
Alam Iblis...
Hutan yang gelap...
Seberkas cahaya bersinar terang di antara pepohonan di Hutan yang sangat gelap tersebut. Seberkas cahaya itu tak lama hingga akhirnya cahaya itu menghilang, menampakkan 2 sosok Manusia yang muncul setelah cahaya itu menghilang.
Feng dan Rara perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa saat kemudian memandang sekitarnya. Tanah yang Mereka pijak itu nampak sangat gersang namun anehnya di tanah segersang itu justru pohon pohon tumbuh dengan suburnya, menjulang tinggi dan berdaun lebat menutupi langit.
Feng menutup matanya, meluaskan instingnya ke wilayah sekitarnya, namun belum lama dan belum jauh Ia meluaskan instingnya, instingnya lebih dulu merasakan sesuatu yang kuat bergerak dengan cepat ke arah Mereka.
Feng langsung menarik instingnya dengan cepat dan langsung memberi tahu Rara.
"Ra, bersiap."
Rara yang paham maksud Feng langsung bersiap sambil menatap sekitarnya dengan waspada.
"Siapa yang berani masuk ke Wilayahku!"
Sebuah suara berat terdengar nyaring memenuhi hutan tersebut, seakan suara itu berasal dari segala penjuru.
Feng dan Rara hanya diam tetap memperhatikan sekitarnya, tiba tiba sebuah hawa pembunuh mengarah tepat pada Mereka diikuti sesuatu yang bergerak cepat menyerang Mereka.
Namun kecepatan sesuatu yang menyerang Mereka itu sangat jauh di bawah kecepatan Feng dan Rara sehingga dengan muda Feng dan Rara mengelak.
Feng dan Rara langsung melihat sesuatu yang menyerang Mereka itu, sesuatu itu adalah seekor hewan yaitu Serigala, namun Serigala ini tampak berbeda dengan Serigala biasanya, itu karna badannya yang 2 kali lebih besar, juga duri duri besar dan tajam yang berada di sepanjang punggungnya juga sebuah gambar bintang yang melingkari lehernya.
Feng dapat merasakan bahwa Serigala di depannya ini berada pada tingkat tinggi atau setara dengan tingkat Bumi lapis terakhir atau satu langkah lagi menuju tingkat langit.
Feng dan Rara menghela nafas, Ia kira akan sekuat apa yang menyerang Mereka, rupanya tak sekuat apa yang Mereka pikirkan.
"Rupanya, cuman Anj_ng kecil," gumam Rara namun terdengar cukup jelas.
"Apa maksudmu memanggilku An_ing kecil?!" Serigala di depan Mereka berucap denga marah dan aura pembunuh yang sepenuhnya di arahkan ke Feng dan Rara.
Feng dan Rara sama sekali tak merasa aura pembunuh itu mengusik Mereka, justru Mereka merasa aura pembunuh itu hanya seperti hawa panas biasa. Feng mengangkat sebelah alisnya mengetahui hewan di depannya itu bisa bicara.
"Grrrr... Aku akan membunuh Kalian!" ucap Serigala itu kemudian kembali melesat cepat menyerang Feng dan Rara menggunakan cakarnya, Rara maju dan dengan santai mengeluarkan pedangnya lalu menangkis serangan Serigala itu dengan mudah.
Hal itu tentu saja mengejutkan Serigala itu, selanjutnya Feng mengangkat telapak tangannya dan sebuah lubang hitam terbentuk di telapak tangannya itu, lubang hitam itu secara cepat menyerap semua aura pembunuh yang di keluarkan Serigala itu.
Serigala yang menyaksikan itu tentu saja kembali terkejut, Ia langsubg sadar bahwa 2 Orang di depannya bukanlah tandingannya, tak sama seperti mangsa mangsa yang pernah memasuki wilayahnya.
Tiba tiba Serigala itu langsung berbalik kemudian berlari kencang mencoba kabur, Feng yang melihat itu tersenyum tipis.
Serigala itu terus berlari sekuat tenaganya, hingga saat Ia merasa telah cukup jauh dari 2 Orang tadi, Ia baru berhenti untuk mengambil nafas.
"Siapa Mereka? Baru kali ini Aku menemui Orang yang begitu kuat seperti Mereka berdua, tapi sepertinya Mereka bukan Iblis, Mereka sama sekali tak memiliki tanduk," Serigala itu berucap sambil terus mengambil nafas.
