
Boom!
Boom!
Rara langsung naik 2 lapis begitu menyerap kekuatan dari Orang orang tersebut. Belum sempat menikmati kekuatan tetsebut, segerombolan Orang orang kembali muncul dengan kekuatan setara tingkat Bumi dari lapis 1-10 di depan Rara.
Rara mengeluarkan pedangnya, Ia tau bahwa Ia sama sekali tak boleh meremehkan Orang orang dibdepannya dengan tingkatan Bumi. Orang itu maju dengan cepat, Rara menarik pedangnya kebelakang kemudian menusuk seorang di tingkat Bumi lapis 2. Lanjut, Ia memutar badannya saat sebuah serangan mengarah tepat ke badannya, lalu dengan cepat Rara kembali menebaskan pedangnya memutus 2 kepala.
"Masih ada 7 lagi," gumamnya kemudian memejamkan matanya sejenak.
"Tarian Pedang Merak!" ucapnya, kemudian bagaikan menari, Rara meliuk dengan cepat dan anggun. Namun meski indah sebenarnya itu sangat mematikan karna setiap gerakannya akan mengincar organ vital musuh.
Berhasil, 3 Orang terbunuh sedangkan 2 lagi terluka parah. Tak memberi jeda, Rara kembali meluncurkan tarian meraknya dengan kecepatan dan kekuatan yang lebih sekarang dan dalam hitungan detik Kepala Orang orang tingkat Bumi itu sudah jatuh bergeletakan di tanah.
Rara menghela nafas, jika saja Ia memberi jeda tadi, Ia yakin pertarungan itu akan menjadi lebih lama dan menyusahkan. Ia kemudian kembali duduk menyerap cahaya cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya. Disisi lain Dewi Kehidupan tersenyum melihat Rara yang tampak seperti dirinya dulu.
...- - -...
Feng berjalan menuju lantai 4, Ia langsung menatap lantai 4 itu dengan cermat karena lantai itu sungguh sangat berbeda dengan yang lain. Mengapa? Itu sebab Feng merasa Ia sedang memasuki sebuah Dunia virtual.
Dunia Virtual? Ya, Feng sendiri tak mengerti apalagi melihat berbagai layar hologram muncul di sekitarnya. Menurut informasi yang Ia tau bahwa di lantai 4 ini adalah lantai dimana kekuatan terkuatmu di uji, namun kenapa menjadi seperti ini?
Diluar Pagoda...
Kakek itu, Falca dan Falco terdiam menatap ke arah pagoda begitu juga seluruh Manusia Elang. Ya, seluruhnya datang untuk melihat Feng, melihat Orang yang menjadi harapannya untuk membebaskan Mereka dari segel itu.
"Kek, lantai 4 ini..." ucap Falca menatap Kakeknya, Kakek tersebut diam menatap lurus ke arah Pagoda itu.
"Ini sebenarnya menguji kekuatan terkuat Kita, Aku bahkan hampir gagal di lantai ini seandainya Aku tak mengerti 'Apa kekuatan terkuatku'" jawab Kakek tersebut, Falca terdiam memandang kedepan begitu juga Falco yang tak berkutik sedari tadi karna sejujurnya Ia gagal ujian Pagoda di lantai ini dan Ia juga sadar apa yang menyebabkan Ia gagal.
"Kau harus lulus, Feng!" gumam Falco mengepalkan tangannya.
Di dalam Pagoda...
[Ding! The System Active!]
Mata Feng langsung terbuka lebar begitu mendengar hal tersebut apalagi begitu layat hologram itu muncul di depannya.
"System? Bukankah Kau sedang masa peningkatan?" tanya Feng.
[Ding! System muncul disini sejenak untuk menguji Tuan! Jika Tuan lulus maka System juga akan langsung naik tingkat!]
Feng yang mendengar penjelasan System itu mendadak menjadi lebih serius sekarang. Ia juga menyadari bahwa System sebenarnya adalah kekuatan terkuat dirinya, maka Ia rasa memang ini tujuannya.
[Baiklah, Tuan silahkan liat Informasi ini terlebih dahulu]
Tepat setelah itu sebuah layar hologram besar muncul di hadapan Feng. Layar hologram itu menampilkan informasi tentang teknik dan jurus yang dimiliki Feng. Feng sendiri sedikit menganga saat menyadari Ia ternyata menguasai banyak jurus yang Ia sendiri sepertinya melupakannya.
