
Pasukan Iblis Kuno itu kini benar benar luluh lantak oleh Pemimpin Bandit tersebut.
"Hahaha... Kalian hanya Suku Pedalaman Kuno beraninya melawanku!" tawa Pemimpin Bandit itu tertawa keras, namun meski begitu para Pasukan Iblis Kuno itu tak menyerah dan kembali bangkit untuk melawan Pemimpin Bandit tersebut.
"Tidak! Kita tidak boleh menyerah, demi Dewi Kehidupan!" ucap Kepala Suku Iblis Kuno memberi semangat kepada para Pasukannya.
Pasukan Iblis Kuno mengangguk kemudian bangkit dengan tenaga penuh karna energi Mereka yang tak bisa habis.
"Oh? Menarik, energi Kalian tak bisa habis ya? Kalau begitu Aku hanya punya satu jalan untuk Kalian... Mati!" ucap Pemimpin Para Bandit itu sambil tersenyum kejam, Ia kemudian mengangkat tangannya dan sebuah kilatan cahaya keluar dan menyebar ke arah Pasukan Iblis Kuno.
Kilatan cahaya itu dengan cepat menembus jantung Pasukan Iblis Kuno, membuat Mereka mati tanpa bisa berkutik sama sekali. Pasukan Iblis tak patah semangat melihat rekan rekan Mereka mati di tempat dan dengan semangat penuh Mereka maju menyerang Pemimpin Bandit tersebut.
Boom!
Booom!
Boooom!
Serangan berturut turut yang di lancarkan para Pasukan Iblis Kuno itu berhasil, Pemimpin Bandit yang sedari tadi hanya menahan dan tak menghindar akhirnya jatuh berdebam ke tanah karena menahan serangan yang bertubi tubi tersebut.
"Sialan! Dasar Para Tikus!" geram Pemimpin Bandit tersebut, Ia kemudian mengangkat kepalan tangannya dan dengan kekuatan besar, Ia menghantam tanah di bawahnya dengan kepalan tangannya.
"Tinju Peledak Bumi!" ucap Pemimpin Bandit itu mengeluarkan jurusnya, seketika kepalan tangannya menempel menghantam tanah, retakan menyebar dengan cepat dan dalam sepersekian detik tanah di bawah Pasukan Iblis Kuno itu meledak.
Pasukan Iblis Kuno tak dapat mengelak jaub sehingga tak ada satupun yang tak terkena efek serangan itu membuat Mereka terjatuh dengan luka disekujur tubuh Mereka.
"Heh, hanya segini kekuatan Kalian?!" Remeh Pemimpin Bandit itu menatap Pasukan Iblis Kuno yang terbaring tak dapat bangkit, Pemimpin Iblis Bandit itu kemudian dengan cepat menghilang kemudian muncul di depan Kepala Pasukan Iblis Kuno tersebut.
"Kau Pemimpinnya bukan?" tanya Pemimpin Bandit itu sambil meraih leher Kepala Suku Iblis Kuno tersebut, mencekik dan mengangkatnya.
"Heh, bahkan Kerajaan Iblis pun takut pada Kalian, kalau begitu bukankah setelah ini Aku bisa menaklukan Kerajaan Iblis itu," monolog Pemimpin Bandit itu kemudian tertawa keras, cekikan Pemimpin Bandit itu terasa semakin keras, membuat Kepala Suku Iblis Kuno itu menggeliat kesakitan.
"Lepaskan Kepala Suku!" salah satu Iblis Kuno berteriak, dan dengan sisa sisa kekuatan Ia melesat menyerang Pemimpin Bandit itu.
"Heh, terlalu lemah," ucap Pemimpin Bandit itu kemudian menjentikan jarinya, sebuah cahaya keluar dari jentikannya itu dan melesat menembus kepala Iblis Kuno tersebut membuatnya langsung kehilangan nyawa.
Kepala Suku Iblis Kuno yang melihat itu tentu saja marah dan sedih, Ia tak menyangka pasukannya bahkan rela berkorban mati deminya, namun Ia kini benar benar tak bisa berbuat apa apa dan hanya menunggu ajal yang akan datang di hadapannya kini.
Wushh...
Sreeet...
"Aaaah!!!" pekikan teriakan kesakitan Pemimpin Bandit itu terdengar menggema keras, tangan yang tadi mencekik Kepala Iblis Kuno itu kini telah terpotong jatuh dan Kepala Iblis Kuno terbebas.
