The System

The System
Kekuatan Mata Dewa



"Kau merasakannya bukan?"


Orang berjubah hitam itu berjalan pelan, menghampiri Murid Akademi Dewa. Murid Akademi Dewa itu berusaha bangkit dengan perlahan dan langsung memuntahkan seteguk darah. Ia mendongakkan kepalanya, menatap Orang berjubah hitam didepannya dengan tatapan marah.


"Kau yang memaksaku menggunakan ini!" Murid Akademi Dewa itu kemudian mengeluarkan sesuatu berbentuk pil dan langsung menelannya. Semua Penonton yang melihat itu terkejut, begitu juga dengan Orang berjubah hitam di depannya.


"System, identifikasi pil itu."


[Ding! Mengidintifikasi...]


[Ding! Pil Darah : Dapat mengeluarkan seluruh potensi dalam tubuh dan meningkatkan kekuatan berkali kali lipat selama 1 jam.


Efek samping : Dapat menyebabkan salah satu organ tubuh rusak, kelumpuhan kultivasi bahkan kematian]


Feng yang melihat informasi dari System tersebut mengangguk paham dan menatap Murid Akademi Dewa itu lebih fokus lagi. Perlahan aura merah keluar dari tubuh Murid Akademi Dewa dan kekuatannya perlahan meningkat.


Boom! Tingkat Bumi lapis 9


Boom! Tingkat Bumi lapis 10


Boom! Tingkat Langit lapis 1


Boom! Tingkat Langit lapis 2


Orang orang yang melihat itu terkejut, Murid Akademi Dewa itu sendiri menatap Orang berjubah hitam sambil tersenyum kejam.


"Bersiaplah menghadapi kematianmu!"


Wushhh... dalam sekejap mata, Murid Akademi Dewa itu menghilang dan muncul di hadapan Orang berjubah hitam tersebut. Ia mencekiknya lalu membantingnya hingga menabrak pembatas arena. Orang berjubah hitam itu meringis kesakitan namun kembali bangkit.


Murid Akademi Dewa itu kembali hilang, Orang berjubah hitam tadi langsung memasang sikap waspada memperhatikan sekitarnya. Murid Akademi Dewa tadi muncul di sampingnya dan langsung melayangkan tinjunya. Orang berjubah hitam yang sudah siap tadi langsung mencoba menahan dan menangkis tinju itu namun kekuatan Mereka berbeda sehingga Orang berjubah hitam itu kembali terlempar ke belakang.


"Hahaha... Menyerahlah, dan serahkan nyawamu dengan sukarela kepadaku," tawa Murid Akademi Dewa itu menatap Orang berjubah hitam tersebut.


Orang berjubah hitam itu menggertakkan giginya kesal. Ia tau kini kekuatan Murid Akademi Dewa itu berada di atasnya, sehingga Ia harus menghadapinya dengan lebih hati hati dan menggunakan seluruh kekuatannya. Akhirnya Orang berjubah hitam itu memutuskan untuk mengeluarkan roh beladirinya.


Siluet 2 ekor Phoenix berwarna biru dab mersh keluar dari dalam tubuhnya dan terbang beriringan. Orang orang yang melihat Phoenix itu terpana akan keindahannya dan auranya. Feng sendiri yang melihat itu tersenyum, Ia sudah dapat menebak semuanya kini.


"Kau memikiki Roh beladiri yang sama dengan si Gila, siapa Kau sebenarnya? Apakah Kau adalah keluarganya?" tanya Murid Akademi Dewa tersebut begitu melihat Roh beladiri Orang berjubah hitan didepannya.


"Siapa Aku dan ada hubungan apa Aku dengannya bukan urusanmu!" jawab Orang berjubah hitam itu ketus, Murid Akademi Dewa itu mengepalkan tangannya marah.


"Baiklah, Kalau begitu bersiaplah menemui Dewa Kematian!" ucap Murid Akademi Dewa itu kemudian ikut mengeluarkan roh beladiri naganya.


"Naga Penghancur Dunia!"


Siluet Naga tadi langsung terbang berputar di udara dan membuka mulutnya. Sebuah bola energi terbentuk perlahan dan siap di tembakkan ke arah Orang berjubah hitam tersebut.


Siluet dua phoenix tadi terbang berputar putar di langit membuat sebuah angin topan berwarna merah dan biru yang besar.


Bola energi itu di tembakkan dan angin topan itu maju bergerak. 2 Kekuatan itu bertabrakan.


