
Wush...
Feng dapat merasakan aliran energi yang kuat dalam jumlah besar mengalir ke dalam tubuhnya begitu juga sebuah teknik yang mendadak berputar di dalam pikirannya, sebuah teknik tombak kuno yang membuat Feng langsung membuka matanya dengan mata melebar saking terkejutnya.
"I-ini..." Saking terkejutnya membuat Feng tak dapat berkata apa apa, Ia menatap tombak hitam di tangannya yang mendadak corak naganya berubah menjadi warna biru tua dan phoenix yang berubah menjadi warna merah tua.
Feng tersenyum tipis, mencoba mengayunkan ringan tombaknya dengan gerakan menebas, sebuah energi samar yang kuat keluar dari ujung tombak itu begitu tombak di ayunkan.
"Aku akan melatihnya dan melihat kekuatannya nanti," gumam Feng kemudian menyimpan Tombak itu, Ia kemudian menatap tangga di depannya yang akan membawanya menuju lantai 3, Ia melangkahkan kakinya menuju tangga tersebut.
Namun sebelum itu menaiki tangga, langkahnya mendadak terhenti, Ia teringat sesuatu. Sebuah pengetahuan di bumi yang tak pasti kebenarannya, namun sepertinya Feng kini dapat mengetahui kebenarannya.
Mata Feng kemudian tertuju pada sebuah batu kecil yang ada di sebelah kakinya. Ia tersenyum sambil menatap batu itu, mendadak batu itu bergerak gerak dan mulai melayang terbang perlahan. Semakin lama batu itu semakin tinggi terbangnya hingga Feng mrnangkapnya.
Ternyata pengetahuan itu tak salah, bahwa saat Ia di Bumi Ia pernah membaca bahwa siapa yang mampu mengendalikan dirinya 100 persen dapat menggerakkan barang di sekitarnya.
"Tapi sepertinya itu juga butuh kekuatan pikiran yang kuat," gumam Feng memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
Setelah lebih baikan, Feng kemudian melanjutkan langkahnya naik ke lantai 3.
...- - -...
"Itu Dia perempuannya!"
Rara yang semula menutup matanya ingin bermeditasi langsung terganggu mendengar teriakan itu. Ia membuka matanya dan melihat seorang Iblis menatap dirinya dengan tatapan yang menjijikan, hal itu tentu saja membuat dirinya berkali kali lipat.
"Hey wanita, menyerahlah dan serahkan dirimu padaku!" ucap Gu Yuan menatap Rara menjijikkan, Di belakangnya muncul beberapa Iblis yang nampaknya lebih kuat dari Gu Yuan sendiri.
Di sisi lain Iblis Muda yang melihat kejadian itu bersiap siap maju untuk menolong wanita itu, meski Ia tau pasti akan langsung kalah oleh Pengawal Gu Yuan itu namun setidaknya Ia bisa mengulur waktu untuk Wanita itu agar kabur.
Disisi lain Raja Iblis dan 3 Saudara kematian menelan ludahnya melihat kejadian itu, tak sadarkan Gu Yuan siapa Wanita yang Ia teriaki dan tatap dengan tatapan menjijikan itu? Perempuan itu sudah berhasil mengalahkan Phoenix es yang menjadi raja monster hewan buas di Alam iblis dan kini Gu Yuan menyuruhnya menyerahkan diri?
Apalagi melihat muka kesal Rara yang berkali kali lipat itu membuat Raja Iblis dan 3 Saudara kematian tak lagi berani berbuat apa apa.
"Maju! Tangkap Wanita itu untukku!" ucap Gu Yuan menyuruh pengawalnya, Iblis iblis yang berdiri di belakangnya langsung melesat menuju arah Rara. Begitu juga Iblis muda yang melesat berniat membantu Rara.
"DIAM!" teriak Rara dengan aliran Qi yang kuat membuat Iblis iblis itu terhenti memegangi telinganya yang berdenging.
