The System

The System
Turnamen 8



Vote : Like : Comment


Klik...


Feng menjentikkan jarinya diikuti keluarnnya tali tali panjang yang terbuat dari Element kegelapan dan langsung mengikat, tangan, leher, kaki dan badan Ji Zang.


Setelah terikat, tali tali itu menarik sehingga Ji Zang buat rebah dengan membuka badannya.


Feng berjalan mendekati Ji Zang dan berdiri tepat diatas kepalanya, Ji Zang sendiri sejak tadi masih terus berusaha coba meronta ronta namun tak ada hasil.


"Kau tau, kadang ku bingung dengan apa yang dipikirkan Tuan Muda mu itu dan seluruh Bangsawan yang sombong, apakah Mereka kira Mereka yang paling tinggi," ucap Feng menghela nafas, Ji Zang masih berusaha memberontak tak mendengarkan perkataan Feng membuat Feng sedikit kesal.


Feng kemudian berjalan mendekati kaki Ji Zang lalu menginjak tulang keringnya, hal itu sontak membuat Ji Zang meronta ketakutan.


Krek...


Patah!


"Arghhh..," Ji Zang berteriak kesakitan, saat tulang keringnya patah karna diinjak Feng terlalu kuat.


Feng sendiri hanya tersenyum kemudian mengangkat kakinya dari tulang kering Ji Zang dan kemudian menginjak tulang kering kaki sebelahnya.


Hal itu tentu saja membuat Ji Zang gemetaran karna takut, keringat dingin telah membasahi tubuhnya.


"Ampun!" Ji Zang berkata dengan lirih dan gemetaran, Feng menngangguk kemudian mengangkat kakinya yang menginjak tulang kering Ji Zang.


Ji Zang yang melihat hal tersebut merasa lega, namun beberapa saat kemudian Ia merasa sakit pada tangan kanannya.


Ji Zang menyerit menatap tangan kanannya yang terikat, Ia membulatkan matanya saat ikatan yang dibuat Feng pada tangan kanannya tertarik sedikit demi sedikit.


Ji Zang langsung bergerak mencoba menariknya kembali namun tak menghasilkan apa apa justru membuat tarikan ikatannya semakin cepat.


Darah perlahan merembes dari bahu Ji Zang, Ia menggeram kesakitan sambil terus berusaha menarik kembali tangannya.


Sreeet...


Putus!


"Aaaargghh!"


Ji Zang berteriak kesakitan saat tangan kanannya telah putus dari tubuhnya, disisi lain Orang Orang yang Ia bawa melihat hal tersebut langsung gemetaran.


"Hm... Ku rasa itu belum cukup untuk kenang kenangan," gumam Feng terdengar jelas, mendengar hal tersebut sontak membuat semua Orang disana ketakutan setengah mati.


Feng maju lalu meletakkan kakinya menginjak muka Ji Zang yang masih berteriak kesakitan, suara suara geraman masih terdengar walau Feng telah menginjak mukanya, hal tersebut membuat Feng berdecak kesal.


Feng kemudian menekankan pijakannya, membuat Orang yang melihat itu tak tahan untuk membuka mata.


Ji Zang masih terus menggeram memberontak, perlahan darah keluar dari hidung Ji Zang yang diinjak Feng.


Krek...


Kini hidung Ji Zang telah patah, Feng menghela nafas kemudian mengangkat kakinya sehingga memperlihatkan wajah Ji Zang yang telah hancur. berdarah darah.


"Huh, Kau beruntung karna merupakan tangan kanan Tuan Muda Mu itu sehingga Aku tak akan membunuh Mu," ucap Feng sedikit tak rela, Orang Orang disana yang mendengar hal tersebut tak tahan untuk tak ketakutan.


"K-kau.. Iblis!" tunjuk Ji Zang kemudian pingsan, Feng menggelengkan kepalanya kemudian bergumam.


"Kalau Aku Iblis maka Kau lebih buruk dari Iblis."


Feng kemudian berbalik menatap Orang Orang bawahan yang dibawa Ji Zang tadi, Orang Orang disana gemetaran melihat Feng yang sedang menatap Mereka.


"Kalian ku bebaskan asal masing masing patahkan 5 jari Kalian!" ucap Feng, mendengar hal tersebut sontak membuat seluruh Orang disana mematahkan 5 jarinya.


