The System

The System
Rara Sayang Feng Gege!



Dunia Kecil


Kreek...


Feng masuk, Ia tersenyum tipis melihat Kakek dan Pemuda yang tengah mengobrol penuh kerinduan tersebut.


Kakek dan Pemuda sepantarannya yang melihat Feng masuk tersebut langsung menghentikan obrolannya dan bangkit.


"Salam Tuan Muda," ucap Kakek tersebut, Feng mengangguk.


"Salam Tuan, Terima kasih sudah menyelamatkan hamba dari Orang tamak tersebut," ucap Pemuda tersebut.


"Tidakkah lebih baik Kalian memperkenalkan diri dulu," ucap Feng, Kakek dan Pemuda itu tersentak tersadar.


"Ah... Maaf, Aku Yu Dao dan ini Cucuku Yu Zi," ucap Kakek tersebut memperkenalkan diri.


"Baiklah, Kakek Yu sepertinya ini sudah saatnya membahas kesepakatan di antara Kita," ucap Feng, Kakek Yu mengangguk.


"Apapun yang Tuan Muda minta akan hamba lakukan," ucap Kakek Yu, Feng mengangguk tersenyum tipis.


"Aku ingin..."


...- - -...


Sore Hari...


Krek...


"Feng Gege!" panggil Rara masuk ke dalam ruangan dengan tampang baru bangun tidurnya, Kakek Yu dan Yu Zi yang melihat seorang Gadis kecil itu masuk memanggil Tuan Muda di depan Mereka hanya diam.


"Ra, sini," panggil Feng, Rara berjalan patah patah ke arah Feng karna masih mengantuk.


"Haiis... Udah tidur seharian masih aja ngantuk," ucap Feng mengangkat Rara dan memangkunya, Rara langsung memeluk Feng erat sambil mencari tempat ternyaman.


Feng tersenyum mengelus rambut panjang hitam Rara, dan tak lama Rara kembali tertidur.


"Oh mari Kita lanjutkan pembicaraan Kita, tadi Kau ingin bertanya bukan?" tanya Feng ke Yu Zi, Yu Zi mengangguk.


"Tuan Muda, bagaimana Tuan Muda bisa tau bahwa Aku dan Kakek memiliki Qi khusus," bingung Yu Zi, Feng yang di tanya seperti itu tersenyum tipis.


"Aku tak hanya tau Kalian memiliki Qi khusus, tapi Aku juga tau bahwa Qi tersebut merupakan Qi yang berbahaya yang sewaktu waktu bisa membunuh Kalian sendiri, Qi itu bagai Pedang bermata dua," ucap Feng membuat Kakek Yu dan Yu Zi menelan ludah.


"Qi itu sebenarnya sama seperti Kau memiliki Qi Racun dan Qi Api namun dalam kasus Keluarga Kalian, mungkin leluhur Kalian pernah tak menyadari atau tak mau menyadari bahwa melatih keduanya secara bersamaan itu penting," ucap Feng menjelaskan.


"Maksud Tuan Muda?" tanya Kakek Yu tak paham.


"Begini, Leluhur Kalian yang pertama kali mendapat Qi khusus ini sebenarnya memiliki 2 Element yaitu Element Racun dan Api, dan tentu saja Ia memiliki Qi Racun dan Api, namun Ia malah melatih salah satunya dan melupakan yang satunya, sehingga yang lebih kuat melahap yang lebih lemah dan jadi lah seperti Kalian," jelas Feng, Kakek Yu dan Yu Zi mengangguk paham.


Feng kemudian mengibaskan tangannya mengeluarkan 2 buah pil.


"Makanlah Pil ini untuk mencegah resiko seandainya Qi itu akan menghancurkan Kalian," ucap Feng bangkit sambil menggendong Rara.


"Juga jangan lupa apa yang Ku pesan tadi, dan latih juga tubuh Kalian untuk kedepannya," ucap Feng berjalan pergi, Kakek Yu dan Yu Zi mengangguk.


"Pasti Tuan Muda," ucap Mereka.


...- - -...


Feng memutuskan untuk berjalan jalan sebentar sambil menatap langit sore.


"Engh... Feng Gege, silau," ucap Rara saat cahaya mentari Sore mengenai mukanya, Feng tersenyum gemas melihat itu.


Feng dan Rara yang saat ini berada di pinggir sungai, Feng langsung membasahi tangannya dengan air sungai lalu mengelapnya ke muka Rara.


"Engh... Feng Gege!" ucap Rara terbangun dengan cemberut, Feng tersenyum mengecup dahi Rara.


"Lihat itu, bukankah itu indah," ucap Feng menunjuk ke arah matahari terbenam, Rara ikut melihat dan seketika matanya berkilau indah.


"Waah~ Cantiknya," ucap Rara turun dari gendongan Feng, Feng tersenyum lembut mencubit pipi Rara.


"Makanya jangan tidur mulu," ucap Feng tersenyum gemas.


"Ikh... Feng Gege, sakiit~" ucap Rara cemberut mengelus elus pipinya yang di tarik Feng tadi.


Feng hanya tertawa kecil, kemudian merentangkan tangannya, Rara langsung tersenyum lebar kemudian melompat ke pelukan Feng.


...- - -...


"Feng Gege... Jangan tidur dulu, temenin Rara main!" ucap Rara merengek, Feng menghela nafas pasrah, kini Ia sedikit menyesal membuat Rara terbangun sore tadi.


Kini Malamnya justru Rara tak bisa tidur dan asik menganggu Feng yang sudah sangat mengantuk.


"Main sama Anan aja ya," ucap Feng lembut, Rara menggeleng.


"Anan gak seru di ajak main," ucap Rara cemberut, Feng menghela nafas, mau tak mau Ia kini Ia harus menemani Istri kecilnya ini bermain.


...- - -...


"Feng Ge-" ucapan Rara terhenti saat melihat Suaminya itu sudah tertidur dengan mainan di pelukannya, mata polos Rara menatap Feng penuh cinta.


Ia lalu bangkit dan membaringkan Feng di kasur lalu menyelimutinya, Ia kemudian menarik mainan di pelukan Feng kemudian ganti masuk ke pelukan Feng.


Cup...


Rara mengecup bibir Feng sambil tersenyum manis kemudian memeluk Feng.


"Rara sayang Feng Gege!"


...- - -...


...Instagram : @t_riq__...