The System

The System
Mendaftar Pelelangan



Pagi hari...


Feng dan Rara berjalan memasuki Penginapan, sampai didalam Mereka terkejut saat tau ternyata lantai 1 Penginapan tersebut digunakan untuk Restoran.


Mata semua Orang yang sedang makan terutama yang laki laki terkagum kagum saat melihat kecantikan Rara, Feng sendiri langsung merasa risih karna Gadisnya ditatap langsung menarik tangan Rara untuk memesan Kamar.


"Kamar Biasa untuk 7 Hari," ucap Feng pada Resepsionisnya.


"Baik Tuan, 7 Koin Emas Tuan," jawab Resepsionis itu sopan, Feng sedikit tersentak karna harga Penginapannya yang sangat murah dibanding Penginapan di Kota Api Utara.


Feng mengeluarkan 7 Koin Emas dan Resepsionis itu juga memberikan kuncinya, setelah memegang kuncinya Feng berjalan diikuti Rara.


Mereka naik ke Lantai 2 dibawah tatapan banyak Orang, namun Feng bersyukur masalah tak lagi datang karna hal tersebut.


...- - -...


Feng tersenyum lembut melepaskan pelukannya pada Rara yang sudah tertidur pulas di pelukannya tadi.


Ia berdiri beranjak meninggalkan Rara dikasur kemudian berjalan kearah Balkon sambil menatap Kota Kekaisaran Bulan yang tampak begitu indah ketika malam Hari.


Di Mo juga langsung berubah menjadi wujud arwahnya kemudian melayang disamping Feng, sambil ikut menatap Kota Kekaisaran Bulan.


"Kota ini banyak berubah," gumam Di Mo, Feng yang mendengarnya hanya mengangguk.


"Oh, ngomong ngomong buku hijau yang Kau berikan itu buku apa?" tanya Feng kemudian Ia mengeluarkan buku hijau yang Ia ambil dari kerangkan Di Mo tadi.


"Itu Buku Keterampilan Alchemist yang berisi resep resep serta Pil yang pernah Saya buat," jawab Di Mo.


Feng mengangguk lalu membaca judulnya.


"Alchemist Bulan," gumam Feng membaca judulnya, Di Mo mengangguk.


"Disana ada lebih dari 1000 resep Pil Tuan dan cara membuatnya," ucap Di Mo menjelaskan.


[Alchemist Bulan


Berisi 1000 Resep Pil dan cara membuatnya]


[Pelajari {Y/Tidak}]


Feng terdiam menimbang nimbang terlebih dahulu kemudian mengangguk.


"Ya."


Kitab itu kemudian berubah menjadi Cahaya dan masuk kedalam otak Feng, Di Mo yang melihat itu terkejut sedangkan Feng menutup matanya melihat lihat sekilas ilmu yang Ia dapat barusan.


Beberapa saat kemudian Feng membuka matanya sambil mengangguk, Ia tersenyum melihat Di Mo yang masih kaget karna Kitab tersebut hilang menjadi cahaya.


"Tidak usah terkejut seperti itu, Isi Kitab itu sekarang sudah ada di otakku," ucap Feng membuat Di Mo tambah terkejut.


"Tapi Bagaimana mungkin..," ucap Di Mo tak percaya, Feng yang melihat itu menutup matanya sesaat kemudian membukanya lagi.


"Bahan membuat Pil Salju Putih adalah 5 Lotus Es, 9 Jamur Biru, 3 Inti Hewan Buas tingkat Rendah dan beberapa tetes Embun Sirih," ucap Feng sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Feng membuat Di Mo tambah terkejut karna Pil yang disebut Feng memang susah diingat bahan dan takarannya.


Di Mo menatap Feng bertambah kagum, Ia merasa sangat senang dan tak menyesal telah mengikuti Feng karna Feng tampak sangat misterius dan lagi Di Mo tak dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya di masa depan, namun Ia yakin itu pasti pengalaman luar biasa.


"Hoaam.. Aku mau tidur dulu, Kau terserah ingin melakukan apapun yang pasti jangan ikut tidur dengaku dan Rara," uap Feng kemudian masuk dan menutup pintu Balkon meninggalkan Di Mo yang masih melongo mendengar hal tersebut.


