
"Feng Gege, Kita mau kemana sekarang?" tanya Rara. Mereka sudah 2 Hari penuh berada di Kota satu Ras untuk menikmati segala kulinernya dan Rara cukup puas dengan itu. Hari ini, Feng langsung mengajak Rara pagi pagi sekali untuk pergi ke arah Selatan dengan terbang cepat. Rara yang melihat Feng tergesa gesa seperti itu langsung menurut dan terbang cepat di samping Feng.
"Kita akan pergi ke Daerah Selatan," jawab Feng menatap fokus ke depan, Ia sungguh sangat penasaran dengan yang terjadi beberapa hari lalu. Ingin rasanya Ia langsung pergi dan mencari tau hal itu, namun mengingat janjinya pada Rara untuk menemani mencoba setiap kuliner di Kota satu Ras, maka Feng mengalah, Istrinya adalah Prioritas segalanya.
Feng terbang dengan kecepatan yang masih bisa diikuti Rara sambil terus berpikir akan apa hal yang Ia nanti alami saat mencari Makam Kesesatan ini. Feng menatap kebawah melihat teritory daerah yang perlahan berubah, dari yang semula padang pasir tandus khas Alam Iblis perlahan berubah menjadi daerah yang subur dan hijau. Feng memperhatikan hal itu dengan mata menyipit dan otak berputar, sepertinya ini akan semakin menarik.
Alam Iblis yang tak begitu luas, dan kecepatan terbang Feng dan Rara yang begitu cepat, membuat hanya butuh waktu setengah hari untuk Mereka memasuki Daerah Selatan. Kini di bawah Mereka penuh dengan pepohonan yang rimbun dan hijau, sedangkan nan jauh di ujung mata Mereka ada pegunungan yang menjulang tinggi dan berjejer bak sebuah dinding alami.
Feng mengajak Rara berhenti dan ingin turun saat mendadak insting keduanya berdenting bahaya. Mereka langsung dengan cepat terbang menghindar.
Wushhh...
Sebuah bayangan cepat terbang melintas cepat di tempat Mereka terbang tadi, Feng dan Rara langsung menyipitkan matanya melihat bayangan apa itu. Maka tampaklsh oleh Mereka Seorang Iblis yang berbadan Manusia namun memiliki kepala, kaki dan kedua sayap elang di tubuhnya. Elang itu tampak berhenti terbang di hadapan Feng sambil menatap tajam pada Feng dan Rara. Paruh burungnya bergerak seperti mengucapkan sesuatu, sesuatu yang sama sekali tak di pahami oleh Feng dan Rara. Melihat kedua Orang di depannya yang tak paham akan bahasanya, Manusia Elang itu nampak marah dan langsung melesat menyerang Feng, Feng sedikit terkejut saat merasakan bahwa kecepatan Elang itu terbang lebih cepat darinya. Ia terbang mengelak, namun kalah cepat sehingga tangannya terpampang 3 bekas luka cakar panjang yang mebeteskan darah. Rara yang melihat Suaminya terluka oleh Makhluk itu, marah. Ia langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke arah Manusia Elang itu.
"Tusukan Harimau Putih!" Manusia Elang itu nampak terkejut saat merasakan serangan Perempuan kecil itu yang sangat kuat, Ia langsung terbang cepat menghindar dan melesat berbalik menyerang Perempuan itu.
Ting! Bunyi dentingan kencang terdengar saat cakar Manusia Elang itu berhasil ditahan Rara dengan pedangnya dan kemudian balas menyerang. Feng masih diam dan memperhatikan Manusia Elang yang tengah bertarung dengan Rara itu, entah kenapa Feng yakin bahwa Manusia Elang itu bukanlah Iblis biasa, Ia sama sekali tak merasakan aura Iblis yang kuat darinya namun setiap serangan dan kecepatannya... Bahkan melebihi Ia dan Rara.
