
"Masuk Akademi Dewa?" beo Resepsionis itu begitu mendengar penjelasan Feng bahwa Feng meminta bantuannya agar bisa masuk ke Akademi Dewa.
"Untuk apa?" tanyanya kemudian, Feng menggeleng tak ingin memberi tau. Resepsionis itu paham kemudian diam sejenak berfikir.
"Baiklah, kebetulah ujian masuk Akademi Dewa akan dilaksanakan sepekan lagi jadi Kita bisa langsung pergi ke Kekaisaran Dewa untuk mengikuti ujiannya," jelas Resepsionis itu, Feng dan Rara mengangguk setuju.
"Apakah Kalian ingin lewat jalur cepat? Aku bisa membantu Kalian, pangkatku bise dengan mudah membantu Kalian masuk dengan cepat."
Feng dan Rara menggeleng tegas, tanpa di bantupun Mereka berdua yakin dapat lulus ujian masuk Akademi Dewa dengan mudah. Resepsionis yang melihat gelengan tegas Feng dan Rara mengalah.
"Baiklah 3 Hari lagi Kita berangkat, ingin menggunakan kendaraan atau portal?" tanyanya kemudian, Feng memandang Rara.
"Rara mau naik kendaraan aja, sekalian nikmatin perjalanan dan mengenal daerah," jawab Rara, Feng mengangguk setuju akan pernyataan Rara.
"Baiklah, 3 hari lagi Kita berangkat," Mereka akhirnya berpisah, Feng dan Rara segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan Resepsionis itu kembali melaksanakan tugasnya.
Hari hari esoknya Feng dan Rara gunakan untuk mengetahui kota itu sepenuhnya. Feng dan Rara berpisah, Feng memutuskan untuk mempelajari sedikit tentang portal yang menghubungkan beberapa tempat itu. Feng mendapati bahwa portal itu dibuat dari susunan formasi menggunakan sebuah batu dan di bantu dengan koin dewa.
"Ternyata koin Dewa juga digunakan untuk ini," gumam Feng begitu mengetahuinya. Ia juga bertanya kepada Prajurit penjaga portal itu mengenai batu tersebut.
"Itu batu spiritual, harganya lebih dari beribu ribu koin Dewa tergantung pada kualitasnya, kegunaannya cukup banyak dan salah satunya adalah dalam membuat portal yang menghubungkan berbagai tempat ini," jelas Prajurit itu, Feng salah sangka mengira semula Prajurit ini cukup sombong untuk bersedia menjelaskan tentang batu ini ternyata tidak, Ia menjelaskannya dengan senang hati.
Feng mengangguk kemudian bertanya dimana toko yang menjual batu spiritual ini dan Prajurit itu dengan senang hati menunjukkannya. Feng kemudian mempelajari sedikit tentang formasi untuk membuat portal tersebut dan mengangguk begitu mengetahui intinya.
Ia kemudian segera pergi ke tempat dimana Orang menjual batu spiritual tersebut. Feng memang berencana membuat portal tersebut, namun bukan untuk dirinya ataupun Rara karna Mereka berdua sudah punya kemampuan teleportasi dari System yang dapat menteleportasikan Mereka kemanapun selagi Mereka pernah mengunjungi tempat itu. Portal teleportasi ini Ia ingin pelajari untuk membuat portal teleportasi bagi bawahannya dan Orang orang terdekatnya, karna tak mungkin Feng dan Rara membantu teleportasi banyak Orang sekaligus, maka mempelajari ini adalah solusinya.
"Aku ingin membeli batu spiritual," jawab Feng begitu Ia memasuki toko besar tersebut dan langsubg di sambut oleh seorang Pelayan Wanita. Pelayan Wanita itu mengangguk dan mengajak Feng pergi melihat lihat.
Benar kata Prajurit ini bahwa di Toko ini menjual berbagai macam hal yang dibutuhka seluruh Orang. Bahkan batu spiritual saja di jual berbagai macam disini, mulai yang kualitas rendah hingga tinggi.