"Kami memang bukan Iblis," sebuah suara tiba tiba mengagetkan Serigala itu, Ia langsung menatap ke atas suara itu berasal dan terkejut mendapati 2 Orang tadi dengan santai sudah duduk di atas sebuah dahan sambil memperhatikannya.
Serigala itu tanpa aba aba langsung bersujud.
"Mohon maafkan Aku Tuan! Aku bersalah! Aku buta sudah menyerangmu!" ucap Serigala itu dengan badan gemetar ketakutan.
"Kau sadar juga, sekarang Aku hanya ingin Kau memberiku Informasi jika memuaskan akan Ku lepaskan Kau," ucap Feng, Serigala itu langsung menadahkan kepalanya.
"Ba-baik Tuan!" jawabnya senang karna merasa masih ada harapan untuk hidup.
"Baiklah, Aku ingin tau segala hal tentang Dunia Iblis ini."
"Baik Tuan, Dunia Iblis ini hanya berupa satu daratan luas, dan satu Kekaisaran yang di pimpin Kaisar Iblis, namun di dalan satu Kekaisaran itu terdapat banyak wilayah yang dimiliki oleh per orangan atau bersama, namun itu tetap di bawah perintah satu Kekaisaran."
"Baiklah, kemudian bagaimana dengan tingkat kekuatan di Dunia ini?" tanya Feng lagi.
"Seluruh Makhluk di Alam Iblis memiliki tanda bintang Tuan," jawab Serigala itu, sambil memperlihatkan lehernya.
"Untuk hewan tanda bintang Mereka ada di leher sedangkan Manusia ada di pergelangan tangan Mereka, tanda bintang terdiri dari 10 bintang dan kekuatan di hitung dari bintang yang terisi."
Feng yang mendengar penjelasan Serigala itu terdiam sejenak kemudian menyodorkan tangannya.
"Bagaimana dengan ini?" tanya Feng memperlihatkan tato tanda Neraka di pergelangan tangannya, Serigala itu memperhatikan itu sejenak kemudian menatap Feng kebingungan.
"Tuan, maaf tapi kenapa tanda bintang Tuan hanya ada 7, dan yang terisi hanya 3 padahal Tuan lebih kuat dari Hamba, dan juga corak pada lambang Tuan berbeda dari biasanya," ucap Serigala itu, Feng menarik tangannya kemudian mengangguk.
'Tentu saja berbeda, karna ini adalah tanda Neraka bukan tanda Bintang,' pikir Feng.
"Baiklah, hanya itu Informasi yang ku ingin tahu, sekarang Kau dapat pergi," ucap Feng, Serigala itu langsung mengangguk dengan senang lalu berbalik akan pergi, namun baru saja berbalik, tiba tiba sebuah raungan kencang terdengar memenuhi hutan.
"Roaaaarrr!!!"
Serigala itu langsung menghentikan langkahnya, dan badannya gemetar, bukan karna takut, tapi karna marah.
Tiba tiba, 2 ekor Serigala tampak lari mendekat dengan tubuh penuh luka, Mereka kemudian berhenti di hadapan Serigala itu.
"R-raja, Harimau perusak kembali menyerang, namun kini kekuatannya lebih kuat dan pasukannya lebih banyak, pasukan di perbatasan tak dapat menahan dan kini Mereka mulai memasuki wilayah," lapor Serigala yang terluka itu, Serigala yang menerima laporan itu terdiam sejenak namun aura pembunuh meluap luap keluar dari tubuhnya, Ia menggeram marah.
"Tuan, Aku permisi," ucap Serigala itu kemudian berlari ke arah Serigala terluka itu datang, berlari dengan penuh kemarahan.
Feng dan Rara yang melihat itu saling bertatapan kemudian mengangguk, kemudian keduanya sama sama menghilang dengan cepat.
...- - -...
"Hahaha! Mana Raja Kalian itu! Suruh Dia keluar dan menyerah!" Seekor Harimau tampak berbicara dengan nada sombong sambil menginjak badan seekor Serigala yang tampak terluka parah dan tubuh penuh darah.
"Aku disini!"
...- - -...
**Assalamualaikum...
Alhamdulillah Author dah bisa kembali Up, walau dengan ragu ragu dan takut kalau Kalian tak lagi menyukai Novel The System.
Mungkin beberapa chapter kedepan tak ada muncul tentang System, karna Author sangat ragu untuk informasi Systemnya, dan di alur sebelumnya System memang sedang tidak aktif.
Terima kasih atas pengertiannya**...