
"Kek, apakah Kau sudah siap?" tanya Feng, Kakek itu mengangguk.
Mereka berdua kemudian melesat pergi menuju kediaman Keluarga Wang, Feng tersenyum tipis melihat Kakek itu bisa menyamai kecepatannya di tingkat Emas.
Sebelumnya Feng memang sudah mengetahui bahwa Kakek itu ada pada tingkat Perak lapis 6, jadi Feng sengaja menurunkan kecepatannya yang setara tingkat Emas namun siapa sangka, Kakek itu masih bisa menyamainya.
Tap...
Tap...
Feng dan Kakek itu menapakkan kakinya di balik pohon tepat di depan kediaman Keluarga Wang, Feng diam sejenak menyebarkan Qi nya ke arah kediaman Wang.
"Semua penjaganya pada tingkat Perunggu dan Perak, Tetuanya pada tingkat Emas dan beberapa Bumi sedangkan Kepala Keluarga Wang sendiri ada pada tingkat Langit," ucap Feng menatap Kakek itu.
Kakek itu mengangguk kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari cincin ruangnya.
"Itu tak akan membunuh bukan?!" ucap Feng curiga, Kakek itu tersenyum menggeleng.
"Tak akan membuat mati, hanya pingsan saja," ucap Kakek itu, Feng mengangguk.
Kakek itu kemudian membuka kotak itu, seketika itu juga ratusan nyamuk berterbangan keluar, Kakek itu tadi segera duduk bersila mengontrol nyamuk nyamuk itu.
Ngiiing~
Nyamuk nyamuk itu hinggap di kulit para Penjaga Keluarga Wang dan segera menusuknya, seketika itu juga para Penjaga itu menunduk menutup mata namun tubuhnya masih dalam keadaan tegak berdiri.
Sama halnya dengan nyamuk tersebut, ratusan nyamuk lainnya juga hinggap di kulit para Penjaga dan membuat Penjaga Penjaga itu pingsan.
Kakek tadi membuka matanya mengangguk, Feng juga mengangguk, kemudian Mereka berdua langsung melesat masuk ke dalam Keluarga Wang.
Misi Penyusupan dimulai!
...- - -...
Jika Kalian bertanya mengapa Feng tak langsung masuk dari depan dengan kekuatannya adalah karna beberapa hal.
Pertama, Feng tak ingin dirinya ter ekspos secara terang terangan dengan kekuatanya tersebut.
Kedua, agar Kepala Keluarga Wang tak menggunakan kesempatan saat Ia menyerang dari depan untuk menghabisi cucu Kakek itu.
Ketiga, Ia ingin melatih kemampuan menyusupnya.
Feng dan Kakek tadi segera melucuti salah seorang Penjaga yang pingsan tadi dan mengenakkan pakaiannya, kemudian Mereka berdua berjalan masuk.
Feng mengedarkan Qi nya mencari tempat kediaman Kepala Keluarga Wang.
"Arah barat," gumam Feng namun masih terdengaran oleh Kakek di sebelahnya, Kakek itu mengangguk kemudian berjalan ke arah barat, sedangkan Feng justru pergi ke arah utara.
...- - -...
Feng terus berjalan hingga sampai di sebuah pintu besar, Ia tersenyum tipis kemudian mengeluarkan sebuah nampan serta teko serta beberapa gelas kecil.
Tok... Tok... Tok...
Feng masuk ke dalam sambil membawa nampan itu, tampaklah di ruangan itu beberapa Orang Tua yang sedang mengobrol membahas sesuatu, Mereka menyadari ada yang masuk tapi itu hanya Pelayan.
Feng tersenyum tipis kemudian menuangkan teh yang ada dalam teko itu dan menyajikannya pada para Orang tua yang masih sibuk pada pembahasan Mereka.
"Intinya, Kita harus menjaga Kepala Keluarga dulu yang akan melakukan pengorbanan terhadap Anak itu," ucap salah satu Orang tua tersebut.
"Ya, dan lagi jika Dia berhasil, Keluarga Kita pasti akan naik bahkan mungkin bisa merebut Kekaisaran Bulan ini," ucap Orang tua yang lain sambil menyeringai licik.
Para Orang tua itu kemudian meminum teh nya masing masing, namun ada satu Tetua yang merasa ada hal yang aneh.
"Hey Penjaga, kenapa Kau masih berdiri di situ!" ucap salah satu Tetua saat Feng masih berdiri di depan pintu.
"Baik Tetua," ucap Feng kemudian berjalan keluar.
"Tunggu!" tahan Tetua yang tak meminum teh tadi.
"Sejak kapan seorang Penjaga mengantarkan teh," ucap Tetua itu curiga, Feng tersenyum tipis mendnegar itu.
"Tak ku sangka Kau menyadarinya," ucap Feng kemudian membuka baju Penjaganya.
"Siapa Kau!" semua Tetua langsung waspada menatap Feng, Feng mengangkat bahu.
"Kepo," ucap Feng, Para Tetua menggertakkan giginya marah dan segera akan mengeluarkan Roh Bela Dirinya.
Namun segera Mereka terkejut saat Roh Bela Diri Mereka tak keluar, berkali kali mencoba berkali kali juga Roh Bela Diri Mereka tak bisa keluar, hingga akhirnya Mereka merasakan ada yang aneh dari tubuh Mereka.
"Ini... Qi ku..," ucap salah satu Tetua terkejut, Tetua lain juga segera terkejut saat Mereka sama sekali tak merasakan Qi dalam tubuh Mereka.
"Jangan jangan... Teh ini..," ucap salah satu Tetua menatap Teh yang tadi Ia minum.
Prok... Prok... Prok...
"Tak ku sangka Kalian menyadari dengan cepat," ucap Feng bertepuk tangan, paea Tetua segera menggertakkan giginya marah.
"Kau... Baj_ngan!" umpat salah satu Tetua, Feng tersenyum mengibaskan tangannya, angin yang kuat nan kencang segera menghempas para Tetua tersebut.
"Kau!" sebuah suara muncul dari belakang Feng, Feng tersenyum menangkap tinju yang melayang ke arahnya tersebut dengan mudah
Krek...
"Arhg..," Tetua itu berteriak kesakitan saat Feng memelintir tangannya hingga patah, Feng kemudian dengan kekuatan angin menghempaskan Tetua tersebut.
"Hanya sekumpulan sampah, sungguh berani," ucap Feng tersenyum psikopat.
"Oh, mungkin Mereka juga sampah!" sebuah suara masuk diikuti terlemparnya 2 tubuh ke hadapan Feng.
...- - -...
...Instagram : @t_riq__...