The System

The System
Tarian Burung Feniks



"Dewa kematian?" ucap Rara sambil teringat bahwa Feng memiliki roh beladiri Dewa kematian. Dewi Kehidupan seakan bisa membaca pikiran Rara kemudian tetsenyum.


"Suamimu punya roh bela diri Dewa kematian bukan?" ucap Dewi kematian, Rara mengangguk menatal Dewi Kehidupan.


"Aku tahu dan ya, Ia lah Orang yang juga ku cintai selamanya. Itu sebabnya kini Aku percaya pada takdir, takdir yang mempermukanku dengannya hingga takdir yang memisahkan Kami menjadi roh beladiri namun dalam tubuh Orang yang saling berdekatan," ucap Dewi kehidulan dengan senyuman tulus terkembang di bibirnya.


Ya, Ia dulu tak pernah percaya dengan namanya takdir, entah itu takdir kematian, atau takdir lainnya. Bahkan setelah kejadian pertama kali bertemu Dewa kematianpun Ia masih belum percaya sepenuhnya, namun setelah beberapa kejadian yang Ia alami bersama Dewa kematian, akhirnya Ia percaya dan mulai berdamai dengan dirinya.


"Ini..." ucap Dewi kehidupan memberikan sebuah buku kepada Rara, buku bersampul berwarna kuning dengan corak wortel di tengahnya.


"Itu buku diary ku sejak bertemu dengan Dewa kematian, di banding Diary itu lebih mirip cerita sih. Bacalah buku itu, nanti setelah Kau membacanya kembalilah bertemu denganku, Aku menyebut buku itu 'Novel'," ucap Dewi kehidupan sambil tersenyum.


"Oh yah, lebih baik Kau bantu anak buah suamimu itu dulu sebelum Ia mati, Aku akan kembalikan seluruh energimu dan tolonglah Ia," ucap Dewi kehidupan, maka seketika itu sebuah cahaya menyelimuti tubuh Rara. Dewi kehidupan melambaikan tangannya pada Rara mengucapkan selamat tinggal.


Wushhh...


...- - -...


Disisi lain Raja Iblis menggertakkan giginya kesal pasalnya Ia harus menghadapi banyak hewan buas paling berbahaya tanpa energi tersisa sedikitpun di tubuhnya. Meski tadi tiga saudara kematian berkata bahwa Mereka siap mati, Raja Iblis bukanlah Orang yang mau mengorbankan nyawa siapapun kecuali nyawa itu memang penjahat.


"Habisi Mereka!" ucap Phoenix es tersebut, maka seketika ribuan hewan buas itu maju berlari dengan nafsu membunuh menggebu gebu. Tiga saudara kematian langsung memasang kuda kuda, meski tau Mereka pasti kalah, namun Mereka sudah siap berkorban nyawa Mereka. Pertama karna misi Mereka melindungi Rara gagal dan yang kedua untuk melindungi Raja Iblis dengan segenap kemampuan Mereka.


Wushhhh... Saat tinggal beberapa jengkal lagi Hewan buas itu mencapai tiga saudara kematian, sebuah cahaya muncul menyilauka semua Makhluk disitu. Cahaya itu kemudian menghilang memperlihatkan seorang perempuan yang berdiri tegal dan sehat tanpa luka ataupun lecet di tubuhnya.


Melihat munculnya Perempuan itu, Phoenix es dan Raja Iblis terkejut. Phoenix es terkejut karna marah sedangkan Raja Iblis terkejut karna senang bahwa ternyata Rara mssih hidup.


"Kau?! Bagaimana Kau masih bisa hidup?!" tanya Phenix itu terkejut tak percaya, Rara menghadap menatap dingin Phoenix itu kemudian berbalik menatap Raja Iblis.


"Apakah Aku boleh memelihara bianatang di Istana?" tanya Rara pada Raja Iblis, Raja Iblis terdiam kemudian mengangguk patah patah.


"Kau! Kau mau menjadikanku peliharaan?! Mustahil!" ucap Phoenix es itu dengan amarah berkobar kobar, Rara memutar bola matanya malas kemudian mengeluarkan pedangnnya.


"Serang Ia!" kini haluan Hewan hewan buas itu berubah menjadi menyerang Rara, Rara mengangkat pedangnya, menutup mata dan menarik nafasnya.


