The System

The System
Tokoh Utama muncul



Patriak Cao bangkit sambil mengelap darah yang mengalir dari ujung bibirnya, Ia menatap Perempuan muda di depannya dengan tatapan tak percaya, bagaimana mungkin Ia bisa di kalahkan oleh seorang Perempuan yang masih sangat muda.


"Leluhur, datanglah," gumamnya merasa Ia dan seluruh Pasukan Kekaisaran Matahari akan kalah.


BOOM!!!


Tiba tiba sebuah ledakkan besar terjadi, menewaskan banyak Pasukan Kekaisaran Bulan.


Seorang Kakek kakek nampak terbang di langit, Patriak Cao, Kaisar Yun dan Prajurit Kekaisaran Matahari yang melihat Kakek kakek itu tersenyum senang.


"Hormat Leluhur!" ucap Mereka, Leluhur Kekaisaran Matahari itu mengangguk kemudian menatap Patriak Cao.


"Kau bisa di kalahkan oleh seorang Gadis kecil?" ucap Leluhur Kekaisaran Matahari itu, Patriak Co menunduk.


"Maaf Leluhur."


Leluhur Kekaisaran itu kini ganti menatap Rara, Rara juga menatap Kakek itu beberapa saat kemudian melambaikan tangannya.


"Hai Kekkk," sapa Rara, Leluhur Kekaisaran Matahari yang melihat itu diam sejenak kemudian terkejut melihat bahwa Gadis kecil yang Ia sebut tadi berada pada tingkatan Langit.


"Kau Istrinya?" tanya Leluhur Kekaisar Matahari menatap Rara, Rara memiringkan kepalanya berkedip bingung.


"Istri siapa Kek?" tanya Rara polos, Leluhur Kekaisaran Matahari itu berdecih. Ia kemudian mengangkat tangannya dan sebuah bola Qi terbuat, Leluhur Kekaisaran Matahari itu melemparkan bola Qi itu ke arah Rara.


Boom!


Rara dengan cepat melesat terbang menghindari serangan itu, kemudian menatap Leluhur Kekaisaran matahari sambil menggembungkan pipinya kesal.


"Ihhh... Kok Kakek serang Rara sih," ucap Rara kesal, Leluhur Kekaisaran Matahari itu tak mendengarkan itu kemudian melesat cepat menyerang Rara.


Rara yang tau bahwa Kakek di depannya lebih kuat darinya langsung mengeluarkan pedangnya dan memasang kuda kuda.


"Tebasan Harimau putih!"


Energi berbentuk tebasan melesat ke arah Leluhur Kekaisaran Matahari, Leluhur Kekaisaran matahari mengayunkan tangannya sehingga tebasan itu juga terhalang oleh Qi dari dirinya.


Boom!


Leluhur Kekaisaran Matahari itu muncul di hadapan Rara dan mengayunkan pedangnya.


Trang... Pedang itu beradu, Rara sekuat tenaga mencoba menahan serangan dari Leluhur Kekaisaran Matahari, sedangkan Leluhur Kekaisaran Matahari itu tersenyum.


"Kau masih terlalu lemah, lebih baik panggil Suamimu itu," ucap Leluhur Kekaisaran Matahari kemudian mendorong pedangnya.


Boom!


Rara terlempar jatuh hingga menciptakan sebuah kawah.


"Rara!"


"Permaisuri!"


Wangwang yang melihat Adiknya seperti itu langsung melesat membantu Rara.


"Ra, gak papa?" tanya Wangwang khawatir, Rara menggeleng mengelap darah yang mengalir dari ujung bibirnya.


"Rara gak papa Bang," jawab Rara dengan ekspresi serius kemudian menatap Leluhur Kekaisaran Matahari yang sedang tersenyum.


"Permaisuri, pulihkan diri terlebih dahulu, biar Anan yang menghalangi!" ucap Anan muncul kemudian menjadi Burung besar dan melesat menyerang Leluhur Kekaisaran Matahari.


Leluhur Kekaisaran Matahari dengan mudah menghalang semua serangan Anan.


"Cih, Kau memang Burung Legenda, tapi bagiku, Kau hanya seekor Anak Ayam," ucap Leluhur Kekaisaran Matahari lalu mengangkat pedangnya, pedangnya itu kemudian berubah menjadi ribuan benang Qi yang langsung melesat menjebak dan mengikat Anan.


Baru saja selesai mengikat Anan, Rara tiba tiba muncul di hadapannya dan mengayunkan tinjunya.


"Tinju Serigala Malam," ucap Rara.


Boom...


