The System

The System
Penaklukan Kekaisaran Bintang



Halaman Istana Kekaisaran Matahari...


"Baiklah, Hari ini Kita akan menyerang dan menaklukan Kekaisaran Bintang! Kalian! Prajurit dan Pasukan terpilih yang akan mengalahkan Kekaisaran Bintang! Jika menang Kalian akan mendapatkan Harta dan Perempuan, tapi jika kalah, jangan harap bisa menginjakkan kaki di Tanah kembali!" teriak Jendral jendral Kekaisaran Matahari.


"Hidup Kekaisaran Matahari!"


"Hidup Kekaisaran Matahari!" teriakkan demi teriakkan Pasukan Prajurit Kekaisaran Matahari terdengar bersahut sahut kencang.


Kaisar Yun yang menyaksikan hal itu dari atas balkon Istananya tersenyum, Ia lalu menoleh menatap Leluhur Kekaisaran Matahari. Dahinya mengerut saat melihat Leluhurnya tersebut sama sekali tak tersenyum malah seperti tampak tak tenang.


"Leluhur, ada apa?" tanya Kaisar Yun, Leluhur Kekaisaran Matahari terdiam sejenak kemudian menggeleng sambil menghela nafas.


"Tidak ada, Laksanakan saja penyerangan secepatnya," ucap Leluhur Kekaisaran Matahari lalu berlalu berjalan pergi. Kaisar Yun hanya menantap itu dengan bingung kemudian menggeleng, memilih tidak memikirkan itu.


Pasukan Kekaisaran Matahari yang dipimpin Jendral Mereka tersebut kemudian berangkat, menuju Kekaisaran Bintang.


...- - -...


Istana Kekaisaran Bintang...


"Tuan bagaimana ini?" tanya salah seorang Mentri, Ia adalah salah satu dari sedikit Mentri yang masih setia pada Kekaisaran Bintang.


Memang, setelah kematian Kaisar, Leluhur dan Orang orang hebat Kekaisaran Bintang terdahulu, Kekaisaran Bintang memasuki masa kehancurannya, banyak Bangsawan bangsawan, Mentri dan Orang orang berkuasa yang memberontak, di tambah kabar bahwa Kekaisaran Matahari akan menyerang Mereka, membuat umur Kekaisaran Bulan seperti tak akan lama lagi.


"Bagaimana Kaisar?" tanya Mentrinya itu lagi, Kaisar Muda Kekaisaran Bintang itu terdiam, Ia bahkan belum membalaskan dendam atas kematian Ayah dan Leluhurnya, dan kini di tangannya pula Kekaisaran Bintang akan meng akhiri sejarahnya.


"Aku bisa membantu Kalian," sebuah suara tiba tiba terdengar, semua Orang di ruangan itu menoleh. Itu adalah suara dari seseorang berjubah hitam dengan topeng di wajahnya.


"Aku bisa bantu Kalian mempertahankan Kekaisaran ini," ucapnya kemudian, semua Orang menatapnya waspada, bagaimanapun tak ada yang menyadari kehadirannya yang secara tiba tiba.


Semua Orang masih terdiam, sebelum akhirnya Kaisar Kekaisaran Bintang itu angkat suara.


"Kau bisa membantu?" tanya Kaisar Kekaisaran Bintang.


"Oh? Kau tidak menanyakan asal usulku dan langsung percaya padaku, ckckck sungguh Kaisar muda yang naif," ucap Pria bertopeng itu.


"Tidak penting asal usulmu, yang penting dapatkan Kau membantu mempertahankan Kekaisaran ini?!" ucap Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut, Pria bertopeng itu tertawa lirih, aura kematian keluar dari tubuhnya membuat semua Orang di sana merinding.


"Mempertahankan Kekaisaran kecil ini mudah, tapi... Aku tidak mau membuang waktu untuk itu," ucap Pria bertopeng itu, membuat seluruh Orang di ruangan itu terdiam, beberapa langsung pasrah.


"Benarkah? Bagaimana dengan... bayarannya?" tanya Kaisar Kekaisaran Bintang itu membuat Pria bertopeng itu kembali tertawa lirih. Kemudian aura kematiannya bertambah kuat membuat seluruh Orang di ruangan itu sesak nafas.


"Kau kira Aku seperti Orang yang bisa Kau bayar hanya dengan Kekaisaran ini?!" ucap Pria bertopeng itu menggelegar.


"Sudahlah, 2 Jam lagi, kumpulkan seluruh Rakyatmu dan Orang orang yang masih setia denganmu," ucap Pria bertopeng itu berjalan keluar ruangan. Kaisar Kekaisaran Bintang mengangguk berterima kasih berkali kali.


"Oh, kalau boleh tau, nama Tuan siapa?" tanya Kaisar Kekaisaran Bintang itu. Pria bertopeng itu berhenti terdiam sejenak, kemudian kembali berjalan pergi.


"Lin Shan."


...- - -...


Dunia kecil milik Feng...


Lin Shan yang baru kembali langsung di kerumuni Pasukannya. Seseorang kemudian berjalan membelah Pasukan itu yang juga di beri jalan oleh Pasukan pasukannya.


"Bagaimana?" tanya Laki laki dengan telinga Kelinci itu, Wangwang. Lin Shan mengangguk.


"Semua sudah ku urus sesuai keinginan Pemimpin, tapi apa tidak apa apa, bagaimana jika Kaisar tau?" tanya Lin Shan pada Wangwang.


"Tak apa, jika Feng marah atau apa, biar Aku yang urus, lagipula Kita sudah lama libur, sekarang Kita harus bisa membuat sesuatu yang baru yang dapat membuat Feng senang nanti," ucap Wangwang.


"Baiklah," jawab Lin Shan.


"Kemudian, Bangunan bangunan yang ku suruh bangun apakah sudah selesai?" tanya Wangwang pada Pasukan Reinkarnasi.


"Sudah Pemimpin!" jawab Pasukan Reinkarnasi kompak, Wangwang mengangguk tersenyum.


"Baiklah, nanti bawa dan biarkan Mereka bertempat tinggal di sana," ucap Wangwang.


"Siap Pemimpin!" jawab Pasukan Reinkarnasi kompak.


...- - -...


Assalamu'laaikum...


Maaf baru bisa Up sekarang, setelah negosiasi panjang dengan Pengawas Asrama baru Alhamdulillah di bolehkan dan semoga bisa Istiqomah...