The System

The System
Tuan Muda Api



"Baiklah, bagi yang lulus ujian pertama silahkan berkumpul untuk mengikuti ujian kedua!"


Feng dan Rara segera berjalan ke arah kerumunan calon Murid baru tersebut, seorang Panitia yang tengah berdiri di atas panggung melambaikan tangannya. Selarik cahaya pecah dan melesat menuju masing masing peserta, muncul di hadapan Mereka dan menunjukkan angka yang berbeda.


"Ujian kedua kali ini adalah bertahan, Kami menyediakan 50 arena dan masing masing peserta silahkan berjalan menuju arena angka yang sudah tertera di depan Kalian. 5 Orang yang dapat bertahan paling akhir di atas arena maka Ia yang akan lanjut ke ujian selanjutnya," jelas Panitia itu, Feng dan Rara mengangguk paham begitu juga para calon Murid yang lainnya.


"Feng gege, nomor berapa? Rara nomor 1 lho," ucap Rara memandang Feng, Feng mengangguk, "Aku nomor 27."


"Yahhhh pisah dong," cemberut Rara mengetahui nomornya dan Feng berbeda jauh, Feng tersenyum mengusap kepala Rara.


"Cuman sebentar, ingat jangan mengekspos kekuatan berlebihan ya," ucap Feng mengingatkan. Rara mengangguk dengan lesu kemudian memeluk Feng erat sebelum berjalan menuju arenanya. Feng juga langsung berjalan menuju arenanya, baru sana memasuki arena, Feng dapat merasakan aura membunuh yang kuat dari seluruh orang di arena tersebut.


"Lihat! Pangeran kesepuluh dan kedelapan memasuki arena 27!" Orang orang berteriak keras melihat dua orang laki laki menaiki arena tempat Feng berada. Feng menatap kedua orang tersebut, pakaian Mereka memang melambangkan bahwa Mereka orang kekaisaran tak hanya itu bahkan tingkat kekuatan Mereka saja sudah berada di tingkat Bumi lapis 7 dan 8.


"Heh dasar orang orang lemah, lebih baik Kalian keluar segera. Jangan menghabis habiskan waktuku!" ucap Pangeran kedelapan itu dengan nada sombong, seluruh Orang di arena itu kecuali Feng bergerak refleks mundur ke belakang begitu mendengar itu.


"Kak sudahlah jangan membuat masalah yang tidak tidak, kepada semuanya. Kita sama sama calon Murid disini dan berkeinginan memasuki Akademi Dewa, jadi mohon bantuannya ya," ucap Pangeran kesepuluh tersenyum ramah.


"Pangeran kesepuluh memang pangeran yang paling baik," bisik orang orang yang melihat itu.


"Ya, Aku berharap Dia yang akan menjadi Putra Mahkota besok," sahut temannya.


"Shuut... Apa yang kau katakan, jika sampai ketahuan oleh Putra mahkota, bahkan jika Kau bersembunyi didalam tanah atau diatas langitpun Kau akan mati!"


Feng mendengar bisik bisik itu dengan senyuman tipis, sepertinya Anak anak keakisaran Dewa ini menarik.


"Terutama Pangeran kesepuluh itu," gumamnya.


"Baiklah! Pertandingan ini... Resmi Kita mulai!"


Tepat setelah Panitia mengumumkan mulainya ujian kedua tersebut, seluruh Arena langsung berbenturan. Feng juga menatap Orang orang disekitarnya, pura pura waspada.


"Hey sobat, sepertinya Kau yang paling lemah disini kurasa Kau yang harus keluar terlebih dahulu," Tiga orang dengan pakaian mewah nampak mengelilingi Feng. Feng menatap ketiganya tenang, tak menjawab sama sekali.


"Hei apakah Kau bisu! Atau biarkan pedangku yang menjawabnya," salah seorang dari Mereka mengangkat pedangnya, kobaran api terlihat berkobar dari pedangnya dan melesat menyerang Feng.


"Lihat! Bukankah itu 3 Tuan Muda dari keluarga Bangsawan!"


"Ya, Astaga, arena 27 memang di penuhi Orang orang penting."


"Lihatlah, kasian sekali anak muda itu. Ia akan diserang oleh Tuan Muda Api dengan pedang meteornya!"