...- - -...


Pagi hari...


Semalam Mereka berdua memang tampak sangat cantik dan tampan namun pagi ini kecantikan dam ketampanan itu bertambah setelah Mereka membersihkan diri Mereka.


Beruntung Pagi itu tak banyak Orang yang berada dilantai 1 atau mungkin masalah akan kembali datang membuat Feng dan Rara tak dapat makan dengan tenang.


Setelah makan, Feng dan Rara memutuskan untuk berjalan jalan di Kota, namun bukan tanpa tujuan.


Feng berniat mengikuti pelelangan yang akan dilakukan malam ini, namun Ia tak berniat melelang apapun karna baginya System adalah tempat penjualan terbagus dibanding lelang seperti itu.


Kini Feng dan Rara berjalan memasuki Paviliun Bulan Putih.


Paviliun Bulan Putih dapat dikatakan sebagai Pavilius terbesar di Kekaisaran Bulan, Ia memiliki banyak cabang mulai dari Restoran, Penginapan dan banyak lainnya.


Feng masuk berniat mencari barang barang jika ada yang bagus sekaligus Ia ingin mendaftar untuk mengikuti pelelangan malam nanti.


"Biaya Pelelangan 10 Koin Emas untuk lantai 1, 100 Koin Emas untuk Lantai 2 dan 500 Koin Emas untuk Ruang VIP," ucap Orang yang menulis pendaftaran.


Feng mengeluarkan 20 Koin Emas kemudian memberikannya pada Orang tersebut, Ia tak ingin terlalu mencolok jika memesan Lantai 2 atau Ruangan VIP.


Setelah selesai pendaftaran Feng dan Rara kembali melihat lihat Paviliun Bulan Putih tersebut namun ada yang aneh.


Feng menoleh melihat Rara yang sedari tadi diam diam saja seperti tak biasanya, bahkan tampak raut wajah kecemasan di mukanya.


Hal itu tentu saja membuat Feng menyerit tak paham kemudian Feng memutuskan untuk bertanya pada Rara.


"Ra, Ada apa?" tanya Feng lembut.


"Hiks.. Feng Gege, Rara merasakan Aura Abang," tangis Rara, Feng langsung memeluk Rara yang mulai menangis walau Ia tak paham apa yang dimaksud Rara namun Ia lebih baik pergi dulu dari situ karna banyak pasang mata yang menatap Mereka berdua.


...- - -...


"Ok, sekarang jelaskan maksud Abang yang Rara sebut tadi?" Ucap Feng pada Rara yang sudah berhenti menangis.


Kini Mereka berada di Kamarnya sehingga tak ada lagi yang akan menganggu dan Menatap Mereka.


"Hiks... Rara dulu punya Abang, Hiks.. tapi.." Rara menceritakan namun sesekali kembali terisak membuat Feng tak tega dan akhirnya kembali memeluk Rara.


"Sudah tak perlu lanjutkan ceritanya, Kita akan menemukan Abang Rara tapi nanti ok," ucap Feng dibalas anggukan Rara.


Setelah beberapa saat Feng merasakan dengkuran halus dari Rara dan menunduk melihat Rara yang sudah tertidur dalam pelukannya.


Cup!


Feng mengecup dahi Rara kemudian membaringkannya ke atas kasur.


"Keluarlah Jendral Kelelawar," ucap Feng, kemudian Kelelawar yang merupakan Jendral Boneka Kelelawar Tingkat Langit keluar terbang menunduk dihadapan Feng.


"Kau cari Orang dengan Aura yang sama dengan Gadisku di Kota ini," ucap Feng, Jendral Kelelawar itu mengangguk dengan patuh kemudian terbang keluar untuk menjalankan perintah.


Feng sendiri duduk sambil memikirkan apa yang dimaksud Rara, Ia memang sudah memiliki beberapa pemikiran namun Ia tak mau memutuskannya begitu saja.


Namun ada 1 pemikiran yang Ia rasa 40% adalah jawabannya.


Feng tersentak saat memikirkan itu.


"Kemungkinan besar, lelang akan semakin menjadi menarik," gumam Feng tersenyum misterius.


...- - -...