
"Kaliah sudah siap?" tanya Nenek Ki.
"Siap!" ucap Feng dan Rara yakin, Nenek Ki tersenyum tipis mengangguk. Nenek Ki kemudian mengangkat sebelah tangannya, "Wilayah Gravitasi," ucapnya, setelah itu daerah di dekat Feng dan Rara termasuk Feng dan Rara sendiri tertekan oleh gravitasi yang kuat.
Feng dan Rara yang kaget langsung jatuh berlutut, Penguasa Dunia dan Gadis kecil itu yang melihat hal itu menatap serius.
"Menurutmu apakah Mereka akan langsung kalah?" tanya Penguasa Dunia pada Gadis kecil itu, Gadis kecil itu diam sejenak.
"Mereka pasti kalah, tapi Aku rasa tak secepat itu," ucap Gadis kecil itu, setelah mengatakan itu Gadis kecil dan Penguasa Dunia kembali menatap ke tempat pertarungan.
Feng yang tertekan memejamkan matanya, tiba tiba aura kuat keluar dari tubuhnya hingga menghancurkan 'Wilayah Gravitasi' yang di buat Nenek Ki. Aura yang di keluarkan Feng bukanlah 'Aura Kematian' melainkan Insting yang Ia sudah latih kemarin.
"Ra," ucap Feng, Rara mengangguk lalu dengan kecepatan yang tak dapat di lihat mata Orang biasa. Rara melayangkan tinjunya pada Nenek Ki, namun Nenek Ki dengan mudah menahannya kemudian mendorong Rara untuk kembali mundur.
Feng yang melihat itu langsung melesat menangkap Rara, Feng menatap tajam Nenek Ki, kemudian ribuan jarum terbentuk di sekitarnya, 'Teknik Ribuan Jarum'.
Ribuan jarum itu kemudian dengam cepat melesat ke arah Nenek Ki, Nenek Ki hanya tersenyum tipis kemudian dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari Rara, menghindari jarum jarum itu. Setelah berhasil menghindari semua jarum jarum itu Ia memandang ke depan dan mendapati Feng dan Rara sudah tidak ada.
"Tusukan Harimau Putih!" serangan dari Rara yang berasal dari belakang Nenek Ki, membuat Nenek Ki dengan cepat menghindari pedang Rara, kemudian mengarahkan tapaknya tepat ke punggung Rara membuat Rara jatuh bedebam ke tanah.
Namun belum sempat Nenek Ki kembali bereaksi, sebuah serangan membuatnya harus kembali menghindar. Serangan itu kembali dari Feng, Nenek Ki ingin kembali menyerang Feng namun Feng dengan cepat kembali menyerang berkali kali membuat Nenek Ki harus bertahan.
"Anak itu, Ia memiliki banyak trik di balik bajunya, juga kekompakkan Mereka yang luar biasa, sepertinya Nenek itu akan sedikit kelelahan," ucap Gadis kecil itu, Penguasa Dunia yang mendengar itu terdiam memandang fokus ke pertarungan.
Nenek Ki yang melihat celah langsung menangkap tangan Feng dan memutarnya lalu mendorongnya hingga menabrak pohon. Kini Feng dan Rara sudah benar benar tumbang tak bisa bangun lagi, Nenek Ki tersenyum.
"Aku tau, Kau hanya ingin menguji kemampuanku nak, kali ini Kalian kalah tapi cobalah terus, Aku akan datang ke sini setiap hari," ucap Nenek Ki kemudian menghilang, begitu juga dengan Penguasa Dunia dan Gadis kecil itu.
...- - -...
Feng dan Rara terus mencoba melawan Nenek Ki setiap harinya, hingga tanpa terasa 1 Bulan berlalu...
"Ra, Kau mau keluar dari sini kan?" ucap Feng, Rara yang duduk di pangkuan Feng mengangguk.
"Udah 1 Bulan, Rara bosan," ucap Rara memeluk Feng, Feng tersenyum mengelus rambut Rara. "Besok, Kita akan mengalahkannya dan menyelesaikan latihan ini."
...- - -...
Keesokkan Harinya...
Kini Nenek Ki sudah berhadapan dengan Feng dan Rara, begitu juga Penguasa Dunia dan Gadis kecil yang menonton dari jauh.
