The System

The System
Sebuah Kisah



"Hey bangunlah," sebuah suara memanggil.


"Hey, ayolah bangun," lagi lagi suara itu kembali memanggil dirinya.


Kelopak mata Feng nampak bergerak gerak sebelum akhirnya perlahan terbuka, putih, Ia hanya dapat melihat putih segala sesuatu di sekitarnya. Feng perlahan bangkit duduk.


"Kau memang luar biasa yah," Feng menoleh dan melihat seorang Pemuda yang nampak seumuran dengannya sudah duduk di sampingnya, Pemuda itu mengenakkan jubah hitam dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Padahal semula Kau hanya seseorang yang membenci hidupmu, membenci segala seuatu di Dunia ini. Sampai Kau ditakdirkan terlahir kembali dengan keberuntungan paling tinggi di Alam ini," ucap Pemuda itu tersenyum menatap Feng, Feng tersentak menatap Pemuda itu, bagaimana Ia tau bahwa dirinya terlahir kembali? Kemudian, keberuntungan paling tinggi di Alam ini?


"System itu," jawab Pemuda itu seakan mengerti kebingungan Feng terhadapan perkataannya keberuntungan tertinggibdi Dunia ini. Lagi lagi Feng harus kembali dibuat terkejut dan waspada pada Pemuda di sampingnya ini karna mengetahui rahasia terbesarnya, namun sebagaimanapun Feng mencoba waspada pada Pemuda di sampingnya ini, Ia masih saja tak dapat merasakan bahaya darinya, bahkan Ia merasa nyaman di dekat Pemuda itu.


"Siapa Kau?" tanya Feng pada akhirnya Pemuda itu kali ini tertawa kecil menggeleng.


"Kau akan tau nanti siapa Aku pada akhirnya, namun izinkan Aku menceritakan kisah hidupku, karna bagaimanapun kurasa Kisah hidup Kita hampir mirip dan kungkin itu sebabnya Kita ditakdirkan bersama di kehidupan ini," jawab Pemuda itu kemudian muluruskan kakinya.


"Kisah ini dimulai lebih dari ribuan tahun lalu, saat di Dunia ini hanya terdapat 3 Makhluk terlepas dari Makhluk kumo penghuni asli Dunia ini," cerita Pemuda itu.


"Mungkin Kau pernah mendengar bahwa di Dunia ini pertama kali muncul 3 Makhluk, Manusia, Iblis dan Dewa. Ya, itu benar dan tak pernah salah sama sekali, ketiga Ras itu muncul dengan pasangannya masing masing, Aku masih ingat bagaimana Mereka saling berkumpul dan bercerita dengan hangat tanpa ada rasa persaingan atau hal lainnya."


"Hingga akhirnya masing masing Mereka memiliki masing masing satu Anak, hanya Iblis yang memiliki Anak perempuan, maka Dewa dan Manusia masing masing memiliki Anak laki laki. Hingga Mereka bertiga dewasa dan memasuki waktu yang cukup untuk menikah dan memiliki keturunan, maka Iblis bingung akan memilih siapa, Manusia atau Dewa?"


"Menurutmu Ia akan memilih siapa?" tanya Pemuda itu menatap Feng, Feng terdiam sejenak menatap Pemuda tersebut.


"Manusia," jawab Feng, Pemuda di sampingnya tersentak mendengar itu kemudian menatap Feng, bagaimana Kau bisa tau?


"Hanya tebakan," ucap Feng mengangkat kedua bahunya ringan, Pemuda itu nampak tertawa kecil mengangguk.


"Kau memang menarik Feng," ucapnya.


"Baiklah, mari Kita lanjutkan. Iblis itu lebih memilih bersama Manusia, kenapa? Padahal dari segi kekuatan dan wibawa, Manusia jauh berada di bawah Dewa. Namun tetap saja hanya ada satu yang mendasari hal hal seperti ini, hal itu adalah Cinta." Pemuda itu nampak menghela nafas sejenak kemudian menoleh menatap Feng.


"Sangat besar bukan? Bahkan Kau rela melakukan semua permintaan dan mengorbankan jiwamu sendiri," ucap Pemuda itu tersenyum melihat ekspresi Feng yang berubah itu.


