The System

The System
Sup Rara



Feng kemudian memasukkan kelinci itu kedalam Dunia Kecilnya dan beralih ke batu spiritual yang Ia buat barusan. Ia mengambil dan memperhatikan batu spiritual kualitas tinggi itu sejenak, perlahan Feng sadar mengapa batu tersebut dinamakan batu spiritual, itu karna kandungan energi yang berada di dalam batu tersebut memang besar. Seperti yang Feng pegang kini, batu spiritual kualitas tinggi, setelah Feng rasakan energi di dalam batu spiritual kulitas tinggi ini bahkan setingkat dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Orang pada tingkat emas.


"Alam Dewa memang memiliki hal hal yang menakjubkan," gumam Feng kemudian menyusun batu membentuk sebuah persegi panjang. Feng perlahan memulai membuat formasi yang Ia pelajari dari portal di kota tadi.


Boom! Percobaan pertama gagal dan meledak membuat kepulan asap yang memenuhi seluruh ruangan. Feng terbatuk batuk kemudian melambaikan tangannya menghilangkan asap yang ada.


Tak menyerah dengan satu kali kegagalan, Feng kembali mencoba dan mencoba hingga akhirnya...


Wuzzzh... Sebuah portal kecil terbuat di depan Feng. Feng tersenyum lebar kemudian melempar sebuah batu kedalamnya.


Tuk.. Batu yang di lepar tersebut justru jatuh menimpa kepalanya. Feng mendongak menatap ke atas dan menemukan gerbang keluar portalnya tersebut ada tepat di atas kepalanya. Feng tersenyum berarti sekarang Ia tinggal belajar membuat formasi itu lebih besar dan meletakkan titik datangnya ke tempat yang tepat.


Hari mulai gelap saat Feng menyudahi latihannya membuat portal tersebut dan memutuskan untuk kembali ke penginapan karna Rara pasti sudah menunggunya. Feng berjalan keluar ruangan dan langsung berpapasan dengan pelayan wanita tadi.


"Tuan sudah akan pergi?" tanya pelayan wanita tersebut, Feng mengangguk. Ia masih menatap Feng seperti mencari cari sesuatu di tubuh Feng. Feng yang menyadari hal tersebu balas menatap pelayan wanita tersebut.


"Ada apa?"


"Ah, maaf Tuan, Aku hanya penasaran dengan Kelinci yang Tuan beli tadi," gumam pelayan wanita itu salah tingkah karna ketahuan memeperhatikan Feng. Feng menggeleng kemudian mengeluarkan kelinci itu dari Dunia kecilnya dan memperlihatkannya pada Pelayan wanita tadi. Pelayan wanita tadi tentu saja terkejut melihatnya.


"T-tuan berhasil menjinakkannya?" ucap Pelayan wanita itu terkejut melihat kelinci itu dengan patuh ada di pelukan Feng. Feng mengangkat bahunya mengangguk.


"Baiklah, terima kasih atas pelayananmu hari ini," ucap Feng dan wushh... Ia menghilang, Pelayan itu sempat linglung sementara melihat Feng yang tiba tiba hilang kemudian segera tersadar dan terdiam dibuatnya.


Febg sendiri langsung menteleportasikan dirinya ke dalam kamarnya di Penginapan. Dahinya langsung menyerit begitu sampai di kamar dan Ia sama sekali tak menemukan tanda tanda keberadaan Rara. Ia beralih mengecek balkon dan terakhir mengecek kamar mandi namun nihil, tak juga ada Rara disana. Feng akhirnya berjalan ke arah pintu kamar berniat mencari Rara di luar namun baru saja akan memegang gagang pintu, pintu sudah terbuka dan seseorang berjalan masuk membawa semangkuk besar sup.


Rara! dengan muka penuh cemong dan celemek yang masih Ia kenakan, Ia berjalan masuk sambil membawa semangkuk sup besar dan senyum yang lebar.


"Ra?" tanya Feng melihat Rara tersebut, Rara tersenyum kemudian menyuruh Feng duduk dan menghidangkan sup tadi di hadapan Feng.


