
Trang... Trang...
Deru nafas Panglima Kekaisaran Matahari itu berpacu, pedangnya terangkat terus menangkis serangan yang datang dari Kaisar Muda di depannya. 'Bagaimana mungkin?!' bukankah kabarnya Kaisar Muda di depan Mereka ini hanya berada pada tingkat Bumi lapis 7 sedangkan Ia sudah berada pada tingkat Bumi lapis 10 sedikit lagi menerobos ke tingkat Langit.
Tapi sepertinya Ia yang kini di tekan oleh serangan demi serangan yang di lancarkan Kaisar Muda di depannya tersebut, tanpa sengaja matanya menatap mata Kaisar Muda itu.
Mata yang penuh dendam...
Mata yang penuh semangat...
Mata yang penuh tekad...
Mata yang akan menghancurkan mental siapa saja yang bertatapan dengannya.
Zrasssh...
Kepala Panglima itu jatuh dengan mata melotot karna tak terima dan tau akan kematiannya.
Kaisar Muda Kekaisaran Bintang itu berdiri dengan muka di basahi darah, ya, bukan darahnya, melainkan darah musuhnya.
"Apa?! Bagaimana mungkin?!" ucap Kaisar Yun tak percaya, Kaisar Muda itu menatap Kaisar Yun dengan tajam diikuti sebuah siluey dan aura besar keluar dari tubuhnya, siluet itu berbentuk seorang Manusia dengan telapak tangan menyatu dan sebuah bintang yang berada di dadanya.
Semua Orang yang melihat itu tentu saja kaget, itu adalah roh beladiri tingkat Langit, Pertapa Bintang!
Konon Nenek Moyang sekaligus Kaisar Pertama Kekaisaran Bintang memiliki Roh beladiri langka tersebut, dan setelah sekian ribu tahun, akhirnya Roh beladiri itu kembali.
Hal yang mengejutkan Orang lainnya, adakah aura yang keluar dari Kaisar Muda itu, itu adalah aura seseorang yang berada pada tingkat Langit!
Dan semua itu tentu saja tak lepas dari campur tangan Feng yang melatih Kaisar Muda itu.
"Hari ini, Aku, Gu Yan, Kaisar Kekaisaran Bintang, akan memerangi dan mengalahkan Kalian! Sampah yang telah merebut Tanah Kami, dan Kami akan membalas itu berkali kali lipat!" ucap Kaisar Muda atau Kaisar Gu tersebut dengan dendam membara.
Kaisar Yun yang mendengar itu menggertakkan giginya kemudian melesat dengan cepat ke arah Kaisar Gu.
Trang...
Kaisar Gu memang kini sudah lebih kuat, namun sayangnya kekuatannya masih di bawah Kaisar Yun hingga saat menangkis serangan dari Kaisar Yun, Ia termundur jauh.
"Heh dasar Kancil yang berlagak jadi Harimau!" ucap Kaisar Yun kemudian maju menyerang.
Namun kemudian secara tiba tiba muncul Kaisar Di menghalau serangan Kaisar Yun.
"Yun! Mari Kita selesaikan dendam yang sudah ada sejak Nenek moyang Kita!" ucap Kaisar Di lalu mengeluarkan roh beladirinya, Burung Bulan.
"Heh, Baiklah, Aku akan menghancurkanmu dulu sebelum menghancurkan Kancil itu," jawab Kaisar Yun mengeluarkan roh beladirinya, Manusia Api.
Bersamaan dengan dua Kaisar itu memulai duel Mereka, Pasukan Mereka juga maju.
"Hidup Kekaisaran Matahari!"
"Hidup Kekaisaran Bulan!"
"Hidup Kekaisaran Bintang!"
"Hidup Kaisar Feng!"
Kedua Pasukan pun mulai menggempur satu sama lain, teriakkan kobaran semangat dan teriakkan kesakitan bersahutan. Udara memanas, darah darah mulai mengucur dan mengalir menciptakan sebuah sungai dan danau darah.
Pasukan Kekaisaran Matahari jelas lebih unggul soal banyaknya Pasukan, dan kekuatannya juga setara dengan Pasukan Kekaisaran Bulan, namun sayang, yang Ia hadapi bukan hanya kekaisaran Bulan.
"Tinuju Pemusnah!" Boom! ratusan Pasukan Kekaisaran Matahari mati dengan tubuh hancur dalam sekejap, Wangwang tersenyum psikopat kemudian kembali menyerang.