"Maka hanya alasan itulah yang membuat Iblis dan Manusia itu bersama, semula tak ada yang salah dengan itu, benar benar tak ada yang salah hingga Mereka memiliki sepasang anak Laki laki dan Perempuan. Tak lama setelah itu karna umur Manusia yang pendek, akhirnya Ia mati tepat saat Anak kembar itu berumur 15 tahun, lalu apa yang terjadi setelah itu?"


"Si Dewa yang belum menikah, akhirnya datang menikahi Iblis dengan 2 Orang anaknya itu. Iblis itu menerimanya begitu juga dengan Anaknya yang perempuan, lalu bagaimana dengan anaknya yang laki laki? Maka inilah sumber utama semua masalah di Dunia ini," jelas Pemuda itu dengan ekspresi berubah.


"Si Anak laki laki ini mewarisi kekuatan Ibunya sebagai Iblis yang kuat namun juga mewarisi perasaan Ayahnya yang setia, sehingga saat mengetahui Ibunya menikah lagi, Ia tak terima dan memutuskan untuk pergi. Iblis, Dewa dan Saudari perempuan itu tentu saja mencemaskannya dan selalu mencari cari keberadaannya, namun nihil, Mereka tak menemukannya. Hingga akhirnya lahirlah seorang Anak laki laki dari pasangan Dewa dan Iblis itu, hal itu menjadi pengobat hati bagi si Iblis, Dewa dan Saudari Perempuannya yang senang karna Ia memiliki Adik tersebut."


"Kau bisa tebak itu siapa?" tanya Pemuda itu lagi tersenyum pada Feng, Feng mengangguk.


"Itu Kau," jawab Feng, Pemuda itu kembali tertawa kecil mengangguk.


"Yaps itu Aku, Aku masih ingat sekali bagaimana sayangnya Ayah dan Ibu padaku, terlebih lagi Kakak perempuanku itu," ucap Pemuda itu tersenyum seperti mengenang sesuatu, namun kemudian senyuman itu berubah menjadi sebuah senyuman kesedihan dan setitik air mata jatuh dari kelopak mata Pemuda itu.


"Hingga akhirnya Ia kembali, Abang sekaligus Saudara tiri laki lakiku itu kembali namun Ia tak hanya sekedar kembali melainkan kembali dengan membawa malapetaka yang besar. Kekuatannya berkali kali lipat lebih kuat, terlepas entah darimana kekuatan itu Ia dapat, Ia datang dan mulai menyerang keluarga Kami."


"Kakek dan Nenekku baik dari Iblis maupun Dewa, begitu juga Manusia mati dintangannya. Aku masih ingat bagaimana marahnya Ayah dan Ibu saat itu mengetahui Orang tua Mereka mati oleh anak Mereka sendiri, tak mau ambil lebih banyak resiko Ayah dan Ibu maju dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk menghentikan Saudaraku itu." Pemuda itu terdiam sejenak seperti sedang menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


"Lalu apa hasilnya? Berhasil, Saudara laki lakiku itu berhasil di kalahkan namun untuk bayarannya ternyata lebih dari sekedar itu. Saudari perempuan dan laki lakiku merupakan Anak kembar, sehingga entah menggunakan jurus apa dengan cepat Saudaraku berhasil merasuki tubuh saudariku dan dengan sisa tenaganya Ia membagi Dunia ini menjadi 3 Alam dan memecahkan kekuatannya menjadi 3 di masing masing alam, entah kemana perginya kekuatan itu namun yang pasti meski di gabungkan ku rasa itu masih belum sekuat dirinya yang asli."


"Namun Kau tau kenyataan apa yang membuatku marah setelah itu? Bukan bukan karna Dunia dibagi jadi 3 atau matinya Ayah ibu dan seluruh Keluargaku, namun itu tentang Kakakku, Saudariku," ekspresi Pemuda itu berubah menjadi sedih kembali.


"Kakakku, Dialah yang sejak kecil menjadi Pahlawanku, meski Ia memiliki fisik yang lemah namun Ia bahkan rela sakit sakitan demi menemaniku bermain hujan saat malam. Ia rela di marahi ayah dan ibu karna memberiku buah yang kami tidak ketahui namanya namun memiliki rasa manis, Ia dimarahi karna takut buah itu beracun padahal lama sebelum itu Kakakku rela mengorbankan jiwanya demi taruhan apakah Buah itu beracun atau tidak," cerita Pemuda itu dengan senyum penuh kenangan dan air mata yang kembali menetes.


"Dia benar benar menempati tempat nomor 1 di hatiku..."


...- - -...