The System

The System
Semut melawan Gajah?



Boom!


Bagai meteor yang indah di langit dan jatuh menciptakan ledakan besar, seperti itu jugalah semangat Rara saat ini.


Setelah bertemu dengan Feng meski tidak secara fisik, namun hal itu sudah membuat ledakan semangat luar biasa di dalam dadanya. Kini Rara bahkan mengalahkan 10 Orang tingkat Surka dengan mudah, terlepas dari tingkatannya yang berada di Walis. Namun Rara hanya menggunakan 10% kekuatannya untuk menghabisi seluruh Orang itu, hal yang bahkan tak mungkin di lakukan oleh seseorang di tingkat Walis. Dewi Kehidupan bahkan tercengang melihat perkembangan Rara tersebut.


"Udah, Kakak cantik, Ayo Kita lanjutkan ke latihan terakhirnya!" ucap Rara bersemangat tanpa istirahat sama sekali. Dewi Kehidupan terdiam, Ia merasa bahkan di latihan terakhir Rara nanti Ia pasti bisa dengan mudah mengalahkan 10 Orang di tingkat Walis tersebut. Bahkan Dewi Kehidupan tak ragu kalau kini Rara bisa melawan dirinya, meski Ia yakin Ia masih bisa menang.


Wushhh...


Tiba tiba kotak yang di pegang Dewi Kehidupan terbang, Dewi Kehidupan terkejut dan melihat kotak itu bergetar keras dan mulai mengeluarkan sinar sinar berwarna emas. Dewi Kehidupan baru ingat bahwa kotak ini juga adalah barang Misterius yang Ia temukan jadi Ia juga sebenarnya tak sepenuhnya mengerti segala sesuatu tentang kotak ini.


Kotak itu bersinar terang berwarna emas bahkan sampai menyilaukan mata Dewi Kehidupan, beberapa saat kotak itu bersinar hingga akhirnya sinar itu mulai menghilang dan sebuah tulisan tertera di kotak tersebut.


[Ujian Surgawi dimulai!]


[Ujian 1 : Dimulai]


Dewi Kehidupan bingung melihat kotak tersebut kemudian mendekat melihat ke dalam dan terkejut saat melihatnya.


Kini di depan Rara berdiri 10 Orang dari tingkat Walis, namun kesepuluh Orang itu berbeda dari tingkat Walis biasanya, Mereka berkali kali lebih kuat!


Dewi Kehidupan menelan ludahnya, itu sangat kuat. Ia bahkan bukan tak mungkin harus mengeluarkan setengah kekuatannya untuk menghabisi Mereka.


Namun terlepas dari hal tersebut, Dewi Kehidupan masih ada yang terasa ganjal banginya. Ia melihat ke arah Rara dan seketika Ia melebarkan matanya saat menyadari sesuatu itu.


Seluruh Kultivasi Rara di hilangkan!


Dewi Kehidupan menggeleng tak percaya, bahkan dengan kekuatan di tingkat Walis Rara tadi, Ia masih ragu Rara bisa mengalahkan lawannya. Namun kini Rara bahkan tanpa kultivasi sama sekali! Hanya ada satu kata untuk itu...


Mustahil!!


Dewi Kehidupan memikirkan kemungkinan buruknya, dan hanya satu hal yang Ia pikirkan, Rara bisa mati!


"Tidak, ini akan menyebabkan masalah besar bahkan mungkin kekacauan!" gumam Dewi Kehidupan cemas, Ia lalu mendekati Kotak itu dan berniat mengeluarkan Rara dari sana.


Sayang belum lagi Dewi Kehidupan berhasil mendekat, Kotak itu kembali mengeluarkan cahaya yang membuat gelombang kejut yang langsung mementalkan Dewi Kehidupan.


Dewi Kehidupan meringis menahan sakit, 'Bagaimana ini?'


...- - -...


Rara yang berada di dalam kotak bingung sekaligua terkejut saat mengalami hal tadi, Ia tak terkejut saat melihat kekuatan lawannya, melainkan terkejut aaat kultivasinya di hilangkan begitu saja.


[Ujian Surgawi Dimulai!]


[Ujian 1 : Dimulai]


Tulisan itu muncul di depan Rara, Rara terdiam memikirkan maksud tulisan seperti itu.


"Sepertinya ini bukan Kakak cantik yang lakukan," gumam Rara berfikir, Ia kemudian kembali menatap ke depan ke arah musuh musuhnya. Tak ada ketakutan sama sekali di hati Rara bahkan jika Ia mati sekalipun, namun hanya ada keraguan di hatinya tentang cara mengalahkan Orang orang tersebut belum lagi jika Ia mati, itu artinya Ia tak bisa bertemu Feng lagi kan?