Hanya tinggal berjarak beberapa langkah lagi, Tuan muda api tersebut mengayunkan pedangnya ke arah Feng. Feng tersenyum mengelak kemudian membuat tendangan memutar. Menendang punggung Tuan muda api tersebut hingga membuatnya jatuh tersungkur. Seluruh orang yang menyaksikan itu tercengang, semudah itukah Tuan muda api dikalahkan?


"Sialan!" umpat Tuan muda api itu kemudian bangkit berbalik menatap Feng marah. Siluet Manusia dengan tubuh penuh api keluar dari dalam tubuhnya. Semua orang yang melihat itu langsung bersorak sorai terkejut dan kagum.


Feng menatap Roh beladiri itu kemudian tersenyum tipis, meski Ia rasa dapat mengalahkan roh beladiri itu dengan beberapa gerakan. Lebih baik Ia menyembunyikan kekuatannya dan pura pura mengeluarkan roh beladirinya. Siluet harimau berwarna hitam keluar dari dalam tubuhnya.


"Heh, hanya beladiri kucing kecil berani berhadapan denganku," ucap Tuan muda api itu menatap Feng remeh, Feng membalas tatapan itu dengan tenang membuat Tuan muda api itu semakin marah dan mengangkat pedangnya. Kobaran api dipedangnya berkobar semakin besar. Feng ikut membuat pedang dari energi kegelapannya.


"Rasakan ini! Api membelah Dunia!"


Booom! Serangan itu dengan cepat dan kuat membelah arena menuju arah Feng, membuat debu mengepul menutupi seluruh arena.


"Apakah anak itu kalah?" tanya Orang orang yang melihat itu.


"Kalah? Mungkin Ia sudah mati terkena serangan itu!"


Debu menghilang, Orang orang segera memperhatikan arena dan mata Mereka langsung membelakak terkejut saat sama sekali tak menemukan Feng pada tempatnya.


"Kemana di-"


"Hanya segitu Tuan muda?" Feng muncul dibelakang Tuan muda api itu membuatnya segera berbalik menatap Feng terkejut.


"B-bagaimana mungkin?! Kau tak terluka sama sekali!" ucapnya terkejut, melihat Feng berdiri tanpa segores pun luka di tubuhnya.


"Sekarang gantianku ya," ucap Feng kemudian secara mendadak Ia hilang dan sudah muncul berdiri membelakangi Tuan muda api.


"Aaaargh!" Tuan muda api menggeran keras kesakitan saat berbagai luka muncul di tubuhnya membuatnya langsung jatuh dan kehilangan kesadarannya. Seluruh orang yang melihat itu terkejut menganga. Termasuk 2 Tuan muda lainnya dan 2 Pangeran tadi.


"B-bagaimana mungkin? Aku saja mungkin akan terluka terkena serangan Bocah api itu dan... Ia tumbang hanya dengan satu gerakan?" ucap Pangeran kedelapan terkejut tanpa sengaja matanya menatap Feng yang juga melirik ke arahnya. Membuat dirinya langsung merinding ngeri.


"Dia pingsan," 2 Tuan muda lainnya yang langsung bergegas menuju Tuan muda api dan membantunya. Mereka berdua kemudian menatap Feng.


"Ada apa? Bukankah Aku yang paling lemah, Kalian tidak berencana akan mengeroyokku bukan?" ucap Feng dengan keras hingga terdengar ke seluruh Orang membuat seluruh orang menoleh menatap kedua Tuan muda itu. 2 Tuan muda itu menggertakkan giginya kesal kemudian membantu memapah Tuan muda api pergi.


Penampilan Feng tersebut cukup membuat seluruh orang di Arena itu tak lagi berani melawannya. Ia juga memperhatikan Pangeran kesepuluh dan kedelapan yang juga hanya diam saja tanpa ada yang menyerang Mereka.


"Sepertinya 3 tempat sudah diambil disini, tinggal mencari 2 orang lagi," gumam Feng kemudian memperhatikan 2 Tuan muda tadi yang sudah kembali bertarung melawan orang lain.


"Kemampuan Mereka lumayan," gumam Feng melihat 2 Tuan muda itu dengan mudah mengalahkan musuh musuh Mereka hanya dalam beberapa gerakan.


"Baiklah, bagaimana dengan Rara," gumam Feng tersenyum kemudian menoleh menatap arena 1.


Boom! Boom! Boom!


...- - -...