Booom! Ledakan besar terjadi di Arena Pertarungan membuat debu mengepul menutupi seluruh Arena Pertarungan. Orang orang yang melihat hal tersebut terdiam, menyaksikan pertarungan dahsyat tersebut dengan jantung berdebar.


Siluet berwarna biru bergerak cepat, begitu juga siluet berwarna merah. Ledakan ledakan kecil terjadi di dalam kepulan debu tersebut. Murid Akademi Dewa dan Orang berjubah hitan tersebut mulai bertarung. Para penonton tak ada yang bisa menyaksikan pertandingan tersebut kecuali Feng dan Rara.


"Orang jubah hitam akan kalah," gumam Rara setelah beberapa saat, Feng mengangguk setuju. Meski Mereka cuman beda 1 lapis dan itu tak terlalu jauh, namun berkat memakan pil darah tadi Murid Akademi Dewa itu dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya. Selain itu regerenasi tubuhnya juga semakin cepat.


Boom! Murid Akademi Dewa itu memukul telak perut Orang berjubah hitam membuatnya terlempar hingga ke tengah Arena. Murid Akademi Dewa itu mengangkat tangannya.


"Naga Menerjang Semesta!"


Awan hitam berkumpul di atas arena, perlahan dari awan awan hitam itu keluar seekor naga dan terbang melesat ke arah Orang berjubah hitam tadi.


Booom! Ledakan besar terjadi memenuhi seluruh Arena Pertarungan, Orang orang yang melihat hal tersebut terkejut dan menunggu dengan jantung berdebar. Apakah Orang berjubah hitam tadi kalah? Apakah Ia mati?


Debu menghilang, menampakkan sebuah kawah besar di tengah Arena berkat ledakan tadi, Murid Akademi Dewa tadi berdiri di pinggir kawah menatap Orang berjubah hitam yang berusaha bangkit dengan tertatih tatih tersebut.


"Selamat tinggal!" ucap Murid Akademi Dewa itu sinis kemudian membuat sebuah pedang dari energinya dan melemparkannya tepat ke arah kepala Orang berjubah hitam tersebut. Pedang itu melesat cepat bersiap memotong kepala Orang berjubah hitam tersebut. Orang berjubah hitam itu tak bisa menghindar apalagi menangkis karna energinya yang telah habis.


"Apakah ini hari kematianku?" gumam Orang berjubah hitam itu menutup matanya pasrah akan kematian yang sudah berada di depan matanya.


Hening...


Semua penonton terkejut, begitu juga Murid Akademi Dewa itu. Orang berjubah hitam tersebut membuka matanya mendongak dan terkejut mendapati pedang tersebut berhenti beberapa centi didepannya. Tiba tiba pedang itu barbalik melesat menyerang Murid Akademi Dewa itu. Murid Akademi Dewa itu menangkisnya dan termundur beberapa langkah ke belakang.


"Siapa itu?! Beraninya Kau menyerang diam diam!" Murid Akademi Dewa itu berteriak marah melihat sekelilingnya.


"Lawanmu adalah Aku bukan?" sebuah suara membuat seluruh Orang terkejut. Suara tersebut berasal dari si Gila yang perlahan bangkit. Feng tersenyum menyaksikan itu.


"Kau! Orang gila, beraninya Kau menyerangku diam diam! Matilah!" Murid Akademi Dewa itu menghilang dan muncul di depan si Gila, melayangkan tinjunya, si Gila tersenyum lalu dengan mudah menggeser kepalanya menghindari serangan Murid Akademi Dewa itu.


"Harusnya Kau yang mati!" ucap si Gila menatap Murid Akademi Dewa tersebut, semua Orang terkejut melihat pupil mata si Gila yang berubah menjadi warna merah dan biru.


Tanpa diserang apapun tiba tiba Murid Akademi Dewa itu terlempar kebelakang dan memuntahkan darah. Semua orang yang melihat itu terkejut.


Murid Akademi Dewa itu tak menyerah dan berusaha bangkit berniat menyerang si Gila itu kembali.


"Tak ada gunanya," ucap si Gila dingin kemudian kembali menatap Murid Akademi Dewa. Matanya berkilau sejenak, tiba tiba bukan hanya muntah namun setiap lubang yang ada di tubuh Murid Akademi Dewa tersebut mengeluarkan darah.


"Bagaimana mungkin?!"


...- - -...