The System

The System
Perang Ras Mal



"Tuan tak ikut?!" ucap Mal Li terkejut saat mengetahui bahwa Feng dan Rara tak ikut bersamanya untuk menyerang Para Penyusup itu, Feng menggeleng tersenyum.


"Tapi Tuan..." ucap Mal Li menjadi khawatir, Ia tak khawatir akan kekuatannya, karna setelah dilatih Feng beberapa hari kemarin, Ia sudah yakin dengan kekuatannya, bahkan jika harus menghadapi Pemimpin Ras Mal sendiri, namun bagaimana dengan Pasukannya? Apalagi Feng tak ikut, Ia yakin pasti akan kalah.


"Kau memang akan kalah kalau Aku tak ikut," ucap Feng seakan bisa membaca pikiran Mal Li, Mal Li tersentak kemudian menatap Feng, jika Feng tau bahwa jika Ia tak ikut akan kalah, kenapa Ia tak ikut? Feng tersenyum melihat muka khawatir Mal Li.


"Kalian memang akan kalah jika Aku tak ikut, namun ingatlah bahwa nanti Kalian akan menang sebab seseorang yang akan datang membantu Kalian," jelas Feng, Mal Li langsung menatap Feng bingung.


"Seseorang?" gumamnya bingung, Feng mengangguk tersenyum tipis.


"Syaratnya, jangan coba menyerang sebelum Matahari tepat di atas kepala, jika Mereka menyerang duluan, bertahanlah, jangan menyerang," ucap Feng menepuk pundak Mal Li kemudian berbalik berjalan pergi, Mal Li hanya menatap Feng dengan bingung, jangan menyerang sebelum matahari di atas kepala?


...- - -...


"Tuan, Pasukan Mereka sudah sampai di depan gerbang, namun belum ada tanda tanda bahwa Mereka akan menyerang," lapor Prajurit itu, Iblis yang duduk di atas singgasananya itu menyeritkan dahinya berpikir.


"Berapa jumlah Mereka?" tanya Iblis itu.


"Jumlah Mereka hanya seperempat dari Pasukan Kita Tuan," jawab Prajurit itu, Iblis itu kembali terdiam berpikir. Jumlah Mereka lebih sedikit dari Pasukannya, dan Mereka sudah datang sejak lama, lalu mengapa Mereka tak datang menyerang? Iblis itu bergumam memikirkan sesuatu, tiba tiba Ia menatap Prajurit itu.


"Suruh Pasukan di garis terdepan menyerang Mereka!" perintah Iblis itu.


"Menyerang Tuan? Kita tidak menunggu Mereka menyerang lebih dahulu?" tanya salah satu bawahannya, Iblis itu menggeleng.


"Serang saja dulu, lalu kembali pantau," lanjut Iblis itu, Prajurit itu mengangguk memberi hormat kemudian berbalik pergi.


...- - -...


"Tuan! Sepasukan Pasukan sudah keluar menerjang ingin menyerang Kita!" ucap salah satu bawahan Mal Li, Mal Li mengangguk menatap sepasukan Pasukan yang keluar cepat dari gerbang Kota melesat cepat ingin menyerang Mereka, namun mengapa jumlah Mereka sangat sedikit?


"Kau, Kau, Kau, ikut Aku menghabisi Mereka!" perintah Mal Li menunjuk beberapa bawahannya.


"Siap Tuan!" ucap Bawahan bawahannya itu patuh kemudian langsung menyiapkan diri Mereka dan melesat maju bersama Mal Li.


Saat sudah sampai jarak bertempur, Mal Li langsung mengayunkan lengannya dan beberapa tebasan energi keluar dan melesat cepat membelah tubuh tubuh Pasukan musuh itu, para Bawahannya yang melihat itu nampak kagum melihat Pemimpib Mereka tampak sekuat itu secara tiba tiba, namun Mereka juga langsung maju ikut menyerang Pasukan musuh itu. Tak lama waktu untuk Mal Li dan Bawahannya untuk menghabisi pasukan pasukan musuh itu.


Iblis yang melihat dari atas tembok Pasukannya yang dengan mudah terbantai oleh para Pemimpin musuh cuman diam tak marah, nampak malah berpikir keras, kenapa malah Pemimpinnya yang maju menghabisi Pasukan kecilnya? Tiba tiba Ia tersadarkan atas satu hal dan langsung menatap bawahan yang berdiri di belakangnya.


