
Feng menghentikan langkahnya saat mendengar suara teriakan kura kura bumi itu. Ia berbalik menatap ke arah suara itu berasal, apakah Rara benar baik baik saja?
Wush... Insting Feng berdenting saat sebuah serangan kecil melesat cepat ke arahnya. Feng terlambat menghindar, sehingga membuat sebuah luka tipis ditangannya. Ia menajamkan matanya menatap sekitarnya, tiba tiba disekitarnya muncul kabut yang membuat sekitarnya gelap. Feng mengangkat sebelah alisnya, apakah ini hewan buas yang Ia cari?
[Kucing Bayangan : Hewan buas tingkat emas setara pendekar tingkat langit. Memiliki badan yang kecil dan kecepatan yang cepat, memiliki skill unik yaitu menghilang dan bayangan ganda]
Feng tersenyun tipis melihat informasi dari system tersebut, memiliki kecepatan yang cepat?
"Mari Kita lihat siapa yang lebih cepat, kecepatanmu atau instingku," gumam Feng tersenyum tipis, Ia menutup matanya kemudian menyebarkan instingnya ke sekitarnya mencari kucing bayangan itu.
Wushh... Kali ini Feng lebih cepat menghindar sehingga tak terkena serangan kucing bayangan itu. Tapi tetap saja, Ia mengakui kecepatan kucing bayangan ini adalah satu satunya hewan buas dengan kecepatan paling cepat yang Ia pernah temui hingga saat ini.
Ketemu! Feng membuat Qi berbentuk jarum kemudian melemparkannya ke arah kucing itu berada. Namun sedetik kemudian Ia membuka matanya lebar, saat jarum yang Ia lempar ternyata mengenai bayangan kucing itu. Feng berdecih, Ia tak menyangka bahwa Ia bisa tertipu dengan bayangan kucing tersebut.
Wushhh... Hal ini benar benar membuat Feng sedikit lengah sehingga membuat Feng kembali terkena serangan tersebut. Luka kembali menganga di lengannya, Ia menghela nafas kasar karena kesal. Kali ini Feng kembali memfokuskan instingnya ke sekitarnya untuk menemukan kucing bayangan itu. Dahi Feng berkerut saat instingnya sama sekali tak menemukan kucing itu bahkan dalam jarak yang sangat luas.
Wussh... Feng kembali menghindar namun terlambat, luka ketiga kembali menganga dilengannya.
"Sial, dia menggunakan skill uniknya untuk menghilang," gumamnya mengetahui bahwa Kucing bayangan itu menggunakan skill uniknya sedari tadi.
"Apakah Kau perlu bantuanku?" tanya Dewa Kematian melihat Feng kesusahan melawan Kucing bayangan itu. Feng menggeleng tersenyum, matanya menatap sekitar.
Feng menghela nafas panjang kemudian menutup pikirannya, baiklah mungkin Kucing bayangan hitam itu lupa bahwa bayangan terbuat darimana? Kegelapan.
Wushhh... Feng menghilang masuk kekegelapan sama sekali tak bersisa dan terdeteksi bahkan auranya. Kucing kegelapan yang semula ingin menyerang Manusia yang datang itu terhenti karna manusia itu tiba tiba hilang sama sekali tak bisa Ia temukan.
Saat masih kebingungan seperti itu, sebuah Qi berbentuk pedang muncul dari belakangnya, Ia menghindar namun terlambat sehingga melukai punggungnya. Ia menggerang marah menatap ke arah belakangnya, ke arah serangan itu berasal. Feng muncul dibelakangnya tadi sambil tersenyum mengejek kepadanya, kucing bayangan itu semakin marah melihat dirinya seperti diejek oleh Feng. Ia kemudian kembali menggunakan skill uniknya untuk membagi dirinya menjadi sepuluh dan maju melesat cepat menyerang Feng.
Feng mengangkat jarinya, sulur sulur dari Qi kegelapan keluar dan langsung mengikat seluruh kucing bayangan itu dan mencekiknya. Satu persatu banyangan kucing itu hilang menyisakan satu kucing yang masih bergerak mencoba membebaskan diri. Merasa tak bisa membebaskan diri, akhirnya Ia kembali menggunakan kembali skill uniknya yaitu menghilang. Lepas dari genggaman sulur kegelapan yang dibuat Feng.
