The System

The System
Keluarga Dermawan?



Feng dan Rara kini sudah berdiri tepat di depan gerbang sebuah kediaman yang tampak besar dan mewah, Feng dan Rara berjalan mendekati gerbang kediaman itu, begitu Mereka berdua mendekat 2 Orang Penjaga langsung tampak seperti ingin menyambut Mereka, namun begitu memperhatikan Feng dan Rara dengan jelas, Mereka langsung merubah sikap Mereka menjadi lebih hormat.


"Tuan! Nona!" Sambut Mereka sambil menunduk hormat, Feng mengangkat sebelah alisnya tersenyum tipis sedangkan Rara nampak kebingungan.


"Berikan laporan!" Ucap Rara atas bisikan Feng, kedua Prajurit itu nampak saling berpandangan kebingungan sejenak, laporan apa? Oh, mungkin itu.


"Hari ini ada 8.000 Iblis yang memasuki Kota, 7.000 sudah datang ke kediaman dan di tandai sedangkan 1.000 nya, Prajurit tersembunyi sudah dikirin untuk menandai Mereka."


Feng yang mendengar itu diam sejenak, Menandai setiap Orang yang datang ke Kota ini? Untuk apa?


Feng mengangguk kemudian berjalan bersama Rara memasuki gerbang Kediaman itu, dan saat masuklah tampak oleh Mereka banyaknya Orang yang ada di dalam Kediaman itu, banyak Iblis yang tengah tertawa dan makan dengan senang. Begitu melihat Feng dan Rara masuk, Mereka langsung berdiri dan menunduk hormat.


"Hormat Tuan dan Nona Dermawan!" Ucap Mereka semua kompak, Feng mengangguk kemudian lanjut berjalan memasuki kediaman, kediaman sebesar ini harusnya ada pemiliknya kan?


Krekk..


Feng mendorong pintu masuk kediaman dan tampaklah olehnya sebuah ruangan megah dengan singgasana mewah dan seorang Iblis yang tampak seperti Manusia tengah tertidur di atas singgasananya.


Feng yang masuk bersama Rara sama sekali tak membuat Iblis itu terbangun, Feng sendiri menyuruh Rara melapisi ruangan itu dengan Qi nya agar tak ada suara atau apapun yang terdengar sampai luar.


Feng berjalan mendekati singgasana itu, tapi sepertinya Iblis itu tidak benar benar tidur begitu pulas, Ia langsung terbangun dan menatap tajam kepada Feng.


"Siapa Kau?!" Ucap Iblis itu, Feng mengangjat kedua tangannya.


"Bukankah Kita satu Ras?" Ucap Feng dengan senyum tipis, Iblis itu tampak diam sejenak memperhatikan kemudian tiba tiba menghilang dan muncul dihadapan Feng sambil mengayunkan tinjunya. Feng dengan mudah menangkap tinju itu dan menghempaskan balik Iblis itu ke singgasananya hingga hancur.


Iblis itu bangun dengan terbatuk batuk dan darah mengalir di ujung bibirnya, Ia menatap Feng dengan waspada sedangkan Feng sudah mengubah kembali ekspresinya sepeeti ekspresi biaaanya, Dingin dan Kejam.


Kemudian dalam sekejap mata Feng sudab menghilang dan muncul di hadapan Iblis itu kemudian meraih lehernya, mencekik dan mengangkatnya.


"Sepertinya Kau sudah menyadari apa yang tak di sadari Orang orang di luar," ucap Feng dengan dingin, Iblis itu coba memberontak dari cekikan Feng, namun sia sia, Feng terlalu kuat baginya.


"A-aku..." Saat Iblis itu ingin berkata, Feng langsung melepaskan Iblis itu sehingga terjatuh dan terbatuk batuk mencari nafas.


"Lebih baik Kau beri Aku penjelasan atau seluruh kediaman dan rencanamu akan gagal," ucap Feng menatap Iblis itu fengan dingin, Iblis itu gemetar ketakutan, Ia sudah bertemu dan melihat banyak Orang bahkan Raja Iblis yang memiliki kekuasaan dan kekuatan terkuat di Alam Iblis ini, namun Ia sama sekali tak pernah merasa seketakutan ini dibanding saat menghadapi Orang di depannya.


"A-aku Mal Li dari Ras Mal..."


"Ras Mal?" beo Rara nampak bingung, Iblis bernama Mal Li itu mengangguk.


"Ras Mal merupakan Ras Dagang paling kaya di Alam Iblis, Kami memiliki memiliki banyak koneksi dan cabang di seluruh Alam Iblis."