"Feng Gege coba," ucapnya kemudian duduk di dekat Feng dan menatap Feng dengan mata berbinar binar menunggu. Feng terdiam dan memperhatikan sup yang tampaknya dibuat oleh Rara tersebut dengan penuh susah payah. Bentuk sup itu campur aduk, tak nampak sama sekali seperti sup yang nikmat, namun tak masalah karna menurut Feng tampilan bukan no satu dalam sebuah makanan.


Feng mencium bau sup itu sejenak dan langsung tersenyum tipis dibuatnya, Ia dapat merasakan sedikit bau sedap dari sup tersebut. Ia mengangkat sendoknya kemudian menyeruput sedikit kuahnya, terdiam mencoba menikmati rasa kuahnya tersebut.


"Bagaimana Feng Gege?" tanya Rara penuh harap dan menunggu nunggu jawaban Feng, Feng terdiam kemudian tersenyum lebar.


"Feng Gege gak bohong kan? bisa jadi Feng Gege bohong cuman biar Rara senang, terus nanti-"


Hap... Kata kata panjang lebar Rara terhenti dengan Feng yang langsung menyuapinya. Rara kaget begitu Fng menyuapinya seperti itu namun kemudian begitu merasakan rasa sup buatannya tersebut.


"Bagaimana, Aku tidak bohong bukan?" tanya Feng tersenyum, Rara mengangguk. Feng memang tidak bohong.


Akhirnya sup tersebut berakhir dengan makan romantis antara Feng dan Rara. Mereka makan dengan satu sendok dan saling suap menyuapi. Hingga akhirnya sup itu habis tak bersisa sama sekali, Feng dan Rara kompak bersendawa dab tertawa bersama setelahnya.


"Jadi seharian Rara pergi belajar memasak?" tanya Feng menatap Rara, Rara tersenyum malu mengangguk. Febg yang melihat Rara malu tersebut menjadi gemas dan langsung mencium pipinya.


"Karna Rara udah kerja keras buat berusaha belajar masak dan berhasil membuat masakan yang enak, jadi Aku punya hadiah untuk itu," ucap Feng. Telinga Rara langsung tegak begitu mendengar ucapan Febg tentang hadiah dan menatap Feng menunggu.


Feng kemudian mengeluarkan kelinci yang Ia beli tadi dari Dunia kecilnya yang langsung membuat pupil mata Rara membesar karna terkejut. Tak hanya Rara, tampaknya kelinci itu juga paham dan terkejut melihat Rara dan langsung bersujud di depan Rara.


Rara tersenyum lebar menggendong kelinci tersebut dan dengan lembut mengelusnya.


"Feng Gege dapat dari mana?" tanya Rara.


"Ada yang menjualnya di toko tadi, Aku merasakan kelinci ini memiliki aura yang sama dengan yang Kau miliki sehingga Aku memutuskan untuk membelinya," jawab Feng, Rara mengangguk.


"Rara nggak tau, namun yang ada di ingatan Rara, Kelinci ini memang memiliki darah yang sama dengan darah Rara karna nenek moyangnya ribuan tahun dulu adalah bawahan nenek moyang Rara," jelas Rara, Feng tersentak mendengar pernyataan tersebut.


Rara tiba tiba menggores jarinya dan setetes dari mengalir dari ujung jarinya. Darah itu kemudian Ia teteskan di atas kepala kelinci tersebut dan langsung terserap dan tiba tiba kelinci tersebut bersinar terang.


Tak lama akhirnya sinar itu pudar dan kelinci tersebut telah berubah sedikit. Corak di tubuhnya semakin banyak dan bulunya berubah menjadi warna emas, Feng terpana melihat hal tersebut sedangkan Rara tersenyum senang.


Kelinci tersebut tampak senang dan langsung menjilat jilat jari Rara tadi dan mengendusnya.


"Rara sudah terikat denganya kini, meski Ia tak bisa menjadi seorang Manusia namun bahkan dengan kekuatannya kini Ia dapat kabur dari tingkat Walis dan memiliki kekuatan setingkat Orang pada tingkat Bumi."


Feng terkejut mendengarnya.


...- - -...