"Tarian Burung Feniks!" ucap Rara, kemudian dengan gerakan secepat angin, Ia tanpak seperti menari dgn gerakan cepat dan halus, Beberapa saat kemudian tariam itu akhirnya selesai di susul dengan putusny kepala sebagian dari Hewan buas itu.


Teknik Tarian Burung Feniks membuat penggunanya menghabiskan banyak energi untuk menggunakannya, begitu juga dengan Rara, kini energinya hanya tersisa seperempatnya. Namun meski menghabisi banyak energi tapi efek serangannya tak dapat dipandang sebelah mata, pasalnya teknik itu membuat siapa saja yang menggunakannya dapat memotong musuhnya semudah memotong sebuah tahu.


Pun begitu juga jurus yang Rara gunakan barusan, ribuan Hewan buas itu kati dengan badan terpotong potong menyisakan beberapa hewan buas yang tak ikut menyerang. Seluruh Makhluk disitu yang melihat jurus Rara itu menelan ludahnya, Mereka tak percaya ada jurus sekuat itu di alam ini.


"S-siapa Kau sebenarnya?!" ucap Phoenix Es takut dan terkejut setengah mati, Ia pernah berhadapan dengan Iblis terkuat di Alam ini yaitu Kaisar Iblis dan ya, dia kalah melawan Kaisar Iblis meski Kaisar Iblis akhirnya membiarkannya tetap hidup untuk menjaga agar tak ada Hewan buas yang lepas dari sarang Hewan buas dan mengacau di alam Iblis.


Namun kini berhadapan dengan Rara membuatnya yakin bahwa Perempuan di depannya ini bahkan lebih kuat dan menakutkan dari Kaisar Iblis.


Rara tak menjawab pertanyaan Phoenix es itu dan mengangkat tangannya, mengarahkan telapak tangannya kearah Phoenix es. Seketika cahaya berkelabat keluar dari tubuh Rara dan pergi menyelimuti Phoenix es tersebut. Cahaya cahaya itu adalah efek dari teknik segel yang Ia gunakan, teknik itu Ia pelajari secara iseng dari Feng.


Jika saja kekuatan Phoenix es itu masih ada seperempatnya saja, Rara pasti tetap masih bekum bisa menggunakan teknik itu, namun kini kekuatan Phoenix es itu benar benar habis membuat dengan mudah memasang segelnya.


Meski segel itu di pasang saat lemah, saat kekuatan Phoenix itu kembali Ia tetap tak akan bisa memecahkan segel itu karna memang itu adalah segel murni yang diajari Feng.


Cahaya itu kemudian menghilang, memperlihatkan seekor burung pipit kecil berwarna biru yang nampak terbang. Burung pipit itu terus mencuit cuit seakan tak terima dan percaya. Namun Rara dengan mudah mengangkat tangannya membuat suara burung pipit itu menghilang dan dengan patuh burung itu bertengger di pundak Rara.


Rara lalu bangun dan menghampiri Raja Iblis dan tiga saudara kematian, tiga saudara kematian yang melihat Rara berjalan ke arah Mereka langsung bertekuk lutut.


"Hormat Ratu!" ucap Mereka kompak, Rara menyeritkan dahinya pasalnya Ia selaku di panggil 'Permaisuri' mengapa mendadak di panggil 'Ratu'?


"Permaisuri, apakah Kau tidak apa apa?" tanya Raja Iblis mengalihkan perhatian Rara terhadap itu, karna Ia sudah bisa menebak apa yang dipikirkan tiga saudara kematian itu dan jika sampai Rara tau bahkan jika itu Feng yang tau, bukan tak mengkin Mereka akan hidup lagi besok.


Rara mengangguk menjawab pertanyaan Raja Iblis kemudia mengarahkan telapak tangannya ke Raja Iblis, seberkas cahaya menyelimuti Raja Iblis dan menyembuhkan semua luka dan kekuatannya.


Sedangkan Rara sendiri memilih langsung duduk bermeditasi karna dari pertarungan tadi Ia merasa bahwa dirinya siap menerobos tingkatan.


"Itu dia Perempuannya."


...- - -...


Ada yang masih ingat tingkatan Rara dan Feng?