The System

The System
Turnamen 4



Rara sendiri masa bodo dengan Orang yang menatapnya dengan berbagai macam tatapan, ada yang menatapnya kagum, memuja, berbinar dam juga aneh.


Termasuk Old Xi dam Di Shi yang menatap Rara aneh, Rara tampak seperti memang tak benar benar ingin mengikuti ujian ini, buktinya Ia bahkan tidur disaat Orang lain fokus dan takut saat ujian.


Rara naik keatas Arena kemudian berdiri didepan 10 gendang tersebut, Feng sebelumnya sudah mempringatinya untuk hanya memukul 3 gendang saja dan Rara masih mengingatnya.


Namun tampak beberapa saat kemudian ada kejadian yang membuat semua Orang melongo.


Rara yang masih mengantuk mengakat tangannya dan memukul gendang tersebut.


Dong!


Krack!


Bom!


Gendang 1... Pecah!


Feng menepuk jidadnya dalam hati tertawa melihat itu berbeda dengan Orang orang yang melihat itu dengan ekspresi terkejut.


Old Xi dan Di Shi bahkan langsung berdiri dari kursinya begitu melihat hal tersebut, Old Xi tau bahwa gendang itu bahkan bisa menerima pukulan Orang pada Tingkat Bumi lapis 1 dengan sedikit retak.


Namun kali ini Rara dapat menghancurkannya dengan satu kali pukul!


Feng menghela nafas, Ia yakin sebentar lagi harus berurusan dengan sesuatu yang ribet karna kejadian ini.


Ia tak menyalahkan Rara namun lebih menyalahkan kantuk yang tiba tiba menyerang Rara hingga membuatnya tak dapat mengatur kekuatan oukulannya.


Rara yang baru saja menghancurkan gendang tersebut tampak biasa saja, namun rasa kantuknya sudah mulai berkurang sehingga tanpa berkata kata Ia langsung memukul 2 gendang selanjutnya secara bersamaan.


Dong!


Dong!


Gendang 2 dan Gendang 3!


Semua Orang lagi lagi terkejut sedangkan Feng harus kembali menepuk jidadnya melihat hal tersebut.


Old Xi dan Di Shi bahkan tak dapat berkata kata melihat hal tersebut, memukul 2 gendang bersamaan merupakan sesuatu yang luar biasa, bahkan setelah itu Rara sama sekali tak nampak capek malah Ia kembali ngantuk dan kembali ke tempat Peserta.


Semua Orang terus memperhatikan Rara termasuk Old Xi dam Di Shi, Rara sendiri berjalan menghampiri Feng kemudian naik kepangkuannya dan membenamkan wajahnya ke dada Feng untuk mencari tempat ternyaman lalu kemudian melanjutkan tidurnya.


Orang orang yang melihat hal tersebut tak dapat menahan perasaan campur aduk, bagi para Perempuan Rara terbilang aneh karna disaat Perempuan berlomba lomba untuk melakukan sesuatu yang tampak elegan dan mewah Rara justru bersikap seolah tak ada siapa siapa.


Sedangkan para Laki laki tampak beberapa penasaran sedangkan beberapa lagi marah sambil menatap ke arah Feng.


"Ehem..," Feng berdehem menyadarkan seluruh Orang yang menatapnya dan Rara.


"Baik, Peserta No 91 Lulus."


Feng menghela nafas memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, Ia kemudian ikut memeluk Rara yang sedang tertidur.


Sore Hari, akhirnya ujian Pertama dari Turnamen itu selesai, Ada sekitar 100 lebih Orang yang lolos untuk ujian kedua.


"Baiklah, Selamat untuk yang lolos ujian Pertama, Besok Pagi harap kembali berkumpul disini untuk melaksanakan ujian kedua," tutup Old Xi.


100 Orang lebih yang lolos dan itu termasuk Feng, Rara, Di Shi, Ji Yao dan... Wang Yi.


Feng sendiri juga penasaran, namun Ia memutuskan untuk diam saja, toh jika sudah banyak yang tau tentang kenapa Wang Yi diseret Ayahnya, Informasinya juga akhirnya akan masuk ke Informasi Semesta.


