The System

The System
Sarang Hewan Buas



Rara menatap datar Iblis besar yang baru saja Ia banting itu kemudian berbalik dan berjalan pergi tanpa peduli tatapan terkejut dan kasihan Iblis iblis di dekatnya.


"Kau! Beraninya Kau menyinggungku! Aku Gu Yang adalah Tuan muda dari Keluarga Gu!" ucap Iblis muda yang bernama Gu Yang tersebut, Rara menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arah Gu Yang. Tubuh Gu Yang mendadak gemetar kemudian jatuh berlutut saat merasakan aura yang sangat kuat menekan dirinya, Ia menatap Rara dengan patah patah, Aura ini jelas berasal darinya.


"Kau mengancamku?" tanya Rara dengan nada dingin, Gu Yang dengan patah patah menggeleng. Rara akhirnya menarik lagi auranya dan berlalu pergi, Gu Yang sendiri masih gemetaran dan berkeringat merasakab aura Rara tadi.


"Tuan muda, Kau tidak apa apa?" tanya 2 Iblis yang sejak tadi berada di belakangnya, Gu Yang menggeleng kemudian menatap ke arah perginya Rara dengan tatapan marah dan dendam.


"Aku pasti akan mendapatkan tubuhmu!" gumam Gu Yang.


...- - -...


Rara berjalan hingga sampai tepat di depan gerbang masuk Sarang Hewan buas tersebut, tanpa menunggu lagi Rara berjalan maju ingin memasukinya.


"Nona, tunggu sebentar," seorang Iblis laki laki lagi lagi menghentikan langkahnya, Rara menoleh dengan wajah dingin membuat Iblis laki laki itu menelan ludahnya.


"A-anu, Kau belum bisa memasuki Sarang Hewan buas," ucap Iblis itu, Rara mengangangkat sebelas alisnya, mengapa?


"Gerbang sarang hewan buas hanya bisa di buka oleh para Tetua Akademi Iblis," jelas Iblis itu, Rara menoleh menatap gerbang besar di hadapannya. Ia memang merasakan energi kuat menutup gerbang ini, namun kekuatannya bukanlah sesuatu yang bisa menghalangi Rara.


Rara maju hingga terpisah beberapa centi dari gerbang itu, Ia mengayunkan tinjunya.


Boom! Hanya dalam satu kali pukulan, Rara berhasil menghancurkan segel yang menahan gerbang itu kemudian dengan santai Ia berjalan masuk. Semua Iblis iblis di sekitar wilayah itu tercengang melihat itu, terlebih lagi Iblis laki laki tadi. Setaunya hanya 3 Tetua Iblis Akademi yang bisa membukanya, itupun Mereka harus berkerja sama, namun Ia tak menyangka Perempuan yang Ia baru temui itu sangat kuat hingga dapat menghancurkan segel itu dengan satu ayunan pukulan.


Disisi lain, 3 Saudara kematian juga tercengang melihat itu kemudian saling tatap satu sama lain.


"R-raja menyuruh Kita melindungi Orang sekuat ini?" tanya salah saudara bertanduk satu, dua yang lainnya mengangguk masih dengan muka tercengang tak percaya.


Bisik bisik mulai terdengar dari kerumunan Iblis yang berada di sekitar sarang Hewan buas.


"Siapa perempuan itu?"


"Dia sangat cantik juga begitu kuat."


"Ya, itu benar bensr sangat mencenangkan."


Berbagai bisik bisik terdengar dari segala penjuru, sebagian bertanya tanya siapa Perempuan itu, namun sebagian lagi bertanya tanya apakah Mereka sudah boleh memasuki sarang hewan buas.


Tiba tiba 3 sosok melesat cepat dan mendarat tepat di depan gerbang sarang hewan buas itu, nampak keterkejutan luar biasa di wajah Mereka melihat segel yang menghalangi gerbang sudah tiada. Merekalah 3 Tetua Akademi Iblis yang bisa membuka segel gerbang itu, namun bagaimana ingin membukanya lagi jika segelnya saja sudah tidak ada bahkan benar benar tak bisa di kembalikan.