[System memberi Tuan pilihan untuk menyingkat seluruh jurus dan teknik yang telah Tuan pelajari]
Feng mengangkat sebelah alisnyaendengar ucapan System tersebut. Apa itu?
[Namun, Tuan harus mendapat pengakuan dan warisan dari berbagai Dewa yang menciptakan teknik dan jurus tersebut]
Ha? Feng tambah bingung mendengar perkataan System tersebut.
[Singkatnya, sekarang Tuan memiliki warisan dari Dewa Kematian dan Dewa Tombak]
Feng langsung terdiam, Dewa kematian memang jelas Ia adalah pewarisnya sejak awal. Namun Dewa Tombak?
"Itu karna Kau berjodoh dengan Tombak Kuno tersebut," suara Dewa Kematian terdengar, Feng sedikit bingung mendengar itu.
"Aku sekarang hanya bisa memberi tahumu lewat suara karena sementara waktu Kita tak bisa bertemu dan hanya bisa terhubung dengan suara saja," jelas Dewa Kematian membuat Feng mengangguk mengerti.
"Berari Tombak Kuno ini..."
"Dewa Kuno?" bingung Feng lagi.
"Akan Ku jelaskan lagi nanti, lebih baik Kau hadapi ujianmu itu dulu."
[Baik Tuan! Sedangkan System telah meringkas seluruh jurus dan teknik Tuan dan mendapati bahwa Tuan berdasarkan teknik dan jurus yang Tuan pelajari, Tuan mendapatkan warisan dari Dewa Senjata, Dewa Matahari, Dewa Elemen, Dewa Hewan Buas, Dewa Ruang dan Waktu, Dewa Semesta dan Dewa... Mistery]
"T-tidak m-mungkin?!" kali ini bukan Feng yang berbicara melainkan Dewa Kematian dan dari nadanya pun Feng tau bahwa Dewa Kematian juga sangat terkejut mendengar ucapan System tersebut.
"Lalu bagaimana System?" tanya Feng, daripada menunggu penjelasan Dewa Kematian apalagi Ia nampaknya seperti terkejut lebih baik Feng menyelesaikan ujian System terlebih dahulu.
[Semua warisan itu bisa Tuan dapatkan namun nanti Tuan kehilangan jurus dan teknik Tuan dan juga untuk mendapatkan warisan itu butuh pengakuan dari berbagai Dewa tersebut]
[Apakah Tuan ingin Menyingkatnya?]
"Mau!" kali ini lagi lagi Dewa Kematian yang menjawab dengan cepat dan keras.
"Katakan mau Feng! Tak usah peduli dengan jurus atau teknik tak berguna tersebut! Kau akan mendapatkan ganti yang berkali kali lipat lebih bagus!" ucap Dewa Kematian.
Feng menghela nafas, baru kali ini Ia nampaknya melihat Dewa Kematian begitu antusias, semangat dan tak bisa mengendalikan diri.
"Baiklah, Aku menerimanya System!"
[Ding! Mempersikat Jurus dan Teknik...]
[Ding! Memeriksa Warisan...]
[Ding! Warisan terkunci]
[Tuan harus mendapatkan pengakuan dari berbagai Dewa tersebut untuk menerima warisan]
"Baiklah!"
.........
"Apakah Aku sudah menyelesaikan ujiannya System?" bingung Feng.
[Tuan baru saja akan memulai Ujian sebenarnya]
Feng terdiam, ujian seperti apakah ini.
[Apakah Tuan ingin menjadi yang terkuat di Dunia ini?]
"Ya!" jawab Feng yakin.
[Apakah Tuan ingin menyelesaikan misi Tuan untuk menghilangkan kerakusan Iblis dan kesombongan Dewa?]
"Ya!"
[Lalu Apakah Tuan ingin kembali ke Bumi?]
Kali ini Feng terdiam cukup lama, Ia tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh System. Kembali ke Bumi? Apakah bisa.
[Tentu saja bisa Tuan, bahkan Tuan bisa kembali berkumpul dengan Orang Tua Tuan. Apakah Tuan menginginkannya?]
"Tentu saja!" jawab Feng dengan semangat meluap luap.
[Namun...
Tuan harus menukarkan semua itu dengan Nona Rara!]
Deg!
...- - -...