terima kasih banyak, pengorbanan Kalian ini Kami terima dan pasti akan Kami gunakan sebaik baiknya. Namun meski begitu, pengorbanan Kalian ini tak mungkin tak Kami balas."


Feng mengucapkan itu dan melambaikan tangannya seketika, Tangga Iblis Kuno itu muncul di tengah tengah jutaan Iblis itu. Jutaan Iblis itu terpana melihat ribuan anak tangga yang berjejer hingga ke langit tersebut. Feng sendiri juga sedikit terpana melihatnya.


"I-ini... Tangga Iblis Kuno! Peninggalan Dewa Iblis!" Beberapa Iblis tua termasuk Raja Iblis yang melihat benda yang dikeluarkan Feng langsung jatuh berlutut tak percaya menatap Tangga Iblis Kuno tersebut.


"Baiklah, berlatihlah dengan giat dan kuharap di pertemuan selanjutnya Kalian lebih kuat," ucap Feng terakhir kali sebelum tubuhnya dan tubuh Rara mulai bersinar. Jutaan Iblis menyaksikan itu langsung bertekuk lutut, memberi hornat pada Feng dan Rara.


"Hidup Kaisar dan Permaisuri Penguasa Alam Iblis!"


Feng dan Rara tersenyum melihat penghormatan terakhir para Iblis itu sebelum kepergian Mereka. Tiba tiba di detik detik terkhir itu juga Feng mengingat sesuatu kemudian sedikit berbisik mengirim transmisi sebuah suara.


...- - -...


Kakek itu tersenyum melihat seluruh Manusia Elang yang kini tengah giat berlatih tersebut. Berkat bantuan Feng melepas segel pagoda yang menjerat Mereka dan kultivasi Mereka, kini Mereka kembali merasakan kebebasan itu. Kebebasan itupun tak Mereka gunakan dengan sia sia dan berusaha terus berlatih semakin kuat. Salah satu motivasi Mereka berlatih giat adalah berkat Mereka melihat perjuangan Feng kemarin dalam menaklukan Pagoda untuk membebaskan Mereka dan Mereka bertekad untuk segera membalas jasa baik Feng tersebut.


Kini semua kultivasi Manusia Elang meningkat dengan pesat, bahkan yang terlemah kini sudah berada di tingkat Bumi dan yang terkuat adalah Kakek itu sendiri yang sudah kembali memasuki tingkat Walis.


Saat sedang memperhatikan para Manusia Elang itu berlatihlah, Kakek itu mendapat tramisi suara yang memasuki gendang telinganya dan membuat mukanya seketika menjadi sedih.


...- - -...


Assalamualaikum...


Siap kembali memulai petualangan panjang Feng dan Rara di Alam Dewa?!!!