"Siapa itu?! Beraninya Kau menyerang diam diam!" teriak Pemimpin Bandit itu marah sambil memegang tangannya yang terpotong dan mengalir mengeluarkan darah tersebut.
Boom!
Pemimpin Bandit itu langsung terhempas keras kebelakang menghantam batu besar di belakangnya, Ia merasakan dadanya sangat sakit saat ini dan memuntahkan seteguk darah untuk itu.
Feng tersenyum tipis, antara Alam Walis dan Surka memang berbeda jauh. Meski perbedaan setipis apapun, namun itu benar benar terasa kekuatannya yang berbeda jauh, bahkan menurut Feng untuk menghadapi Pemimpin Bamdit di depannya kini saja tak perlu Ia menggerakkan satu lengan tangannya.
"Kau siapa Kau?! Kenapa Kau ikut campur?!" geram Pemimpin Bandit marah sambil mengelap darah yang mengalir dari ujung bibirnya.
"Kau terlalu rendah untuk mengetahui siapa Aku, namun yang pasti Aku ada urusan dengan Iblis iblis di belakangku ini jadi yahh... Maaf, Kau harus mati sekarang," jelas Feng dengan nada santai, Pemimpin Bandit itu menggeretakkan giginya marah.
Ia kemudian kembali mengangkat kepalan tangannya dan menghantamkannya ke tanah.
"Tinju Penghancur Bumi!"
Boom!!
Kini seluruh tanah dibawah Feng meledak keras akibat jurus tersbeut, menyebabkan kepulan debu bertebaran dimana mana.
"Hahaha... Dasar lemah!" tawa Pemimpin Bandit itu merasa telah menang dan berhasil membunuh Pemuda tersebut.
"Oh, benarkah?" sebuah suara terdengar dari kepulan debu itu diikuti munculnya sosok Feng yang berjalan keluar dengan santai. Ia menepuk jubahnya sedikit, menghilangkan debu yang menempel.
"Kurasa jurusmu ini lebih cocok dinamakan 'Jurus Penghancur Debu' ucap Feng dengan santai, sedangkan Pemimpin Bandit dan Pasukan Iblis Kuno yang melihat itu menganga kaget, bagaimana tidak bahkan luka setitikpun atau goresan di jubuh sedikitpun tak ada, padahal itu merupakan serangan seseorang di tingkat Surka?!
"Ba-bagaimana m-mungkin?!" gagap Pemimpin Bandit itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Ia sudah menggunakan seluruh tenaganya untuk melancarkan jurus itu dan itu merupakan jurus terkuatnya, namun hal itu bahkan tak membuatnya tergores sedikitpun?!
"Baiklah, jangan membuang buang waktuku, Aku kembalikan lagi apa yang sudah Kau perbuat kepadamu kembali," ucap Feng kemudian mengangkat tangannya, seketika debu debu yang mengepul berterbangan itu benrhenti.
Jika orang teliti melihatnya, debu debu kecil itu mendadak berubah teksurnya menjadi sebuah jarum yang sangat kecil dan tajam. Feng melambaikan tangannya dan seketika kepulan debu itu menghilang melesat menembus tubuh Pemimpin Bandit itu, membuat tubuhnya penuh dengan lubang.
"T-tidak.." gumam Pemimpin Bandit itu tak percaya dengan takdir yang baru saja Ia alami, bukankah Ia tadi berada di atas angin dan bahkan berencana menguasai kerajaan Iblis? Lalu kini Ia meregang nyawanya dengan tubuh dipenuhi lubang, dan semua itu dilakukan oleh seorang Pemuda yang bahkan tak jelas asal usulnya.
Akhirnya, Pemimpin Bandit itu kehilangan nyawanya dengan mata melotot dan mulut menganga tak percaya dengan apa yang telah terjadi dengannya saat ini.
"Hmmm... Tapi Aku sedikit bingung, bukankah Tingkatan di Alam Iblis berbeda? Lalu kenapa Mereka menggunakan tingkatan seperti di Alam Manusia?" gumam Feng saat menyadari sesuatu, Ia menggelengkan kepalanya memilih melupakan itu sejenak, nanti Ia akan tanyakan pada Raja Iblis perihal hal tersebut. Sekarang ada yang lebih penting untuk Ia lakukan.
"Hei, Dimana Rara?"
......................
**Assalamualaikum
Duuuh Ramadhan bentar lagi habis ni, enaknya Kita Crazy Up kapan yah**???