The System

The System
Memilih



Kepala kepala tampak dengan jelas tergantung di langit langit ruang pesta tersebut.


Ada dengan mata melotot, terbuka, berlumuran darah, dan hal yang paling mengejutkan seluruhnya adalah kepala Feng.


"Keluarga Ji~ Kau harus mendapat balasan karna membunuhku~" suara lirih itu lagi lagi terdengar membuat semua Orang merinding ketakutan.


"Keluar Kau B_jingan!" teriak marah dan gemetar Kepala Keluarga Ji.


"Hihihihi..," kali ini suara ketawa cekikikan Gadis terdengar.


Wusssh...


Lagi lagi seluruh Api penerangan padam, lalu dengan cepat Pendekar dengan Element Api menghidupkannya kembali.


Namun saat dihidupkan seluruh Orang berteriak saat melihat tepat didekat Mereka berdiri Makhluk menyeramkan dengan kain putih yang membungkus dirinya.


Selain itu, juga ada Makhluk dengan rambut panjang dan baju putih panjang tertawa cekikikan.


"Aaaaaaaa!" Orang yang tak tahan langsung berteriak ketakutan, begitu pula para Pendekar yang langsung shock dan tak menyerang.


Tiba tiba Aura hitam terarah pada seluruh Orang dirunangan tersebut dan yang paling kuat terarah pada Kepala Keluarga Ji dan Ji Yao.


"Aaaargh!" Kepala Keluarga Ji dan Ji Yao berteriak kesakitan saat Mereka merasa jiwa Mereka dirobek robek.


Sedangkan selain Mereka, seluruh Orang telah pingsan.


"Jangan pernah bermain main denganku!" suara tersebut terakhir terdengar sebelum Kepala Keluarga Ji dan Ji Yao akhirnya menutup matanya tak sadarkan diri.


...- - -...


"Tuan itu tadi benar benar membuatku merinding," ucap Lin Shan melepas kain putih yang tadi membalut tubuhnya.


Dibelakangnya, Anggota Pasukan Reinkarnasi juga mengangguk setuju dengan Lin Shan.


Yup, Feng memang dengan sengaja membuat rencana menakut nakuti Keluarga Ji dengan menggunakan contoh contoh film yang pernah Ia tonton di Bumi.


Sudah bisa ditebak bahwa Makhluk menyeramkan yang dilihat Orang di perta tersebut adalah Anggota Pasukan Reinkarnasi yang memakai kostum hantu lokal.


"Hahaha... Kau saja ketakutan padahal Kau ikut dalam permainannya sedangkan Mereka," tawa Feng mengingat wajah wajah ketakutan Orang orang di pesta tadi.


"Hahaha... Iya Tuan," jawab Lin Shan ikut tertawa.


...- - -...


1 Pekan berlalu...


Selama sepekan ini tak ada banyak kejadian menarik yang dialami Feng dan Rara sejak terakhir kali mempermainkan Keluarga Ji.


Feng bahkan sedikit terkejut saat permainan yang Ia buat berhasil membuat satu Kelurga itu menjadi gila.


Kalau Kepala Kelurga Ji dan Ji Yao mungkin Ia memakluminya karna Feng sudah dengan sengaja merusak jiawanya hingga kini menjadi gila.


Namun yang gila adalah satu Keluarga, seluruh yang hadir dalam pesta tersebut benar benar trauma atas ketakutan yang meneror Mereka malam itu.


Kelurga Ji pun akhirnya menutup diri dengan alasan tak diketahui semua Orang kecuali Feng dan bawahannya tentu saja.


Bahkan Kaisar Di dan Orang orang tinggi lainnya juga tak mengerti kenapa Keluarga Ji menutup diri.


Hari demi Hari berlalu, rumor tentang Keluarga Ji yang menutup diri terus menyebar dari satu mulut ke mulut yang lain.


Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan Keluarga Ji memiliki barang rahasia yang sangat kuat sehingga tak ingin ada yang tau.


Ada juga yang mengatakan bahwa ditemukan Pengkhianat dalam Keluarga Ji serta banyak rumor lainnya.


Feng dan Bawahannya yang mendengar rumor rumor itu hanya tertawa, siapa sangka permainan Mereka malam itu akan membuat berita sebesar ini.