"Aku ingin membeli kualitas tinggi, berapa harganya?" tanya Feng.
"Untuk batu spiritual kualitas tinggi, satu buahnya seharga 100.000 koin dewa tuan," jawab pelayan itu sopan, Feng tersedak. Itu harga yang luar biasa untuk sebuah batu, Feng menghela nafas berat lagi lagi Ia harus mengeluarkan banyak uang. Beruntung Ia memiliki point tak terbatas sehingga Ia tak perlu khawatir tentang uang meski mengeluarkan sebanyak itu tetap membuat hatinya terasa sakit.
"Baiklah, Aku membeli 4 buah," ucap Feng, membuat portal teleportasi memang hanya membutuhkan 4 buah batu.
"Tuan, ini pesananmu," ucap Pelayan wanita itu datang memberikan kantong belanjaan milik Feng. Feng mengangguk menerimanya kemudian menunjuk kelinci tersebut.
"Ini jenis Kelinci apa?" tanya Feng, Pelayan itu langsung melihat kelinci yang di tunjuk Feng dan memeriksanya sejenak.
"Oh, ini Kelinci surgawi Tuan, dulu Ia salah satu ras yang paling kuat dan mendominasi di Alam Dewa ini, namun kekacauan yang terjadi ribuan tahun yang lalu membuat Mereka musnah dan kehilangan kekuatannya. Kelinci di depan Tuan ini bukan kelinci asli Kelinci Surgawi melainkan hanya kelinci yang memiliki darahnya dan Kelinci ini tak bisa lagi berevolusi menjadi Manusia."
Feng mengangguk mendengar penjelasan itu, pantas saja Ia merasa familiar dengan Kelinci ini, ternyata Ia juga memiliki setitik darah dengan darah Rara.
"Aku ingin membeli Kelinci ini, berapa harganya?"
"Tuan ingin membelinya?!" tanya Pelayan Wanita itu tampak terkejut, Feng menatap Pelayan itu bingung kenapa Ia terkejut.
"Sekedar info tuan, meski Ia hanya memiliki setitik darah dari Kelinci Surgawi namun itu sudah cukup membuat kecepatannya di atas rata rata, bahkan Orang di tingkat Langit pun kesulitan menangkapnya kalau Dia kabur."
"Tak apa, Aku akan membelinya, oh Aku juga menyewa satu ruangan disini ada bukan?"
"Ada Tuan, Kelinci itu seharga 10.000 koin Dewa dan sewa satu ruangan seharga 5.000 koin dewa totalnya 15.000 koin dewa dan batu spiritualnya tadi 400.000 koin dewa."
Feng mengangguk kemudian membayar 415.000 koin dewa. Ia kemudian membawa batu spiritual dan kelinci tadi ke ruangan yang sudah Ia sewa. Feng duduk sejenak kemudian menatap kelinci didepannya itu, Ia membuka kandangnya namun kelinci itu tak juga bergerak.
Wussh... Hanya dalam sekejap, Kelinci itu sudah hilang dari dalam kandangnya dan muncul di sudut ruangan. Feng tersenyum melihat kecepatan kelinci itu, Pelayan tadi tak bohong, orang pada tingkat langit memang akan kesusahan menangkapnya namun bagi Feng yang berada di tingkat Walis bukanlah hal susah.
Namun Feng tak ingin menangkapnya...
Feng mengangkat sedikit jarinya, mengeluarkan aura Rara. Telinga kelinci itu langsung tegak dan menatap Feng, Feng tersenyum.
Wushh... Kelinci itu hilang dan sudah muncul di hadapan Feng. Ia diam mengendus ngendus jari Feng lebih tepatnya tempat aura Rara berasal. Feng menggerakkan tangannya mengelus kelinci kecil itu dan menggendongnya. Kelinci itu dengan patuh mengikuti Feng.
"Rara pasti menyukaimu."
...- - -...