The System

The System
Kotak Emas



"Kak, kenapa senyum senyum?" tanya Rara kepada Dewi kehidupan. Ya, karna Dewi kehidupan yang tampak muda tersebut membuat Rara dengan seenaknya memanggil 'Kakak' kepada Dewi kehidupan, padahal jika dari segi umur antara Rara dan Dewi kehidupan bagaikan bumi dan langit bahkan jika itu di tambah umur Rara saat masih menjadi Hewan buas.


"Tidak ada apa apa, Kau sudah memahaminya?" tanya Dewi kehidupan, Ia tak masalah dipanggil Kakak oleh penerusnya tersebut, justru Ia malah senang karna merasa masih muda di panggil seperti itu.


"Udah!" angguk Rara cepat, beberapa saat lalu Dewi kehidupan memberikan sebuah Kitab kepada Rara. Kitab yang sebenarnya menurut Rara awalnya tak terlalu berguna namun saat mempelajarinya, Ia berubah pikiran, kitab itu benar benar sangat bermanfaat.


Nama Kitab itu adalah Kitab Perubah Wujud. Ya, sesuai namanya, Ia dapat merubah wujud seseorang sesuai keinginan si pemakai. Hal itu masih biasa hingga... Ternyata itu bukan hanya merubah wujud ke manusia lain, namun juga ke bentuk hewan, benda mati, senjata, tanaman dan lainnya. Selain itu auranya juga akan langsung berubah sama dan Dewi kehidupan berkata kalau menggunakan jurus itu maka bahkan jika itu Kaisar Dewa sekalipun tak akan pernah mengenalinya.


"Kalau begitu coba Kau praktekan," perintah Dewi Kehidupan, Rara mengangguk kemudian terdiam sejenak berpikir akan berubah wujud ke siapa. Ia kemudian mengangguk dan mulai memejamkan matanya, dalam sekejap cahaya keluar dari tubuh Rara dan Ia berubah bentuk menjadi... Feng!


"Ugh.." keluh Rara saat merasakan sedikit sesuatu tak enak dari tubuhnya, Dewi kehidupan yang berdiri di depannya tersenyum tipis.


"Ingat! Jika Kau berubah menjadi Orang yang lebih kuat darimu maka secara aura dan bahkan kekuatan Kau mungkin saja akan sama dengannya, namun itu tak akan lama dan lagi Kau pasti merasakan rasa tidak enak dalam tubuhmu bukan? Itu efek samping jika Kau berubah menjadi seseorang yang lebih kuat dari dirimu," jelas Dewi kehidupan, Rara mengangguk paham kemudian melihat tangannya yang kini menjadi tangan Feng. Ia tersenyum mengingat biasanya telapak tangan inilah yang mengacak rambutnya, mengelus punggungnya, menggenggam tangannya, ah... Hal itu membuat Rara sangat merindukan Feng.


Dewi kehidupan yang melihat Rara melamun sambil memandangi telapak tangannya itu tersenyum, Ia menyadari bahwa Gadis kecil itu sangat merindukan Suaminya.


"Ikatan cinta Mereka bahkan berkali kali lebih kuat dari Ikatan cintaku dan Dia," gumam Dewi kehidupan mengingat Dewa kematian.


Wushhh... Tiba tiba tubuh Rara bersinar kembali dan Ia berubah kembali menjadi wujud normalnya, Rara yang melihat itu kebingungan kemudian menatap Dewi kehidupan, secepat itu?


Dewi kehidupan juga nampak terkejut, setaunya kekuatan Rara dan Feng tak beda jauh, selain itu bahkan jika itu jauh harusnya masih bisa bertahan paling lama 5 menit, tapi ini bahkan belum sampai 2 menit?!


"Kak?" tanya Rara bingung, Dewi kehidupan menggeleng menghela nafas.


"Suamimu pasti jauh berkali kali lipat lebih kuat sekarang, bahkan diluar ekspetasi Kita," jawab Dewi kehidupan, Rara terdiam. Benarkah itu? Berarti Ia kini sangat lemah di bandingkan Feng? Apakah Ia akan menjadi beban jika nanti bersama Feng? Tidak tidak, Rara menggeleng itu tak boleh terjadi.


"Kak! Latih Aku dengan keras sampai bisa membantu Feng Gege!" ucap Rara menatap Dewi kehidupan denga mata mengobarkan semangat dan keyakinan.