Feng tersenyum tipis melihat keucing itu menghilang, yakin mau hilang didalam kegelapan? Kini Feng mengangkat telapak tangannya kemudian meremasnya erat.
Wush.. Wushh... Jleb... Ribuan duri muncul dari kegelapan sama sekali tak lepas dari setiap sentinya. Membuat kucing bayangan itu tak juga bisa menghindar secepat apapun Ia. Ia tetap saja tertusuk duri dari kegelapan itu dan mati dalam hitungan detik.
Feng tersenyum berjalan pelan mendekati kayat kucing bayangan tersebut. Ia melambaikan tangannya membuat seluruh kegelapan disekitarnya hilang, Ia menatap mayat kucing bayangan itu sejenak kemudian menyentuhnya dengan ujung jarinya. Qi berwarna hitam tersalurkan dari ujung jarinya masuk ke dalam tubuh kucing bayangan tersebut.
Mata kucing itu kembali terbuka namun berwarna hitam begitu juga aura yang keluar dari tubuhnya. Feng tersenyum tipis menghela nafas panjang, hal ini benar benar menguras Qi nya.
Disisi lain, Rara yang masih berada di dalam cangkang kura kura bumi merasakan bahwa ada beberapa orabg yang melesat menuju arahnya, Ia sudah dapat menebaknya, itu pasti Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh, Xiao Ang, Tang Ya dan Wei Yin.
"Kura kura, keluarkan skill unikku gravitasi untuk menekan gravitasi sekitar kemudian masukknya kedalam penyimpananku untuk segera pergi," ucap Rara memberi perintah, Kura kura bumi itu dengan patuh melaksanakan perintah Rara dan langsubg menekan gravitasi disekitarnya membuat Putri ketujuh, pangeran kesepuluh, Xiao Ang, Tang Ya dan Wei Yin terkejut karna tiba tiba gravitasi disekitar Mereka kembali tertekan membuat Mereka tertahan sambil berlutut.
"Ada apa sebenarnya ini? Padahal sedikit lagi Kita sampai," ucap Putri ketujuh kesal, teman temannya mengangguk.
Rara langsung menyimpan kura kura bumi itu dipenyimpanannya dan menghilang melesat pergi, mencari Feng. Tak lama setelah Rara pergi, akhirnya tekanan gravitasi itu lepas dan Orang orang itu langsung melesat lebih cepat menuju arena pertarungan. Mereka sampai dan langsung membuka mata lebar melihat hasil pertarungan barusan. Sebuah kawah besar tempat kura kura bumi tadi tidur, pohon pohon yang sudah hancur berkeping keping, dan area yang sangat luas.
"Ini..." Xiao Ang yang paling dingin sekalipun diantara Mereka tak dapat berkata apa apa melihat pertarungan itu.
"Sial, lagi lagi Kita sama sekali tak bisa melihat pertarungannya," umpat Wei Yin melesat melihat bekas pertarungan itu lebih dekat, yang lainnya juga ikut melesat ingin melihat bekas pertarungan tersebut.
"Sebentar," ucap Pangeran kesepuluh secara tiba tiba membuat teman temannya menatapnya bertanya.
"Aku yakin pelaku pertarungan ini belum jauh dari sini, apalagi mengingat bahwa mungkin pertarungan sebesar ini dapat menguras energinya dan susahnya membawa hewan buas sebesar ini," jelas Pangeran kesepuluh, teman temannya diam kemudian mengangguk satu sama lain.
"Lebih baik Kita berpencar, kalau bertemu langsung kirim kode ke yang lainnya untuk datang," saran Tang Ya, semua Orang mengangguk setuju dan labgsung melesat menyebar kesegala penjuru. Mereka harus menemukan pelaku dan pertarungan pertarungan besar ini.
Disisi lain, Rara dengan cepat menemukan Feng dengan wajah dan pakaian kotor. Feng langsung menatap dan menghampiri Rara cemas.
"Gak papa?" tanya Feng.
"Gak papa kok Feng gege," jawab Rara tersenyum dengan muka cemongnya kemudian mengangkat dua jarinya. Feng menghela nafas lega.
"Feng gwge kayaknya orang orang itu masih mencari Kita," ucap Rara merasakan beberapa orang melesat ke arah Mereka, Feng tersenyum tipis, Ia juga mengetahuinya.
"Kalau Mereka benar benar penasaran, maka biarkan Mereka mencobanya."
...- - -...