"Kau! Dasar Jala_g!" sumpah serapah Leluhur Kekaisaran Matahari lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah Rara. Tubuh Rara sendiri langsung kaku tak bisa bergerak setelah itu, Ia juga tiba tiba merasa lehernya tercekik.


Semua Pasukan Kekaisaran Bulan yang melihat Permaisuri Mereka itu panik dan berusaha membantu, namun langsung di hempaskan oleh Leluhur Kekaisaran Matahari, termasuk Wangwang.


"Rara!!" teriak Wangwang melihat Rara yang tampak semakin kesakitan.


"Hahahhaa... Rasakanlah kehancuran Kalian semua!" ucap Leluhur Kekaisaran Matahari kemudian mengangkat sebelah tangannya lagi, sebuah bola Qi terbentu dan semakin membesar.


Semua Pasukan Kekaisaran Bulan yang melihat itu tampak putus asa, apakah ini akhir Mereka?


Namun kemudian Mereka menggeleng, Mereka yakin Tuan tertinggi Mereka lebih kuat.


Wusssh...


Tiba tiba bola Qi besar itu terserap menghilang ke sebuah bola Qi kecil di tangan seorang Pemuda.


Itu Feng!


Semua Pasukan Kekaisaran Bulan yang melihat Feng langsung tersenyum dan menangis haru, inilah harapab terakhir Mereka.


Feng mengayunkan jarinya dan Qi yang tadi mencekik Rara langsung menghilang, Feng menangkap tubuh Rara.


"Feng... Gege, mau Wortel besar," gumam Rara, Feng tersenyum lembut.


"Iyah, nanti Rara dapat Wortel besar."


Leluhur Kekaisaran yang melihat jurusnya dengan mudah di batalkan oleh Pemuda di depannya nampak terkejut, kemudian memasang ekspresi serius.


"Kau Pengkhianat!" ucap Leluhur Kekaisaran Matahari mengetahui siapa Feng sebenarnya, Feng memberi Rara untuk di jaga Wangwang kemudian tertawa dingin.


"Pengkhianat? Siapa? Aku? Hahaha... Kau sangat lucu Kakek tua," ucap Feng tertawa dingin, Ia kemudian mengangkat tangannya dan seseorang tertarik, itu adalah Kaisar Yun.


"Kau masih mengenalku kan Mantan Ayah," ucap Feng tersenyum psikopat, Kaisar Yun yang melihat siapa Feng sebenarnya tergagap tak bisa mengatakan apa apa.


"Y-yun F-feng," ucapnya gagap, Feng tersenyum dingin kemudian menancapkan sebuah jarum tepat di kepala Kaisar Yun.


"Namaku Feng, bukan Yun Feng, bukankah Kau dulu yang mengatakan hal itu padaku!"


"Dan sebagai jasa atas balas dendamku, akan ku beri Kau kematian yang menyenangkan,"


Tiba tiba Kaisar Yun menggerang kesakitan, Ia merasa seperti kepalanya di tusuk ribuan jarum, kemudian otaknya di peras, organ organ dalamnya juga terasa akan meledak.


"Kau! Beraninya!" teriak Leluhur Kekaisaran Matahari marah kemudian maju menyerang Feng, Feng tersenyum tipis kemudia mengangkat tangannya, tiba tiba tubuh Leluhur Kekaisaran Matahari terhenti dan membeku.


"Urusan Kita akan Kita selesaikan terakhir, namun sebelum itu," ucap Feng kemudian menatap seluruh Pasukan Kekaisaran Matahari, Seluruh Pasukan Kekaisaran Matahari yang melihat Mereka di tatap Feng langsung gemetar takut dan berbalik ingin kabur.


"Ingin kabur?" Feng tersenyum tipis kemudian menjetikkan jarinya, ribuan jarum dari Qi terbentuk di sekitarnya dan langsung melesat mengambil nyawa demu nyawa Pasukan Kekaisaran Matahari.


Semua Orang yang melihat itu jekas tercengang, terutama Pasukan Kekaisaran Bulan yang melihat betala kuatnya Tuan dari Kaisar Mereka itu.


Setelah semua Pasukan Kekaisaran Matahari mati, Feng ganti menatap ke kejauhan kemudian kembali menjetikkan jarinya.


Semua jarum yang tadi terpisah langsung menyatu membuat sebuah pedang besar dan terbang di samping Feng.


Feng mengayunkan jarinya, kemudian pedang itu melesat terbang cepat ke kejauhan.


Patriak Cao tersenyum lega, Ia merasa sudah yakin cukup jauh dari tempat Perang sehingga Feng tak akan bisa membunuhnya.


Jleb..


Matanya melotot tak percaya, Ia menatap dadanya yang sudah di tembus pedang.


"Ba-bagaimana mungkin?"


...- - -...