Dewi kehidupan yang melihat tatapan Rara tersenyum, ini persis seperti dirinya dulu yang tak mau selalu kalah dari Dewa kematian namun bedanya Ia dan Dewa kematian dulu memang selalu sama kuat kalaupun ada perbedaan itu hanya sedikit dan sangat sebentar, masing masing Mereka dapat dengan cepat mengejar ketertinggalan. Namun kini Rara dan Feng? Dewi kehidupan yakin bahwa Mereka tak akan pernah sama kuat, Ia merasa Feng selalu di takdirkan menjadi Orang terkuat di Dunia ini, dan Ia akan berbeda jauh jika di bandingkan Rara, namun demi melihat kesungguhan Rara, Dewi kehidupan mengangguk.


"Kalau begitu Kau bisa mencoba ini," ucap Dewi kehidupan memunculkan sebuah kotak kecil berwarna emas di telapak tangannya. Rara menatap kotak kecil itu dengan bingung.


Rara tersadar menatap sekitarnya yang menjadi sebuah dataran hijau luas serta juga hutan dan juga sungai. Tiba tiba, segerombolan Manusia muncul di hadapannya. Rara dapat merasakan tingkatan Mereka yang berada pada tingkatan Perunggu lapis 1-10 berbeda beda setiap Orang.


"Kau akan melawan setiap Orang dari berbagai tingakatan dan lapis, jika Kau berhasil mengalahkannya itu akan menjadi Qi yang akan menambah kekuatanmu namun jika Kau kalah maka Kau akan di beri waktu untuk kemudian kembali berlatih," suara Dewi kehidupan bergumam menjelaskan, Rara mengangguk paham mendengar itu kemudian menatap segerombolan Orang di depannya.


Rara tersenyum tipis, ini tak susah baginya seperti mengibaskan seekor nyamuk. Rara hanya mengeluarkan auranya yang membuat Orang orang itu tertekan hingga jatuh dan kalah. Seketika Mereka berubah menjadi cahaya dan langsung merasuki tubuh Rara, Rara merasakan perasaan hangat di sekujur tubuhnya begitu cahaya itu memasuki tubuhnya.


Ia langsung mengambil posisi meditasi dan mulai menyerap cahaya itu menjadi Qi nya, tak butuh waktu lama akhirnya Ia selesai menyerap. Ia kemudian menatap segerombolan Orang yang muncul kembali di hadapannya, kini Orang orang itu berada pada tingkat Perak lapis 1-10.


Kali ini Rara mengeluarkan sedikit Qi nya menjadi sebuah terbang yang langsung terbang dan menebas setiap kepala Orang orang itu dalam sekejap. Cahaya keluar dari Orang orang itu dan langsung memasuki tubuh Rara, Rara kembali menyerap cahaya itu.


Boom!


Rara berhasil naik satu lapis, Ia kembali membuka matanya setelah selesai menyerap. Kini didepannya segerombolan Orang itu ada pada tingkat Emas, Rara menghela nafas, sepertinya ini akan lebih menyusahkan.


Orang orang itu melesat menyerang Rara, Rara mengeluarkan sedikit Qi yang sama seperti tadi berbentuk pedang untuk menyerang Orang orang itu. Beberapa Orang tingkat Emas lapis 1-4 berhasil dibunuh namun selebihnya berhasil mengjindar dan terus melesat ingin menyerang Rara.


Wush... Rara dengan lincah menghindar saat serangan itu menuju lehernya. Ia mengangkat tangannya dan membalas tinju menuju Orang tingkat Emas lapis 6 tersebut hingga kepalanya hancur.


Tak berhenti Rara langsung melesat menuju Orang orang pada tingkat Emas lapis 5 dan 7 dan menebaskan tangannya yang di selimuti Qi dan langsung membelah tubuh Orang orang tersebut.


Boom! Boom! 1 tinju dan tendangan berhasil Rara tangkis dari Orang orang tingkat Emas lapis 8 dan 9 itu, dengan cepat Rara menarik tangan dan kaki Orang orang tersebut kemudian balas melayangkan tinju dan tendangan hingga keduanya hancur.


Wushhh... Rara menunduk dengan cepat saat sebuah pedang akan menebas kepalanya, Orang pada tingkat Emas lapis 10 itu pelakunya. Ia kembali mengayunkan pedangnya, namun Rara lebih cepat menggerakkan tangannya membuat tusukan yang langsung menembus dadanya.


"Huh, menyusahkan."


...- - -...