Tiga tetua Iblis terdiam kemudian memandang lurus ke arah dalam sarang Hewan buas. Perempuan? Cantik? Kekuatan besar? Siapa dia? Bingung Tiga tetua Iblis, Mereka sudah ratusan tahun hidup di Alam ini dan baru kali ini ada Perempuan kuat yang terdengar kekuatannya, siapa Dia?


"Baiklah semuanya! Karna gerbang telah di buka dan lagi Kalian semua sudah berkumpul disini, Maka mari Kita masuk bersama," Ucap Tetua Iblis kemudian Mereka bertiga melesat masuk diikuti oleh seluruh Iblis yang telah berkumpul di ssekitar sana.


Namun kemudian Mereka tak dapat tak tercengang melihat keadaan sarang Hewan buas. Lihatlah! Sepanjang satu jalur besar terdapat jelas mayat mayat hewan buas dan darah yang mengalir membentuk satubl jalur. Namun sebenarnya jika hanya itu kendalanya bukan masalah besar, yang menjadi kendala adalah entah apa yang membuat satu jalur tersebut, namun yang pasti satu jalur itu juga membuat seluruh Hewan buas lain di wilayah itu ketakutan hingga bersembunyi.


Tiga tetua Akademi Iblis meneguk ludahnya melihat itu, benar benar aneh jika di pikirkan sebab Hewan buas di sarang Hewan buas ini rata rata tak memiliki kecerdasan dan sifatnya didominasi insting jahat dan karna sebab sebab itu Mereka jarang sekali memiliki ketakutan akan sesuatu meski sesuatu itu lebih kuat darinya.


Namun, kini melihat semua Hewan buas di wilayah itu yang nampak bersembunyi ketakutan, Tiga tetua tak memiliki prasangka lain selain karna pembantaian hewan buas sepanjang jalur tersebut. Mereka bertiga menghela nafas, seberapa kuat Perempuan itu?


"Baiklah semuanya, silahkan Kalian mulai buru dan bertarung dengan semua hewan buas di wilayah ini sebelum masuk ke wilayah sebelumnya!" perintah Tetua Akademi Iblis tersebut.


"Baik Tetua!" jawab para Iblis serentak kemudian melesat menyebar ke segala penjuru untuk memburu hewan hewan buas yang bersembunyi. Sedangkan Tiga tetua langsung melesat memasuki wilayah yang lebih dalam sambil terus mengikuti jalur pembantaian hewan buas itu.


Semakin lama wajah Mereka bertiga semakin tak percaya saat jalur itu tanpa henti terus masuk ke dalam.


"Bagaimana mungkin?!" ucap salah satu Tetua dengan wajah terkejut, dua Tetua lainnya mengangguk setuju dengan raut wajah tak percaya.


"Ia masuk tak lama sebelum Kita namun bisa membantai sangat jauh, bahkan jika Kita bertiga berkerja sama belum tentu bisa membantai sejauh ini dalam waktu dekat!" balas Tetua yang lainnya di jawab anggukan setuju.


"Kau pernah mendengar nama, atau sekedar ciri cirinya mungkin?" tanya Tetua itu pada dua Tetua lainnya. Dua Tetua itu menggeleng, memang di Alam Iblis belum pernah Mereka mendengar ada Perempuan sekuat itu.


"Sudahlah, lebih baik Kita lanjutkan mengikuti jalur ini, siapa tau Kita beruntung dan bisa bertemu Perempuan yang kuat itu," sela salah satu Tetua kemudian melesat pergi diikuti dua Tetua lainnya.


Ting... Ting...


Suara pertempuran itu membuat para Tetua saling memandang kemudian mengangguk dan menambah kecepatan terbangnya menuju sumber suara pertarungan itu.


Boom! Mereka terkejut saat baru saja sampai dan melihat pemandangan di depan Mereka. Lihatlah, seorang Gadis cilik tengah duduk di atas punggung seekor Hewan buas berbentuk beruang besar yang telah mati tersebut. Perempuan itu nampak duduk bermeditasi di atas punggung Beruang tersebut.


Menilai dan melihat Perempuan itu, masing masing Tetua kembali saling berpandangan, Ia tampak biasa saja? Kenapa Mereka sama sekali tak merasakan aura yang berasal darinya?


"Aku akan menghampirinya," ucap salah satu Tetua.


"Tunggu!"


...- - -...