Rara sendiri kembali duduk bermeditasi sambil memejamkan matanya dan memfokuskan pikirannya. Disisi lain pedang dengan lincah dan cepat mengincar Iblis iblis itu, Iblis iblis itu melesat mencoba melawan namun berakhir dengan terbentur keras mematahkan beberapa batang pohon.
Mengerti bahwa Mereka tak bisa melawan pedang itu, Iblis iblis itu melesat coba kabur atau menangkis pedang itu. Namun sayang, Pedang itu lebih cepat dan lincah dibanding yang Mereka pikirkan. Hanya dalam hitungan detik kepala kepala Iblis Muda itu telah tergeletak ke tanah.
Gu Yuan, Raja Iblis, 3 Saudara Kematian dan Iblis muda yang melihat itu menelan ludahnya. Iblis muda sendiri gemetaran saat mata pedang itu mengarah tepat ke arahnya, apakah Ia akan dibunuh juga? Namun tidak, Pedang itu kemudian kembali terbang dan tergeletak di samping Rara.
Air mengalir dari celana Gu Yuan, kakinya gemetaran Ia benar benar tak dapat melangkah sekarang. Ia benar benar tak tau dan tak percaya bahwa Wanita yang Ia incar dengan jahat itu ternyata berkali kali lipat lebih kuat darinya.
"Kau benar benar bodoh Anak Bangsawan Gu," sebuah suara membuat Gu Yuan menoleh, seketika matanya melebar melihat 4 Orang Iblis berjalan ke arahnya. Gu Yuan jelas mengenali salah satunya, itu adalah Raja Iblis!
"R-raja I-iblis!" ucap Gu Yuan jatuh berlutut, Raja Iblis sendiri menggeleng sambil menatap Gu Yuan kasihan.
"Bahkan Aku sendiri pun tak berani menyinggungnya, lalu dari mana datangnya keberanianmu itu untuk menganggunya," ucap Raja Iblis, seketika Gu Yuan mendongak menatap Raja Iblis tak percaya, sekuat itukan perempuan itu sampai Iblis terkuat di Alam Iblis tak berani menyinggungnya? Ia benar benar putus asa.
"Sekarang tak ada siapapun yang bisa menyelamatkanmu, bahkan Ayahmu ataupun Aku, Kau harus menerima apapun keputusannya," ucap Raja Iblis berbalik berjalan pergi meninggalkan Gu Yuan yang berlutut dengan pikiran kosong.
Tatapan Raja Iblis kemudian beralih pada Iblis Muda yang berdiri tak jauh darinya.
"Raja Iblis!" ucapnya berlutut ke arah Raja Iblis, Raja Iblis mengangguk, "Siapa Kau?"
"Nama hamba Hu Ren, Raja Iblis," ucap Iblis muda yang memperkenalkan dirinya bernama Hu Ren tersebut. Raja Iblis tercenung sejenak kemudian mengangguk melanjutkan jalannya.
"Kau sebaiknya menjauh dari Perempuan itu atau nasibmu akan sama seperti Anak Mentri Gu tersebut," ucap Raja Iblis membuat Hu Ren terdiam menatap Rara.
Apakah Perempuan itu benar benar seberbahaya itu? Kalau itu Gu Yuan wajar karna Gu Yuan juga berniat jahat padanya, tapi Hu Ren ingat bagaimana lucunya Perempuan itu tadi.
Hu Ren menggeleng, apakah Ia sudah jatuh cinta dengan Perempuan itu? Tidak tidak, Ia harus sadar diri dan Raja Iblis mungkin saja benar bahwa Perempuan itu berbahaya. Ia harus pergi dari sini, Hu Ren kemudian berbalik dan melesat pergi.
Raja Iblis yang melihat itu dari jauh menghela nafas.
"Permaisuri sama sekali tak berbahaya, namun Tuan Feng lah yang sangat berbahaya bagimu, apalagi sampai Tuan Feng tau Kau menyukai Istrinya. Namun cepat atau lambat ku kira Kalian akan bertemu juga," gumam Raja Iblis menatap Hu Ren yang pergi menjauh.
"Raja, kenapa Raja mengusir Iblis muda itu? Apakah Raja cemburu?"
...- - -...