Suara Kreeek terdengar keras di malam itu, Feng tersenyum dingin kemudian berbalik.


"Bawa Orang tak berguna ini pada Tuan Muda Kalian dan juga jangan coba berurusan dengan ku lagi atau ku pastikan tak hanya Kalian yang hancur namun juga Keluarga Kalian," lirih Feng penuh penekanan, Orang orang disana mengangguk cepat.


Feng tanpa berkata kata lagi langsung melesat pergi membuat Orang disana mengehla nafas lega.


...- - -...


"Bagaimana mungkin?!" teriak Ji Yao marah, didepannya terbaring Ji Zang yang masih belum sadar dan Orang orang yang dibawa Ji Zang tadi.


"T-tuan, Orang yang Tuan bilang sangat kuat," ucap takut salah seorang Orang yang dibawa Ji Zang.


"Sial!" umpat Ji Yao marah dan benci.


"Feng, Kau akan menerima balasannya cepat atau lambat," geram Ji Yao dengan kebencian yang pekat di matanya.


...- - -...


Pagi Hari...


Feng dan Rara bangun kemudian membersihkan diri dan makan, setelah itu Mereka lanjut berjalan di kaki Gunung.


Sepanjang berjalan, Rara dan Feng menyempatkan membunuh Hewan Buas Tingkat Menengah atau Rendah untuk diambil intinya.


Namun di tengah perjalanan, telinga Mereka menangkap suara pertarungan.


Karna penasaran, Feng dan Rara melesat ke arah suara pertarungan tersebut.


Saat sampai disana, Mereka melihat 3 Orang yang kini tengah bertarung dengan seekor Gorila bercorak merah di badannya.


Groooarr!!!


Gorila itu berteriak marah, suara teriakannya membuat 3 Orang tersebut termundur jauh.


Feng mengangkat alisnya mengenali 3 Orang tersebut, itu adalah Di Shi dan 2 Pengawal tersembunyinya yang berada di Tingkat Emas.


Namun yang Feng tak paham bagaimana bisa Mereka berhadapan dengan Gorila Darah yang berada pada Tingkat Menengah setara Tingkat Bumi lapis 3.


Pertarungan itu tampak jelas jelas berat sebelah, di sisi Di Shi sendiri, Ia dan 2 Pengawalnya sudah banyak terluka sedangkan disisi Gorila tersebut hanya terluka kecil.


"Ra, bisa urus itu?" tanya Feng, Rara yang paham mengangguk kecil kemudian maju masuk menyerang Gorila tersebut.


Hal tersebut tentu saja mengejutkan Di Shi dan 2 Pengawalnya.


Rara maju kemudian mengangkat tangan kanannya, tiang tiang dari Kayu muncul dari Tanah mengelilingi Gorila tersebut membuatnya terkurung.


Buk..


Buk..


Gorila tersebut memukul mukul tiang berusaha kekuar namun tiang tersebut bahkan tak bergeming sedikitpun setelah Gorila itu memukulnya.


Hal tersebut tentu saja membuat Di Shi tercengang dengan raut wajah terkejut.


"Ra, cepat selesaikan!" sebuah suara membuat Di Shi dan 2 Pengawalnya menoleh dan melihat Pemuda yang beberapa Hari ini membuat Di Shi penasaran.


Rara sendiri mengangguk kemudian menjentikkan jarinya, bilah bilah Angin kemudian melesat dari berbagai sisi ke arah Gorila tersebut.


Crassh..


Crassh..


Crassh..


Gorila itu dipotong oleh Rara menjadi potongan kecil dengan mudahnya, Di Shi dan Pengawalnya yang melihat hal tersebut menganga karna terkejut.


Mereka tak menyangka Gadis kecil di depan Mereka dengan mudahnya mengalahkan Hewan Buas yang bahkan Mereka bertiga susah melawannya.


Hal yang mengejutkan lainnya adalah Gadis kecil didepan Mereka tampak santai saat tubuh Gorila tersebut dengan sadisnya terus terpotong padahal sudah mati.


Setelah selesai, Rara berjalan berbalik menghampiri Feng.


Feng tersenyum mengacak ngacak rambut Rara kemudian menggandeng tangannya berjalan menjauh meninggalkan Di Shi dan Pengawalnya yang masih menganga karna terkejut melihat hal tersebut.


...- - -...