Akhirnya setelah sepekan, tibalah hari dimana keberangkatan 10 Orang terpilih ke Daratan Hitam.


Ji Yao!


Seluruh Orang terdiam begitu tau bahwa ada surat yang berasal dari Keluarga Ji bahwa Ji Yao mengundurkan diri dari keikut sertaannya ke Daratan Hitam.


Tak dijelaskan secara terperinci alasan Ji Yao mengundurkan diri namun akhirnya mau tak mau tinggal 9 Orang yang tersisa.


Hal tersebut tentu saja membuat seluruh Orang yang berpastipasi sebelumnya langsung maju menawarkan diri dan hal tersebut membuat Old Xi dibuat pusing.


Bahkan Patriak Sekte Naga Langit, Matriak Sekte Malam Gelap dan Patriak Sekte Kembang Warna juga ikut menawarkan dirinya.


Kaisar Di yang ikut bertanggung jawab hanya kebingung menghadapi hal tersebut hingga tak sengaja tatapannya tertuju pada Feng yang tengah tertawa dengan Rara.


"Diam!" teriak Kaisar Di disertai Auranya di tingkat Langit lapis 7 membuat seluruh Orang terdiam kecuali Feng dan Rara yang masih asyik tertawa tawa bersama.


Orang orang tentu saja langsung menatap tajam Feng dan Rara karena di anggap tak menghormati Kaisar.


Merasa ditatap, Feng menoleh melihat seluruh Orang yang kini tengah menatapnya dengan tajam.


"Satu Orang lagi akan diputuskan olehnya!" ucap Kaisar Di menunjuk Feng, hal tersebut tentu saja mengejutkan seluruh Orang.


Seluruh Orang hendak protes ingin menolak, namun Kaisar Di menambah Auranya hingga membuat seluruh Orang terdiam.


Disisi lain, Feng yang di tunjuk Kaisar Di untuk memilih satu Orang lagi terdiam.


"Bagaimana Feng?" tanya Kaisar Di.


"Em... Baiklah, Aku memilih Wang Yi," ucap Feng sambil tersenyum.


Hal tersebut membuat seluruh mata Orang disana melebar karna terkejut.


"B_jingan! Kau sudah diberi keistimewaan untuk memilih justru malah memilih Orang lumpuh!" teriak marah Patriak Ping.


Kaisar Di, Matriak Zhi dan Patriak Gu yang merupakan Patriak Sekte Kembang Warna juga terdiam dalam hati tak setuju.


Feng yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum tipis lalu mengeluarkan sebuah Pil dari Cincin Ruangnya.


"Panggil Wang Yi kesini!" ucap Feng.


Kaisar Di mengangguk kemudian menyuruh untuk mencari dan membawa Wang Yi kemari.


Tak butuh waktu lama, Wang Yi datang dengan baju kotor dan sobek.


Orang orang yang melihat hal tersebut langsung menatap jijik ke arah Wang Yi.


Yap, sejak Kultivasi Wang Yi lumpuh, Ia bagai hidup tanpa apa apa.


Akhirnya Ia hanya berkerja sebagai kuli disebuah Toko kecil dan hanya diberi upah untuk makan sehari hari.


"S-salam Kaisar, a-ada apa hingga memanggil hamba?" tanya Wang Yi dengan nada gemetaran karna takut Ia dipanggil karna telah menyinggung Kaisar apalagi di dekat Kaisar berdiri juga Ayahnya yang merupakan Kepala Kekuarga Wang.


"Wang Yi, serap Pil ini!" ucap Feng melemparkan Pil tadi pada Wang Yi.


Wang Yi langsung menangkap Pil tersebut lalu menatap Feng dengan bingung.


"Serap saja dulu," ucap Feng santai.


Orang orang disana juga tak ada yang berbicara karna Mereka juga penasaran dengan Pil yang diberikan oleh Feng kepada Wang Yi.


Disisi lain, Wang Yi juga dilema untuk memakan Pil ini atau tidak karna takut Pil di tangannya adalah Racun.


"Makan saja, toh kalaupun itu Racun hidupmu memang sudah tak berguna walau mati," ucap Feng santai namun kejam.


...- - -...