"Baiklah, lalu apa yang di maksud dengan menandai setiap Orang yang memasuki Kota ini?" ucap Feng menatap Mal Li, Mal Li menunduk tampak ragu ragu dan takut ingin memberi tau, namun Feng menyadari ekspresi ragu ragu dan takut itu bukan dalam hal kejahatan.


"Katakanlah!"


"A-aku merupakan satu satunya Iblis dari Ras Mal yang tersisa di Kota ini... Orang tua, Istri, Anak dan Keluargaku... Semuanya..." Mal Li nampak menunduk meneteskan air mata, Feng dapat merasakan perasaan yang sedih dan dendam yang dalam dari suaranya.


"Semuanya di culik, Aku menandai setiap Orang di Kota ini untuk mencari Mereka," lanjut Mal Li, Feng diam menatap Mal Li.


"Bukankah Ras Kalian Ras besar dan memiliki banyak koneksi, lalu kenapa harus sulit sulit seperti itu?" tanya Feng. Mal Li menatap Feng dengan air mata masih berbekas di wajahnya.


"Keluarga Kami telah diusir dari Ras Mal Li beberapa tahun yang lalu," jawab Mal Li.


"Ya, Diusir karena...."


...- - - ...


Di Suatu Tempat...


"Hahahaha... Kali ini tak akan ada lagi jenius dari Keluarga pengkhianat itu!" ucap seorang Iblis yang tampak duduk di singgasananya.


"Tuan, tapi bukankah Kita melupakan satu Iblis anak Kepala Keluarganya?" tanya salah satu Mentri Iblis itu, Iblis itu tertawa.


"Heh, Anak itu hanya seorang cacat yang bahkan tak bisa mengisi satu tanda bintangnya, biarkan saja Ia, nanti juga bakal mati sendiri," ucap Iblis itu tak peduli, Mentri mentrinya di rungan itu mengangguk setuju.


"Tuan! Tuan! Gawat!" ucap seorang Prajurit memasuki ruangan, Iblis itu nampak menatap Prajurit itu tajam.


"Ada apa?"


"Ras Harimau Penghancur! Mereka t-telah hancur!"


"Heh, tentu saja hancur, namanya juga Ras Harimau Penghancur, eh tunggu, Apa?! Hancur!"


"I-ya Tuan, Kabarnya Mereka membawa seluruh pasukan untuk menyerang Ras Serigala Pembunuh dan... Seseorang Misterius muncul dan membantai Mereka semua."


Brakk! Iblis itu memukul singgasananya hingga hancur kemudian aura kemarahan keluar dari dalam tubuhnya membuat seluruh Orang di dalan ruangan itu merinding ngeri dan ketakutan. Sial! Bukankah, Ia yang menberi sumber daya kepada Raja Harimau Penghancur agar cepat berkembang dan menjadi senjata terkuatnya, namun apa yang terjadi sekarang? Mereka semua terbantai oleh satu Orang?


"Siapa Orang Misterius itu?" tanya Iblis itu, Prajurit itu dengan gemetar menggeleng tak tau.


"Sialan! Kerahkan seluruh Pasukan untuk mencari siapa Seorang Misterius itu!" perintah Iblis itu dengan amarah berkobar di matanya.


"S-siap Tuan!"


Iblis itu kembali duduk di singgasana dengan amarah yang masih berkobar, jika begini percuma Ia menculik seluruh Keluarga itu! Rencananya benar benar harus di undur!


...- - -...


Feng merebahkan badannya di atas ranjang sambil berpikir apa yang di ceritakan Mal Li tadi.


Keluarga Mal Li dulunya merupakan keluarga utama Ras Mal, namun karna suaru fitnah yang Mal Li sendiri tak tau apa itu, Mereka diusir dan akhirnya Mereka pindah ke Kota satu Ras ini. Mereka terkenal di Kota ini sebagai Keluarga Dermawan, karna Keluarga Mal selalu menjamu Orang orang yang datang ke Kota ini sehingga Orang orang mengenal Mereka dengan Keluarga Dermawan.


Tapi beberapa tahun yang lalu terjadi kejadian besar di Keluarga ini...


...- - -...


Assalamualaikum...


Author gak tau mau kasih nama apa lagi untuk Ras, Keluarga atau Orang di Novel ini, jadi yaaa... Author ambil aja dari bahasa lain, bahasa lain?


Ya, Mal adalah bahasa Arab yang artinya Harta, Harta\= Dermawan


Hehe...