"Feng Gege..."


"Bagaimana cara Semut mengalahkan Gajah?"


...- - -...


"Feng Gege..."


"Bagaimana cara Semut mengalahkan Gajah?"


Pertanyaan telepati dari Rara itu membuat Feng terdiam, Ia bisa menebak bahwa kini Rara mendapatkan latihan atau ujia yang Ia sendiri bahkan merasa mustahil untuk menyelesaikannya.


"Dengan berkelompok," jawab Feng sambil tersenyum tipis.


"Berkelompok?"


"Ya! Seekor Semut sebenarnya bisa mengalahkan Gajah dengan masuk ke bagian dalam tubuhnya, namun adakah kesempatan itu jika Ia sendiri? Tentu saja Tidak karna Ia akan mati sebelum sempat masuk, namun dengan berkelompok Ia bahkan bisa memasuki sekawanan Gajah sekalipun, menghancurkan bagian dalamnya dengan mudah dan menumbangkannya," jelas Feng, di seberang sana Rara terdiam mencerna perkataan Feng kemudian mengangguk paham.


Rara terdiam, berkelompok? bagaimana caranya? namun mendadak Ia teringat sesuatu.


Tangan Rara bergerak cepat membuat sebuah segel di depannya dan dengan cepat segel itu terbentuk dan mengeluarkan cahaya, segel itu berubah menjadi portal yang dari dalamnya perlahan keluar satu persatu Hewan buas setingkat Perunggu sampai Walis.


Rara tersenyum semangat dengan mata mengobarkan pengobaran keyakinan.


Disisi lain, setelah yakin Rara paham dan mulai bisa mengatasi masalahnya, Feng bangkit.


Ia akan segera menyelesaikan latihan ini!


Ia kemudian beranjak, berjalan ke Lantai terakhir Pagoda tersebut, tak banyak rintangan yang sulit selama Ia pergi menuju lantai terakhir Pagoda itu. Membuat hanya dalam hitungan menit Feng sampai di lantai terakhir Pagoda tersebut.


Seluruh Manusia Elang yang melihat itu tercengang bahkan ada yang sampai di buat berlutut, tak ada yang menyangka akhirnya ada Makhluk yang bisa sampai di lantai terakhir Pagoda tersebut. Seluruh Manusia Elang itu, bahkan Kakek, Falca dan Falco menyimpan harapan yang sama untuk Feng.


Ia harus bisa menyelesaikan Pagoda tersebut.


Saat melangkah memasuki lantai terakhir Pagoda itu, Feng merasakan sesuatu yang berat dan perasaan buruk. Ia menatap ruang itu waspada, namun sejenak kemudian Ia tak menemukan apapun yang membuatnya curiga atau waspada, ruangan itu kosong tanpa musuh sama sekali.


"Dewa Kematian, apakah Kau bisa menebak Ujian terakhir ini?" tanya Feng kepada Dewa Kemudian, namun Feng hanya mendapati hening sebagai jawabannya.


"Dewa Kematian?" panggil Feng sekali lagi namun tetap tidak ada sahutan balik dari Dewa Kematian, Feng menghela nafas.


Mendadak ruangan di sekitar Feng berubah menjadi sebuah medan perang yang sangat luas, Feng langsung memasang sikap waspada melihat perubahan itu.


Feng merasakan aura pembunuh yang sangat kuat dari setiap inci medang perang tersebut, darah menggenang si setiap jengkal tanah kering medang perang tersebut. Mayat bertumpukan dimana mana, Feng merasakan sesuatu firasat buruk yang menekan dirinya.


Tiba tiba Ia merasakan sesuatu yang luar biasa kuat sedang terjadi tak jauh dari tempatnya berdiri. Tanpa menunggu Feng melesat menuju tempat itu, lama Feng melesat dan hal itu belum juga tampak.


"Sudah sejauh ini, Aku bahkan belum bisa menemukan titiknya namun kekuatannya bahkan masih terasa sangat kuat," gumam Feng berfikir, Ia mendadak berhenti. Semakin kedepan kekuatan yang Ia rasakan semakin kuat dan itu membuatnya semakin tertekan, kini Ia tak bisa maju lagi karna ini sudah sepenuhnya menekan dirinya.


Namun Ia sudah dapat melihat hal itu.


...----------------...


Assalamualaikum...


Author lupa tingkatan Hewan buas dan Senjata, ada yang bisa dengan baik hati memberi tahu Author kembali?


...----------------...