Boom! Boom! Boom! Tiba tiba sebuah ledakkan yang membunuh banyak Pasukan Kekaisaran Matahari, dari kejauhan Kakek Yu dan Yu Zi tersenyum melihat jebakan yang baru Mereka rancang berhasil.
Belum selesai sampai di situ tiba tiba segerombolan Hewan Buas datang menyerang Pasukan Kekaisaran Matahari.
Dengan serangan beruntun dan tak terduga seperti itu membuat Pasukan Kekaisaran Matahari tertekan, namun Mereka juga memiliki kartu As.
"Pemusnah Roh!"
"Tebasan pembunuh!
Beberapa Anak muda langsung muncul menyerang membuat banyak Pasukan Kekaisaran Bulan kehilangan nyawa.
"Hidup Pahlawan!" ucap Pasukan Kekaisaran Matahari melihat Pahlawan yang berlatih bersama Mereka dan yang Mereka banggakan tampil, para Pahlawan itu tersenyum sombong.
Namun secara tiba tiba salah seorang dari Pahlawan itu di tebas dari belakang, semua temannya yang juga Pahlawan dan Pasukan Kekaisaran Matahari yang melihat itu kaget, apalagi saat melihat siapa yang menebasnya.
...- - -...
"Hah... Hah..." Kaisar Di dan Kaisar Yun sama sama temundur mengambil nafas, Kaisar Yun menatap pasukannya dan terkejut melihat Pasukannya sudah hampir hancur. Namun ada hal yang membuatnya lebih terkejut lagi.
"Kalian?! Kenapa bisa?!" teriaknya dengan kaget dan nada tak percaya. Iblis iblis yang mendengar itu hanya tersenyum dingin.
"Kau kira Kau siapa Manusia lemah, ingin memperbudak Kami?!" ucap Iblis iblis itu tersenyum dingin. Kaisar Yun menggertakkan giginya marah, Ia di khianati oleh Iblis yang Ia kira akan menjadi Budaknya.
"Kemana fokusmu!" Kaisar Di muncul di hadapannya dan mengarahkan serangan, Kaisar Yun tak sempat menghindar dan terpaksa menangkis membuat pedangnya patah dan darah menetes dari bekas goresan di dadanya.
"Kau!" geram Kaisar Yun memegangi dadanya, Kaisar Di tersenyum.
"Perhatikan saja siapa lawanmu!" jawab Kaisar Di mengangkat pedangnya, namun baru akan di angkat Ia merasakan sebuah serangan mengarah padanya membuatnya langsung menghindar.
Boom!
"Kakak Ipar!" ucap Patriak Cao yang muncul di samping Kaisar Yun dan membantu Kaisar Yun.
"Kau! akan mati sekarang!" teriak Patriak Cao marah kemudian mengarahkan teknik pamungkasnya ke arah Kaisar Di, Kaisar Di yang tenaganya sudah habis melihat serangan itu dengan pasrah.
Boom!
Kaisar Di membuka matanya saat melihat seseorang Perempuan muda muncul di depannya, itu adalah Istri dari Tuannya! Rara!
"Hm... Paman! Curang namanya kalau 1 lawan 2," ucap Rara menatap Patriak Cao yang sepertinya terkejut melihat serangannya dapat di tangkis seorang Perempuan Muda.
"Kau Jala_g! Sebaiknya jangan mengacau!" ucap Patriak Cao, mendengar perkataan Patriak Cao yang menyebutnya dengan kata kata kotor, Rara menggembungkan pipinya kesal.
"Iiih... Rara udah bilang baik baik kok marah! malah ngatain Rara juga!" ucap Rara kemudian sebuah siluet Perempuan dengan jubah dan telinga kelinci muncul, Dewi Kehidupan!
Patriak Cao yang merasakan aura tingkat pelatihan Perempuan muda di depannya gemetar takut. Bagaimaba mungkin pada usia semuda itu sudah berada pada tingkat Langit!
Tapi Patriak Cao tak bisa mundur lagi, apalagi Kakak Iparnya, Kaisar Yun masih ada di belakangnya dan Ia tak mungkin meninggalkannya.
Tiba tiba Rara maju dengan cepat mengarahkan tinjunya pada Patriak Cao.
Boom!
Patriak Cao tak sempat mengambil nafas langsung terpental jauh dan jatuh membentuk sebuah kawah besar.
"Hmph! Salah siapa bikin Rara kesal!"
...- - -...