Feng dan Rara sendiri memutuskan untuk mecari Restoran untuk makan terlebih dahulu sebelum kembali ke Penginapan.


Namun langkah Mereka terhenti saat suara Wanita memanggil Mereka berdua, Feng dan Rara menoleh melihat Orang yang memanggil Mereka.


Orang itu ternyata adalah Tuan Putri Kekaisaran Bulan, Di Shi.


Orang orang yang berada disana dan melihat itu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Tuan Putri sampai harus secara pribadi datang menyapa.


"Hai!" sapa Di Shi ramah namun agak canggung, apalagi saat melihat Feng yang bersikap dingin sedangkan Rara yang tampak tak tahu dan tak mau tau karna dirinya saat ini sungguh sangat lapar.


"Langsung ke Intinya," ucap Feng dingin tanpa basa basi, Di Shi yang mendengar itu tersentak lalu tersenyum canggung.


"Anu... bisakah Kalian sekali kali berkunjung ke Istana untuk bertukar beberapa pemahaman tentang Bela Diri," tawar Di Shi, bagi Orang biasa atau bahkan Pendekar terkenal pasti akan dengan senang hati menerimanya.


Namun Feng berbeda.


"Tak ada waktu," ucap Feng dingin lalu berlalu bersama Rara yang menggandeng tangannya, Di Shi yang melihat itu terdiam berbeda dengan beberapa Orang yang melihat itu langsung marah dan mengumpat ke arah Feng.


"Dasar tak tau diri, Putri mengundangnya secara pribadi namun Ia menolaknya bahkan tak memperdulikannya," caci Orang disana.


"Ya, Dia pikir dirinya setinggi apa sampai bersifat seperti itu pada Putri," hina yang lainnya.


Feng sendiri yang mendengar itu tampak tak peduli dan melanjutkan jalannya.


...- - -...


Pagi Hari...


Kini 100 Orang lebih tengah berdiri didepan Arena kemarin sambil menunggu Old Xi datang.


Feng dan Rara juga ada diantara 100 Orang tersebut dan Mereka berdua hanya duduk dibawah sebuah pohon, Feng diam menyandarkan punggungnya ke pohon sedangkan Rara sibuk menjilat Lolipopnya.


Dikejauhan Ji Yao menatap Feng dengan tatapan benci dan marah, disebelahnya, Ji Zang yang sudah memperhatikan tatapan Tuannya tersebut langsung berbisik pada Tuannya.


"Sabar Tuan, sebentar lagi Tuan dapat membunuhnya dan mendapatkan Gadisnya," bisik Ji Zang membuat Amarah Ji Yao perlahan mereda sebelum diubah menjadi senyuman licik.


"Lihat saja Kau nanti," gumamnya menatap Feng.


Disisi lain Di Shi juga menatap Feng dan Rara, Ia sama sekali tak tersinggung dengan sikap Feng kemarin yang begitu dingin padanya karna Ia sadar bahwa setiap Orang pasti memiliki sifat yang berbeda beda.


Feng sendiri hanya diam memejamkan matanya padahal dalam hatinya Ia bertanya tanya tentang Wang Yi apalagi setelah berita tentang alasan Wang Yi diseret Ayahnya kemarin tersebar.


Feng tadi malam juga mendapat kabarnya dari Informasi Semesta dan terkejut saat mengetahuinya.


Wang Yi diusir dari Keluarga Wang!


Hal itu tentu saja mengejutkan berbagai pihak, banyak yang bertanya tanya alasannya namun hanya Orang Keluarga Wang saja yang tahu dan Feng seorang selain Keluarga Wang yang tahu alasannya.


Hal itu disebabkan seorang Anak gadis datang ke kediaman Keluarga Wang dan mengaku bahwa Wang Yi telah melecehkannya.


Hal tersebut tentu saja mengundang amarah Ayah Wang Yi!


...- - -...