Feng mendadak melihat Rara yang mulai kewalahan menghadapi Makhluk tersebut, Feng tau, Ia tak bisa meremehkan musuhnya kali ini sehingga Ia langsung mengeluarkan roh bela dirinya yaitu Dewa Kematian dan maju membantu Rara.
,"Tinju Naga Api!" siluet Naga berwarna merah keluar dari kepalan tangan Feng yang langsung menghantam sayap Manusia Elang itu kuat.
Boom! Tanpa bisa di tahan oleh Manusia Elsng tersebut, serangan Feng itu membuatnya terlempar jatuh ke tanah sehingga membuat sebuah kawah besar. Elang itu nampak tambah terkejut dan menatap Manusia yang terbang di atasnya itu, Ia memang sempat merasa ketakutan saat melihat Laki laki itu, terlebih saat Laki laki itu nampak mengeluarkan siluet Makhluk berwarna hitam dari tubuhnya, itu membuatnya semakin yakin bahwa Ia bukanlah tandingan Pemuda itu sehingga diam diam Ia mencabut salah satu bulu sayapnya dan membakarnya.
Feng yang melihat Manusia Elang di hadapannya terdiam cukup lama menjadi curiga dan langsung kembali melesat menyerangnya. Tap! Feng kali ini menggunakan jurus Langkah Naga Anginnya untuk maju melesat dengan cepat ke arah Manusia Elang tersebut. Feng muncul di hadapannya dan langsung mengayunkan kakinya ke arah Manusia Elang itu sambil mengeluarkan jurusnya, Tendangan Naga Tanah!
Manusia Elang di depannya tau bahwa Ia tak bisa menahannya dengan tangan kosong atau sekedar menghindarinya, sehingga Ia langsung mengeluarkan jurusnya yang membuat seluruh tubuhnya mendadak berwarna keemasan. Tang! Benar saja, tubuh emas itu berhasil menahan serangan Feng, namun juga membuat retakan besar di tubuh emas Manusia Elang itu, Feng sedikit terkejut melihat serangannya berhasil di terima padahal Ia sudah menggunakan setengah kekuatannya.
"Ia benar benar bukan sekedar Iblis biasa, Ia benar benar lebih kuat dari Raja Iblis sekalipun," gumam Feng memandang tajam Makhkluk di depannya, Ia kemudian membuat sebuah matahari kecil di tangannya dan melemparkannya ke arah Manusia Elang tersebut. Manusia Elang itu yang merasa bahwa serangan Pemuda itu kali ini lebih kuat bahkan Ia tak yakin tubuh emasnya bisa menahan serangan itu lagi, langsung bersuaha menghindar. Namun terlambat karna Feng sudah muncul duluan di arah tempatnya menghindar dan mengeluarka jurus matahari yang sama, menghantam langsung Manusia Elang tersebut.
BOOOM!!! Debu mengepul berterbangan, Feng melambaikan tangannya dan seluruh debu itu langsung terbang hilang dari pandangan, memperlihatkan Manusia Elang itu yang telah terbaring di tanah dengan tubuh penuh luka namu masoh bernafas. Feng tak bisa membiarkannya mati sehingga langsung melesat cepat ke dekatnya dan menyalurkan sedikit Qi nya untuk menyelamatkan nyawa Manusia Elang itu, Feng menyelamatkannya bukan karna kasian, namun Ia yakin bahwa Manusia Elang ini menyimpan banyak rahasia yang Ia butuhkan.
Namun saat sedang menyembuhkannya, mendadak Rara muncul di belakangnya dan mengangkat pedangnya, menahan sebuah serangan yang tak Feng sadari. Serangan itu sangat kuat membuat Rara nampak sedikit kesusahan meski masih bisa menahannya.
"Rara!" ucap Feng dengan mata menyiratkan pertanyaan bahwa Ia tak apa apakah? Rara mengangguk kemudian menunjuk ke depan, mata Feng mengikuti arah tunjuk Rara dan seketika matanya melebar terkejut.