"Kalian sudah siap?" tanya Nenek Ki, Feng dan Rara mengangguk. Tanpa berkata kata, Feng mengeluarkan Insting area dan 'Aura Kematian'dari tubuhnya diikuti dengam siluet Dewa Kematian yang muncul. Begitu juga dengan Rara, Aura Surgawi keluar dari tubuhnya diikuti Siluet Dewi Kehidupan yang memiliki telinga Kelinci.
"Sepertinya Kalian benar benar serius hari ini," ucap Nenek Ki tersenyum tipis, Feng dan Rara mengangguk dengan wajah serius. Tanpa aba aba Feng dan Rara melesat maju ke depan, di sekitar Feng kemudian muncul ribuan jarum dan beberapa matahari kecil, sedangkan Rara mengeluarkan pedangnya lalu mengayunkannya dengan cepat.
"Teknik Ribuan Jarum, Matahari," ucap Feng, ribuan jarum dan Matahari kecil itu melesat ke arah Nenek Ki, Boom!
Debu mengepul, Nenek Ki yang berhasil menghindari itu, namun pandangannya sedikit terganggu karna debu yang terbang, tiba tiba dari kepulan debu Rara melesat cepat mengayunkan pedangnya, "Tebasan Seribu Naga!" ucap Rara, ribuan tebasan cepat yang tak sempat Nenek Ki hindari melesat ke arahnya, karna tak bisa menghindari Nenek Ki memeasang pelindung dari Qi nya untuk menahan tebasan itu namun itu tak bertahan lama.
Feng muncul di depan Nenek Ki kemudian mengayunkan tinjunya, "Tinju Naga Api!" ucapnya meninju penghalang itu, Krek... Penghalang itu retak sebelum kemudian pecah menjadi berkeping keping. Nenek Ki langsung melompat mundur ke belakang menjaga jarak, namun tiba tiba Ia merasa sesuatu menjerat kakinya, itu adalah jebakan bayangan yang di buat Feng sebelumnya.
Feng dan Rara yang melihat Nenek Ki sudah terjebak, tanpa menunggu melesat maju kedepan menyerang, Nenek Ki yang melihat itu tersenyum tipis, "Kalian memaksaku menggunakan itu," gumam Nenek Ki.
Insting Feng tiba tiba berdentang saat merasa sebuah benda cepat melesat ke arahnya dan Rara, Ia menarik tangan Rara menghindar sehingga membatalkan serangannya ke Nenek Ki.
Benar saja, sebuah tongkat kayu berwarna hijau tua melesat ke arah Nenek Ki, Nenek Ki menangkap tongkat itu kemudian menghancurkan jebakan di kakinya dengan tongkat itu.
"Membuat Nenek itu mengeluarkan senjatanya, Mereka benar benar berbakat," ucap Penguasa Dunia yang tampak terkejut, Gadis kecil di sebelahnya mengangguk setuju.
Feng dan Rara yang melihat itu langsung maju kembali menyerang dengan strategi yang sama, namun dengan tongkat itu di tangan Nenek Ki membuat semua serangan Feng dan Rara gagal bahkan Mereka berdua terluka.
Boom!
Boom!
Feng dan Rara terpukul ke belakang hingga menabrak beberapa pohon, Nenek Ki yang melihat itu tersenyum, "Sepertinya Kalian gagal lagi," ucap Nenek Ki, Feng dan Rara yang tak bisa bangun karna serangan Nenek Ki itu, Feng tersenyum, "Tidak, Kami yang menang," ucap Feng.
Sreeet...
Sebuah jarum melesat cepat dari belakang Nenek Ki menggores pipi tuanya hingga mengeluarkan darah, Nenek Ki, Penguasa Dunia dan Gadis kecil yang melihat itu terkejut. Mereka tak menyangka Feng masih sempat memasang jebakan di saat saat seperti itu, namun kemudian Nenek Ki tersenyum mengangguk.
Nenek Ki mengangkat tongkatnya kemudian dari tongkatnya mengeluarkan cahaya yang langsung menyelimuti Feng dan Rara menyembuhkan segala luka lukanya dan staminanya.
Feng dan Rara langsung bangkit dan berjalan mendekati Nenek Ki begitu juga Penguasa Dunia dan Gadis kecil itu.
"Selamat, Kalian lulus,"
...- - -...