"Bersiaplah, suruh semua Pasukan maju menyerang, Kita akan menyerang Mereka terlebih dahulu!" perintah Iblis itu, Para Bawahannya mengangguk berbalik pergi untuk bersiap.


"Tuan! Sepertinya Mereka akan menyerahkan seluruh Pasukan Mereka untuk menyerang Kita!" lapor salah satu Bawahan Mal Li, Mal Li terdiam merapatkan kepalan tangannya dan giginya, Ia menatap ke arah langit, masih beberapa saat lagi sebelum matahari tepat diatas kepala, Ia masih harus bertahan.


"Baik Tuan!" jawab Bawahannya patuh kemudian berbalik pergi.


Pertarungan antar Ras itu akhirnya meletus!


Pasukan Mal Li dengan segenap tenaga dan upaya terus melawan serta bertahan dari Pasukan Iblis itu, dari segi jumlah dan kekuatan memang Pasukan Mal Li kalah telak membuat beberapa semangat pasukannya patah dan ketakutan. Tapi Mal Li terus menyemangati Mereka sambil terus menyerang pasukan musuh di sekitarnya.


Tiba tiba satu serangan mengenai tepat di dadanya membuatnya terhempas dan batuk darah, Ia menatap ke arah serangan itu dan menemuka seorang Iblis berdiri menatapnya remeh.


"Oh, tak ku sangka bahwa sampah itu kini berubah menjadi seekor Naga," ucap Iblis itu meremehkan, Mal Li diam menatap Iblis itu penuh kebencian kemudian tanpa berkata kata melesat dengan cepat menyerang Iblis itu, Iblis itu yang terkejut tak sempat menghindar atau bertahan dan langsung balas terhempas. Ia langsung bangkit kemudian mengeluarkan kekuatannya pada tingkat Tanda bintang 7 beda satu dengan Mal Li, namun di Alam Iblis, perbedaan satu tanda saja sebenarnya sangat jauh, Mal Li yang mengetahui itu bersiap, Ia akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Iblis di depannya ini.


...- - -...


Boom!


Mal Li terhempas hingga membuat sebuah kawah besar disekitarnya, Ia menatap Iblis didepannya nanar, energinya benar benar sudah habis sekarang, ditambah luka luka yang diberikan Iblis itu menbuat Mal Li tak dapat berbuat apa apa.


"Hahaha... Kau sudah menyerah? Kau tak ingin lagi membalas dendam? Kau tak ingin lagi menyelamatkan Keluargamu? Ups, Aku lupa, Kau dan Pasukanmu sudah hancur bukan? Lihatlah Pasukan yang Kau sewa, sudah luluh lantak dengan mudahnya!"


"Andai saja Kau dan Ayahmu itu dengan mudah menyerahkan Kitab itu dan pergi jauh, Aku tak akan melakukan sejauh ini, namun melihat dirimu yang sekarang, Ku rasa Aku harus benar benar menghancurkanmu, Keluargamu hingga tak ada lagi bersisa di Alam ini!" ucap Iblis itu dengan mata penuh kekejaman, Mal Li hanya menatap Iblis itu sebentar kemudian menatap matahari yang baru saja tepat di atas kepala.


"Dimana seseorang yang di sebutkan Tuan Feng itu?" gumamnya berpikir, namun Iblis itu sudah bergerak duluan dengan cepat meluncurkan tinjunya ke arah Mal Li, Tinju yang akan menghancurkan hidup dan tujuannya.


Boom!


...- - -...


Feng menutup bukunya menatap langit sebentar, melihat matahari yang sudah tepat di atas kepala kemudian mengangguk.


"Feng Gege, Xia xia udah tidur," ucap Rara yang baru saja mengajak bermain Mal Xia hingga tertidur, Feng mengangguk tersenyum mengacak rambut Rara.


"Kita akan pergi Feng Gege? Tidakkah Kita memberi tau Xia xia dulu?" tanya Rara, Feng menggeleng tersenyum.


"Ia hanya akan semakin bersedih dan tak rela jika harus berpisah denganmu, lagipula perjalanan Kita kali ini akan berbahaya baginya," jelas Feng, Rara mengangguk paham dengan muka sedih, Feng tersenyum mengetahui kesedihan Rara.


"Sudahlah, bagaimana Kalau Kita nikmati setiap makanan di Kota ini baru pergi, ku dengar makanan makanan di Kota ini unik dan beraneka ragam rasa," hibur Feng, Rara mendongak tersenyum lebar mengangguk semangat.


"Ok! Ayo berangkat!"


...- - -...