
Feng menghela nafas, kemudian membuka matanya, latihan yang Ia dan Rara jalani kini benar benar sangat berat di banding latihan yang Ia lakukan saat bersama Penguasa Dunia. Sama seperti latihan sebelumnya, Feng tak bisa menggunakan Systemnya di sini dan juga hal yang paling membuatnya tambah susah adalah Ia tak bisa menggunakan Tanda Nerakanya.
Ia bangun kemudian mendekati Rara yang masih bermeditasi memulihkan lukanya, Feng duduk di belakang Rara dan menempelkan telapak tangannya di punggung Rara untuk mengalirkan Qi mempercepat penyembuhan luka Rara, Beberapa saat kemudian Rara membuka matanya kemudian berbalik memeluk Feng erat.
"Feng Gege... Susahhh," ucap Rara merengek, Feng mengangguk tersenyum kemudian menyembunyikan kepala Rara tersebut ke dalam pelukannya, Feng pun merasakan kesulitan, sudah hampir 1 Bulan Mereka di Daratan Hitam namun melewati setengah jalan saja belum tercapai. Beberapa saat kemudian, Feng melihat Rara sudah tertidur karna kelelahan akhirnya membaringkannya di Rumah yang Ia bangun di dekat situ. Cup, Feng mengecup kening Rara yang tertidur itu kemudian berbalik keluar Rumah.
Feng duduk di pinggir tebing yang dibawahnya adalah Laut yang harus Mereka lalui, sudah berbagai cara Ia dan Rara coba untuk melewati, mengalahkan dan lainnya untuk sampai ke Pulau tujuan namun hasilnya sia sia, Hewan Buas Lautan selain Feng tak tau terlalu banyak tentang Mereka, kekuatan Mereka pun melebih yang Feng bayangkan.
Feng kemudian menutup mata menikmati angin yang berhembus, lama Ia menikmati hingga tanpa Ia sadari Instingnya bertambah tajam, kini Feng dapat merasakan bahkan memvisualisasikan keadaan di sekitarnya, Feng membuka matanya lebar kemudian.
"Apakah ini kuncinya?" gumam Feng kemudian kembali menutup matanya dan kembali memfokuskan Instingnya.
Perlahan demi perlahan, Insting Visualisasi Feng bertambah luas, Ia bahkan bisa memvisualisasi hal hal terjadi di dalam Laut, Hewan Buas apa yang berenang, berapa banyak, apa yang sedang di lakukan Hewan Buas itu, semuanya Ia tau. Matahari beranjak turun saat Feng kembali membuka matanya dengan senyum terkembang di bibirnya.
"Ini dia Kuncinya," gumam Feng.
- - -
3 Hari kemudian...
"Feng Gege, kapan Kita lanjutin Latihannya?" tanya Rara yang sudah bosan, pasalnya sudah 3 Hari ini Rara di suruh istirahat dan bermain main saja oleh Feng. Feng yang sedang menutup matanya membuka perlahan membuka matanya, mendengar ucapan Rara tersebut.
"Kita akan mulai sekarang, siap?" tanya Feng.
"Siap!!" ucap Rara semangat, Feng tersenyum melihat semangat Rara kemudian mengatakan beberapa hal yang harus Rara lakukan selanjutnya.
Di Tempat Minsterius...
"Sepertinya Ia sudah tau kuncinya," ucap Gadis kecil tersebut, Nenek Ki mengangguk tersenyum.
"Kau memang sengaja ingin mempertajam Insting Anak itu?" tanya Penguasa Dunia pada Nenek Ki, Nenek Ki mengangguk.
"Insting merupakan salah satu faktor penting menurutku, seekor Singa akan mati saat Instingnya tak dapat memprediksi Ular berbisa yang menyerangnya," ucap Nenek Ki, Penguasa Dunia, dan Gadis kecil itu mengangguk setuju mendengar itu.
"Paham?" tanya Feng setelah memberi tahukan seluruh rencananya pada Rara.
"Paham, paham," ucap Rara mengangguk, Feng tersenyum kemudian memandang Laut luas di depannya.
Feng kemudian menarik napas panjang lalu melompat ke Laut, Ia kembali menjalani Latihannya, beberapa Hewan Buas Tingkat Rendah setara Tingkat Perunggu dan Perak yang sudah mengenali Feng tak berani mendekati Feng sehingga Ia bisa berenang lebih cepat, Feng terus berenang hingga beberapa saat kemudian Ia berhenti.
Slassh... Hewan Buas itu kembali menyerangnya, Feng tersenyum melihat Hewan Buas itu, baginya, Hewan Buas berbentuk Bintang Laut tersebut sudah Ia anggap sebagai Teman Latihannya sendiri.
"Kali ini, Aku akan mengalahkanmu lebih cepat," ucap Feng tersenyum tipis lalu mengeluarkan jurus "1000 Jarumnya" yang langsung melesat ke satu titik di tubuh Hewan Buas tersebut. Hewan Buas tersebut berusaha melindungi titik lemahnya yang diincar Feng, namun sekeras apapun pertahanan yang coba Ia buat, jurus yang Feng keluarkan lebih kuat sehingga Ia hanya bisa menikmati rasa sakit sebelum Ia mati.
Feng yang melihat "Teman Latihannya" itu sudah kalah, langsung kembali melesat berenang ke depan, beberapa kali Ia juga bertemu "Teman Latihannya" yang sama dan bisa Feng kalahkan walau lama kelamaan Qi nya semakin menipis.
"Belum saatnya, masih ada Lawan yang lebih kuat yang harus Ku lawan," pikirnya saat Qi nya tersisa sedikit.
- - -